Koordinasi dan Sinergitas Antarlembaga Pendidikan, Balai Bahasa Provinsi NTB Berpartisipasi Aktif dalam Rapat Koordinasi Penjaminan Mutu Pendidikan dengan Pemerintah Daerah

Mataram, 9 Mei 2025—Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menghadiri Rapat Koordinasi Penjaminan Mutu Pendidikan dengan Pemerintah Daerah Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTB. Kepala dan satu staf Balai Bahasa Provinsi NTB menghadiri kegiatan ini untuk memberi masukan dan saran peningkatan kualitas pendidikan di NTB. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Koordinasi dan Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2025. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari, yaitu tanggal 7—9 Mei 2025 di Hotel Lombok Raya, Mataram.

Dalam laporannya, ketua panitia menyampaikan, selain untuk menyosialisasikan program Kemendikdasmen, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi, sinergitas, dan peran serta pemangku kepentingan bidang pendidikan di daerah dalam rangka mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Balai Bahasa Provinsi NTB selaku mitra strategis di bawah Kemendikdasmen diharapkan mampu turut menyinergikan dan menyinkronkan program yang dilaksanakan selama sisa tahun 2025 sesuai dengan keputusan menteri.

Peserta berjumlah 100 orang yang terdiri atas Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah; Gubernur Provinsi NTB; Wali Kota Provinsi NTB; Bupati Provinsi NTB; Kejaksaan Tinggi NTB; Kepolisian Daerah NTB; Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTB; Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi NTB; Inspektorat Provinsi NTB; Inspektorat Kabupaten/Kota Se-Pulau Lombok; Dinas PMPD Dukcapil NTB; Kantor Wilayah Kemenag NTB; Ombudsman RI Perwakilan NTB; PGRI Provinsi NTB; IGI Provinsi NTB; IGTKI Provinsi NTB; HIMPAUDI Provinsi NTB; Koordinator Pengawas SMA/SMK/SLB NTB; Koordinator Pengawas Kabupaten/Kota Se-Pulau Lombok; Ketua MKKS SMA, SMP, dan SD Se-Pulau Lombok; Kepala SMA, SMP, dan SD; Operator Dapodik Provinsi NTB; Operator Dapodik Kabupaten/Kota Se-Pulau Lombok; BGTK Provinsi NTB, dan BPMP Provinsi NTB. Kegiatan dibuka oleh Gubernur NTB, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Abdul Aziz. “Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tetapi juga tempat pembentukan karakter, nilai, dan budaya. Mari, kita jadikan SPMB sebagai instrumen pembuka harapan baru bagi anak-anak Nusa Tenggara Barat sebab kita memulai dari sistem yang adil, maka kita sedang membangun generasi masa depan yang unggul dengan pondasi yang kuat dan saya yakin NTB mampu menjadi contoh nasional dalam pelaksanaan SPMB yang tertib, transparan, dan berintegritas," tuturnya.

Selepas pembukaan, dilakukan pemaparan dari setiap pemangku kepentingan. Dwi Pratiwi selalu Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB menggunakan kesempatan ini untuk memperkenalkan inovasi terbaru kolaborasi Balai Bahasa dan Pemerintah Daerah NTB. “Kami mempunyai program yang bernama Benar-Benar Membaca dan Membaca Benar-Benar. Kami ingin membuat satu pola bahwa siswa mempunyai target satu buku yang benar-benar selesai dibaca secara kuantitatif dan kualitatif. Saat ini kami sedang mengupayakan untuk membuat piranti-pirantinya dan kami mohon dukungan dari berbagai pihak untuk terlaksananya program ini," jelasnya.

Di hari kedua, dilakukan penyampaian materi sosialisasi Anak Tidak Sekolah (ATS) oleh Syamsul Hadi, Widyaprada Ahli Madya BPMP Provinsi NTB dengan judul “Advokasi Penanganan Wajar 13 Tahun dan Anak Tidak Sekolah di Provinsi NTB”. Acara dilanjutkan dengan Koordinasi dan Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan penandatanganan Komitmen Dukungan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025. Terakhir, dilakukan Forum Konsultasi Publik dengan Reviu Standar Pelayanan oleh I Ketut Budiarthi, Widyaprada Ahli Madya BPMP Provinsi NTB. Acara juga diisi dengan Praktik Baik Pemanfaatan Rapor Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah yang diwakili oleh tim dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan ini diakhiri dengan penutupan dan evaluasi yang dilakukan di hari ketiga, 9 Mei 2025.