Hari Kedua Pelaksanaan Rapat Koordinasi Antarinstansi dan DKT Revitalisasi Bahasa Daerah
Mataram, 22 Mei 2025—Hari kedua pelaksanaan Rapat Koordinasi Antarinstansi dan Diskusi Kelompok Terpumpun Revitalisasi Bahasa Daerah Tahun 2025 berlangsung padat. Hari kedua ini diawali dengan pemaparan praktik baik, seperti malam sebelumnya. Setelah itu, peserta diminta memaparkan kendala apa saja yang dialami dan solusi yang dapat ditawarkan.
“Dalam pertemuan kali ini, kami harapkan Bapak dan Ibu dapat menyampaikan kendala dalam pelestarian bahasa dan sastra daerah di wilayah kerja masing-masing. Kendala yang ada akan kami tampung dan rekomendasi kebijakannya akan dituangkan dalam berita acara,” jelas Dwi Pratiwi.
Setelah istirahat siang, kegiatan berganti topik ke penyusunan bahan ajar bahasa daerah. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok sesuai dengan bahasa daerah masing-masing bersama dengan narasumber pakar, yaitu Irma Setiawan (Sasak), Burhanuddin (Samawa), dan M. Aris Akbar (Mbojo). Seperti yang dipaparkan oleh Kasman selaku koordinator kegiatan, kegiatan ini wajib menghasilkan bahan ajar yang berisikan tujuh materi Revitalisasi Bahasa Daerah. "Bahan ajar yang dihasilkan nanti akan diajarkan dalam Bimbingan Teknis Guru Master. Setelahnya, berbekal bahan ajar, guru master akan mengimbaskannya ke sesama guru dan murid,” imbuh Kasman.
Peserta tampak aktif berdiskusi dalam pembuatan bahan ajar. Hal itu merupakan sinyal positif bahwa masih banyak orang yang peduli dengan keberlangsungan hidup bahasa daerah. Dengan adanya pembuatan bahan ajar bahasa daerah ini, diharapkan pengajaran bahasa daerah ke generasi muda dapat lebih terarah.