Pengenalan Program Mandalika Bumi: Jembatan Komunikasi Antara Masyarakat dan Warga Asing di Destinasi Wisata
Lombok Timur, 8 Juli 2025—Balai Bahasa Provinsi NTB memperkenalkan program Mandalika Bumi (BIPA untuk Masyarakat Iovatif) sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi yang efektif antara masyarakat lokal dan wisatawan asing di destinasi wisata Sembalun, Lombok Timur. Program ini tidak hanya fokus pada pengajaran bahasa Indonesia kepada orang asing, tetapi juga memberikan pendampingan kepada masyarakat lokal agar mampu berinteraksi dengan wisatawan asing secara lebih percaya diri dan terarah.
Melalui kegiatan ini, masyarakat dibekali pemahaman dasar tentang cara berkomunikasi yang efektif dengan wisatawan, termasuk mengenali kebutuhan informasi yang biasanya ditanyakan oleh para wisatawan. Hal ini penting mengingat kesulitan berkomunikasi masih sering dialami warga setempat, baik karena keterbatasan penguasaan bahasa asing maupun ketidaktahuan dalam menyampaikan informasi secara jelas.
Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Dwi Pratiwi menjelaskan bahwa program Mandalika-Bumi merupakan program yang bertujuan membantu masyarakat di desa wisata agar dapat berkomunikasi dengan wisatawan asing. "Melalui program ini kami berharap dapat membantu komunikasi di daerah wisata sehingga masyarakat di daerah tersebut dapat dengan mudah berkomunikasi menjelaskan produk dan daerah wisatanya," ujar Dwi Pratiwi.
Masyarakat di Desa Sembalun menyampaikan kendala yang sering mereka hadapi khususnya saat menjelaskan tentang harga, jenis wisata, dan adat istiadat yang ada. Mereka mengeluhkan kesulitan dalam menjelaskan bagaimana agar para wisatawan mau menggunakan pakaian sesuai dengan budaya setempat.
Program Mandalika-Bumi ini disesuaikan dengan potensi wisata daerah seperti wisata tenun, rumah adat, taman bunga, hingga kawasan persawahan dan perbukitan. Dengan demikian, materi yang disampaikan relevan dengan konteks lokal dan mampu menjawab tantangan komunikasi yang kerap muncul dalam interaksi sehari-hari dengan wisatawan asing. Program ini diharapkan dapat menjadi sarana pemberdayaan masyarakat lokal untuk lebih aktif dan siap menjadi tuan rumah yang ramah, informatif, dan komunikatif bagi wisatawan yang datang ke NTB.