Pendampingan UKBI Adaptif bagi Siswa di Kabupaten dan Kota Bima
Bima, 17 Mei 2025—Penguatan pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif menyasar Kota dan Kabupaten Bima. Peningkatan dilakukan melalui kegiatan pendampingan UKBI Adaptif Merdeka yang dilaksanakan di berbagai sekolah, yaitu SMAN 1 Kota Bima, SMAN 2 Kota Bima, SMAN 3 Kota Bima, SMAN 4 Kota Bima, dan MAN 2 Kota Bima. Kegiatan yang dilaksanakan mulai hari Jumat—Selasa, 16—20 Mei 2025 ini dibagi dalam dua tahapan, yaitu tahapan pendampingan pendaftaran dan tahapan pengujian UKBI Adaptif siswa.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi, yang hadir pada kegiatan ini berharap bahwa kuantitas capaian UKBI Adaptif di NTB sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Bahkan, ia berharap bahwa capaian tahun 2025 ini mampu melampaui capaian partisipasi UKBI Adaptif pada tahun 2024. Tentunya, hal tersebut dilakukan dengan strategi penguatan pendampingan yang menyasar berbagai sekolah yang aktif mendukung program UKBI Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. "Kita harus tetap semangat menggaungkan UKBI Adaptif, khususnya untuk siswa sekolah. Peran bersama dengan mitra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB sangat penting untuk kita lakukan dalam rangka menyukseskan capaian keikutsertaan siswa dalam program UKBI Adaptif," tandasnya memberikan pandangan terkait pelaksanaan kegiatan ini.
Pelaksanaan kegiatan terbagi menjadi tiga kelompok. Kelompok I menyasar SMAN 2 dan SMAN 4 Kota Bima. Pada kunjungan ini, Kepala SMAN 2 Kota Bima, H. Eddy Salkam, mengapresiasi kehadiran Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam sambutannya, ia berpesan agar siswa mendengarkan baik-baik materi dan mengikuti kegiatan ini dengan saksama. "Kelas XI yang mengikuti kegiatan ini sebagai contoh untuk literasi ke depannya. Dengarkan baik-baik dan ikuti dengan saksama. Kita beruntung telah terpilih mengikuti UKBI Adaptif ini. Berikan yang terbaik dalam UKBI, ya," ujarnya memberikan motivasi kepada 100 siswa yang hadir di Aula SMAN 2 Kota Bima.
Desi Rachmawati selaku anggota Tim Kerja UKBI Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat memaparkan bahwa dengan adanya UKBI Adaptif ini, siswa dapat mengetahui tingkat kemahiran berbahasa Indonesia. "Adik-Adik mempunyai kesempatan untuk mempersiapkan diri lebih baik dalam peningkatan UKBI dan masuk ke jenjang perkuliahan nanti. Sertifikat UKBI bisa digunakan sebagai syarat pengajuan beasiswa unggulan dan beasiswa ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi," paparnya menekankan manfaat UKBI Adaptif ini.
Ia menjelaskan lebih lanjut tentang manfaat UKBI, jenjang UKBI yang terdiri atas jenjang Terbatas, Marginal, Semenjana, Madya, Unggul, Sangat Unggul, dan Istimewa. Ada lima seksi dalam UKBI, yaitu seksi mendengarkan, merespons kaidah, membaca, menulis, dan berbicara. Penjelasan tentang seksi uji juga dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa.
Selanjutnya, pelaksanaan UKBI dilaksanakan di SMAN 3 Kota Bima. Kelompok I diterima oleh
Kepala Cabang Dinas Kota Bima, Siti Maryatun, bersama Kepala SMAN 3 Kota Bima, Jhoni Hermansyah. Siswa yang mengikuti pendampingan luring sekitar 60 orang. Desi Rachmawati dan Baiq Ayu Candra, selaku Kelompok I, memberikan pendampingan pendaftaran UKBI.
Kelompok II, yaitu Lentera Nurani Setra dan Wahyudi, memberikan pendampingan UKBI di SMAN 1 dan SMAN 4 Kota Bima. Kepala SMAN 1 Kota Bima, Dedi, menyampaikan sambutan dan dukungan yang besar atas penyelenggaraan UKBI. "Memang kalian orang Indonesia, tetapi belum tentu kalian jago. Adik-Adik, ini penting bagi kalian. Pastikan ikuti dengan maksimal," tuturnya saat membuka kegiatan. Sebanyak 100 siswa SMAN 1 Kota Bima dan 200 siswa SMAN 4 Kota Bima telah terdaftar untuk mengikuti uji pada tanggal 19 dan 20 Mei 2025.
Kelompok III, yang digawangi oleh Ketua Kerja UKBI, Hartanto, mendampingi 300 siswa kelas X dan XI MAN 2 Kota Bima. Diterima langsung oleh Kepala MAN 2 Kota Bima, Hj. Muslihah, Hartanto, dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi, berkesempatan berdiskusi mengenai peningkatan capaian siswa yang mengikuti UKBI Adaptif di MAN 2 Kota Bima. Tidak hanya itu, beberapa guru aktif mendampingi pelaksanaan UKBI untuk memastikan UKBI yang diikuti siswa berjalan lancar.
Pengujian akan dilaksanakan pada hari Senin-Selasa, 19-20 Mei 2025, yang diikuti oleh lima sekolah tersebut. Dengan adanya pendampingan ini, harapan peningkatan partisipasi siswa semakin banyak sehingga program UKBI Adaptif berjalan dengan baik di Provinsi NTB, khususnya Kota dan Kabupaten Bima.