Menumbuhkan Literasi Multibahasa sejak Dini: Balai Bahasa Provinsi NTB Gelar Bimbingan Teknis Cerita Anak Dwibahasa Sasambo-Indonesia

Mataram, 26 Mei 2025—Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Bimbingan Teknis Penulisan Cerita Anak Dwibahasa (Sasambo–Indonesia) pada tanggal 26-–28 Mei 2025 di Hotel Lombok Raya, Mataram. Bimbingan teknis ini bertujuan untuk memberikan pendampingan langsung kepada para penulis dan ilustrator yang akan menerbitkan buku cerita anak dwibahasa pada tahun 2025. Karya-karya tersebut akan menggunakan bahasa daerah Sasambo (Sasak, Samawa, Mbojo) dan bahasa Indonesia sebagai upaya pelestarian bahasa serta pengembangan literasi multibahasa sejak usia dini. 

Dalam laporannya, Zamzam Hariro selaku koordinator kegiatan menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dalam mengembangkan literasi anak yang berakar pada budaya lokal dengan penyediaan bahan bacaan bermutu. Peserta berjumlah 116 orang, yang terdiri atas penulis, ilustrator, dan penyunting dari seluruh wilayah NTB. 

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi, yang menekankan pentingnya pelestarian bahasa daerah dan peningkatan literasi anak melalui penyediaan bahan bacaan bermutu dwibahasa. “Melalui kegiatan ini, kami berharap karya para penulis terpilih memiliki jaminan mutu, baik dari aspek isi maupun kebahasaannya yang mudah dipahami anak-anak sehingga pesan tersebut mudah dipahami. Selanjutnya, kami juga berharap bagi ilustrator, lahirnya karya-karya cerita anak yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik serta memperkuat identitas budaya lokal dalam bentuk yang kontekstual dan menarik bagi anak-anak,” ujar Dwi Pratiwi dalam sambutannya.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber nasional berpengalaman di bidang literasi anak, yaitu Benny Ramdhani, penulis cerita anak yang dikenal dengan karya-karyanya yang inspiratif dan edukatif, serta Evelyn Ghozalli, ilustrator dan editor buku anak yang telah menghasilkan ratusan ilustrasi cerita anak di Indonesia.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik menulis cerita anak yang komunikatif dan relevan, penjenjangan buku, prinsip-prinsip penyusunan naskah dwibahasa, serta teknik ilustrasi yang sesuai dengan dunia anak-anak. Melalui kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berharap dapat mendorong terciptanya buku-buku cerita anak dwibahasa berkualitas yang mampu memperkuat ekosistem literasi lokal, serta memperkenalkan nilai-nilai budaya Sasambo kepada generasi muda.