Balai Bahasa Provinsi NTB Tingkatkan Peran BIPA lewat Program Mandalika-BUMI di Lombok Tengah
Lombok Tengah, 14 Juni 2025—Mandalika-BIPA untuk Masyarakat Inovatif (Mandalika-BUMI) sebagai salah satu program inovasi Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat telah dilaksanakan sejak tahun 2023. Secara konsisten, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan program Mandalika-BUMI ini dengan melibatkan berbagai komponen sasaran, baik komunitas BIPA, pegiat BIPA, maupun para pelaku desa wisata. Dengan adanya kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berupaya untuk terus mendorong peningkatan upaya internasionalisasi bahasa Indonesia.
Kegiatan Mandalika-BUMI menyasar berbagai komunitas dan pegiat BIPA di Kuta, Kabupaten Lombok Tengah. Sebanyak 25 peserta yang berasal dari komunitas Suka Bahasa Private Learning dan komunitas lainnya mengikuti kegiatan ini di Hotel Lost Inn Kuta. Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi, dalam sambutan pembuka mengungkapkan bahwa tujuan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah memperkenalkan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai UPT Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki program unggulan internasionalisasi bahasa Indonesia yang menyasar para pegiat BIPA. Program BIPA ini akan didiskusikan pada kegiatan ini untuk menggiatkan implementasinya.
"Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melakukan pendampingan kepada berbagai komunitas dan pegiat BIPA. Harapan kami, komunitas ini menjadi mitra strategis Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk pengembangan program BIPA. Program ini perlu kita gencarkan karena Provinsi NTB merupakan destinasi wisata unggulan. Ada hal-hal positif yang bisa dilakukan oleh para pegiat BIPA dalam memperkenalkan bahasa dan budaya kepada para penutur asing,” paparnya menjelaskan rencana dan harapan positif bersama pegiat BIPA ke depannya.
Hal senada diungkapkan oleh Zamzam Hariro, Ketua Tim Kerja BIPA. Ia mendorong para pegiat BIPA untuk terus aktif melaksanakan kegiatan BIPA di komunitas masing-masing. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah agar bahasa Indonesia lebih mendunia karena penutur bahasa Indonesia terbanyak di ASEAN. Jadi, menurutnya hal ini bukan sesuatu yang mustahil untuk dilakukan bersama. “Tentunya ke depan hal ini dapat membuka lapangan kerja lebih luas yang berdampak juga pada peningkatan ekonomi masyarakat. Secara khusus, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat mendapat amanat untuk penginternasionalisasian bahasa Indonesia. Secara konteks wilayah Provinsi NTB dengan peningkatan pariwisatanya dapat berperan pada peningkatan internasionalisasi bahasa Indonesia. Kita sebagai warga negara Indonesia dapat berperan dan memiliki dampak positif melalui upaya inovasi Mandalika-BUMI ini," tuturnya menambahkan.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa berbagai cara bisa diupayakan dalam menarik perhatian wisatawan asing untuk belajar bahasa Indonesia. Salah satu yang telah dilakukan oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu menyiapkan SDM di desa-desa wisata untuk meningkatkan kompetensi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Untuk itu, saat ini Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat mencoba membuat pembelajaran mandiri dengan konsep kearifan lokal dan kebutuhan sasaran masyarakat.
Pada kegiatan ini, pembelajaran dilakukan dalam bentuk pendataan kebutuhan pegiat BIPA dan diskusi bersama yang dipandu oleh Tim Kerja BIPA. Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh para pegiat BIPA untuk mendiskusikan berbagai ide dan kondisi di lapangan saat menjadi pegiat BIPA. Pata peserta dibagi menjadi tiga kelompok yang bertugas mengisi dan mendiskusikan tema-tema yang seriang ditemui saat berinteraksi dengan wisatawan asing. Kemudian, setiap tim mempresentasikan hasil diskusi daj diberi masukan oleh kelompok lainnya sehingga terjadi pertukaran pengetahuan antartim.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menambahkan perlunya pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) secara kreatif, memanfaatkan media permainan lokal untuk memantik minat wisatawan asing belajar bahasa Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam mengembangkan program inovasi Mandalika-BUMI.