Geliat Literasi Menyala di Tengah Dusun: Taman Baca Montong Tanggak Tunaikan Kerja Literasi yang Menggembirakan

Lombok Tengah, 1 Juli 2025—Geliat literasi di akar rumput tidak pernah padam, malah makin gencar dilakukan. Taman Baca Montong Tanggak, sebuah komunitas literasi yang belum lama berdiri, menyelenggarakan Lomba Pentas Literasi sejak 29 Juni hingga 1 Juli. Kegiatan tersebut terdapat beberapa lomba, yaitu pidato, puitisasi terjemahan Alquran, baca puisi, dan stroy telling. Perlombaan tersebut diikuti oleh siswa SD dan SMP dari dusun-dusun sekitar.

Dalam kegiatan penutupan sekaligus acara puncak, Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat hadir bersama Nurcholis Muslim dan Gilang Aryo Damar. Kehadirannya untuk memberikan sambutan, piagam penghargaan, dan menyerahkan buku bacaan cerita anak hasil penerjemahan Sayembara Cerita Anak Bahasa Sasambo.

Meskipun diselenggarakan saat malam hari, kegiatan yang diselenggarakan di sebuah halaman kecil milik Pemerintah Desa Tanak Beak dipadati oleh warga sekitar, mulai dari anak kecil hingga orang dewasa. Antusiasme tersebut begitu diapreasiasi oleh Dwi Pratiwi selaku Kepala Balai Bahasa. Ia menuturkan kekagumannya dan senang melihat para orang tua berbondong-bondong untuk menyaksikan kegiatan tersebut karena hal itu menandakan dukungan orang tua terhadap peningkatan kecakapan literasi anak-anaknya.

“Taman Baca Montong Tanggak adalah salah satu komunitas literasi yang mengikuti kegiatan Benar-Benar Membaca dan Membaca Benar-Benar (BBM-MBB). Program tersebut adalah inovasi kami untuk memastikan anak-anak yang membaca buku tidak selesai saat bukunya habis dibaca, tetapi juga mampu dipahami dan mengimplementasikan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya,” jelas Dwi Pratiwi saat memberikan sambutan.

Ia pun memberikan contoh indikator keberhasilan program BBM-MBB. “Saat seorang anak melihat sampah berserakan, idealnya adalah anak itu mengambil dan membuangnya di tempat sampah tanpa disuruh. Jadi, tindakannya tersebut atas kesadaran pribadinya. Itulah yang kami harapkan dari program BBM-MBB,” terangnya. 

Kegiatan penutupan sekaligus acara puncak diisi dengan berbagai hiburan, terutama tarian yang diperagakan oleh tiga kelompok anak-anak dari tiga dusun yang berbeda. Selain itu, ada juga penampilan pidato dari pemenang lomba pidato.

Kepala Desa Tanak Beak, Ahmad Usman, mendukung penuh kerja-kerja yang diinisiasi Taman Baca Montong Tanggak. Ia pun mengaku bahwa Pemerintah Desa ikut menyumbangkan buku sebanyak 200-an eksemplar untuk kegiatan ini. Jumlah tersebut adalah kesuluruhan buku yang dimiliki Pemerintah Desa Tanak Beak. “Kami harap, kegiatan semacam ini akan terus dilakukan dan menjadi agenda tahunan. Ke depannya, kami usahakan untuk menganggarkan lebih banyak lagi alokasi dana untuk mendukung kegiatan literasi semacam ini,” pungkasnya.