Sinergi Dukungan Guru dan Tenaga Kependidikan, Balai Bahasa Provinsi NTB Ikuti Rakor Pengembangan dan Pemberdayaan

Mataram, 26 Mei 2025—Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat mengikuti Rapat Koordinasi Program Pengembangan dan Pemberdayaan Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi NTB. Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat diwakili oleh Kasman (Widyabasa Ahli Muda) untuk memberi masukan dan saran peningkatan kualitas pendidikan, khususnya guru dan tenaga kependidikan di NTB. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, 26—28 Mei 2025 di Hotel Golden Palace, Mataram.

Dalam laporannya, ketua panitia menyampaikan bahwa selain untuk menyosialisasikan program Kemendikdasmen, kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan program pengembangan dan pemberdayaan guru dan tenaga pendidikan di wilayah kerja Balai Guru dan Tenaga Kependidikan di wilayah provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini juga merupakan sinkronisasi dan kombinasi program antara Balai Guru dan Tenaga Kependidikan dengan pemerintah daerah, dalam hal ini dinas pendidikan kota, dinas pendidikan kabupaten, dan dinas pendidkan Provinsi NTB. Koordinasi, sinergitas, dan peran serta pemangku kepentingan bidang pendidikan di daerah ini dilakukan dalam rangka mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat selaku mitra strategis di bawah Kemendikdasmen diharapkan mampu turut memberi masukan dan saran terkait kebijakan strategis ini.

Peserta berjumlah 96 orang yang terdiri atas unsur Dinas Pendidikan Kota, Dinas Pendidikan Kabupaten dan Dinas Pendidikan Provinsi NTB, Kepala UPTD se-Provinsi NTB, Koordinator Pengawas Pendidikan, Koordinator Kelompok Kerja, Kordinator Kepala Sekolah MKKPS, dan Operator Administrasi Pendidikan. Kegiatan dibuka oleh Gubernur NTB, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mataram, H. Muhammad Yusuf. “Kegiatan pada hari ini merupakan momen penting dalam membangun sinergi dan kolaborasi antarberbagai pemangku kepentingan dalam bidang pendidikan, menyukseskan implementasi program prioritas Kemendikdasmen, menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi serta pemahaman mengenai arah kebijakan pendidikan, dan yang paling penting adalah untuk menguatkan peran dan kontribusi guru, kepala sekolah, pengawas, dan operator dalam proritas kebijakan pendidikan dalam merancang langkah dan tindak lanjut peningkatan SDM pendidikan, khususnya di Provinsi NTB," tuturnya. 

Selepas sambutan, kegiatan dibuka oleh Kepala Balai GTK Provinsi NTB, Wirman Kasmayadi. "Mengingat begitu penting dan strategisnya kegiatan ini, dalam hal ini kita bisa langsung bersinergi, berdiskusi, dan berkolaborasi untuk membangun dunia pendidikan di wilayah provinsi NTB. Transformasi kebijakan ini nantinya akan tetap berpedoman pada juknis yang dikeluarkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2025. Hal ini dilakukan untuk memberi akses yang lebih luas kepada semua potensi pelaku di dunia pendidikan dengan memfasilitasi substansinya, baik dari regulasi maupun sistemnya," jelasnya.

Lebih lanjut, Wirman mengingatkan lagi bahwa sesuai instruksi Presiden RI tentang efisiensi, secara tidak langsung ikut membawa implikasi terhadap pengelolaan dan penganggaran bagi pengembangan SDM, khususnya pengembangan guru dan tenaga pendidikan sehingga akan disiapkan fasilitator yang berbasis pada kelompok kerja yang akan dibentuk di tiap daerah kota, kabupaten, dan Provinsi NTB. 

Di akhir sambutannya, Kepala Balai GTK Provinsi NTB kembali mengingatkan bahwa pentingnya dukungan dari pemerintah daerah, baik lewat surat edaran yang dikeluarkan oleh Bupati maupum Wali Kota untuk mendukung secara penuh implementasi kebijakan ini, demi pengembangan guru dan tenaga pendidikan di wilayah Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ditutup dengan melakukan foto bersama yang diikuti oleh seluruh peserta kegiatan.