Tingkatkan Literasi, Balai Bahasa Provinsi NTB Gelar Pemberdayaan Literasi bagi Pegiat Pustakawan di Kab. Lombok Utara

Lombok Utara, 10 Juli 2025—Upaya meningkatkan kecakapan literasi di Nusa Tenggara Barat terus dilakukan oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, salah satunya dengan melaksanakan pemberdayaan komunitas penggerak literasi. Kegiatan dilaksanakan dengan tajuk Pemberdayaan dan Pendampingan Komunitas Penggerak Literasi di Pulau Lombok: Peningkatan Kompetensi Membaca bagi Pegiat Pustakawan Sekolah Dasar di Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan berjalan selama tiga hari, yakni 10—12 Juli 2025 di Cafe Bale Hao, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang yang terdiri atas sekolah penerima buku GLN, pendamping satuan pendidikan, komunitas, media massa, dan duta bahasa.

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara, yakni H. Adenan hadir sebagai narasumber pembuka. Adenan memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah memberi kesempatan pegiat pustakawan, pendamping satuan pendidikan, komunitas, dan media untuk mendapatkan pemberdayaan komunitas penggerak literasi dalam rangka peningkatan kompetensi membaca. Baginya, literasi merupakan keahlian dasar bagi semua ilmu pengetahuan. “Saya sangat berterima kasih dan mudah-mudahan dengan adanya kegiatan yang luar biasa ini yang dimotori oleh Balai Bahasa Provinsi NTB bukan hanya sekadar teori, tetapi untuk kita implementasikan bersama-sama,” tuturnya sebelum membuka acara secara resmi.

Dwi Pratiwi, Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada tahun 2022 beberapa sekolah di Kabupaten Lombok Utara menjadi penerima buku GLN (Gerakan Literasi Nasional) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. “Kami sangat berharap di Kabupaten Lombok Utara ini, sekolah-sekolah yang sudah mendapatkan bantuan buku itu sudah memanfaatkan bukunya dengan baik. Berdasarkan hasil evaluasi yang kami lakukan, masih ada sekolah yang buku-bukunya terbungkus rapi dalam dus. Jadi, kami ingin memastikan sekolah-sekolah di Kabupaten Lombok Utara sudah memanfaatkannya dan jika ada kendala mari didiskusikan bersama,” pungkasnya.

Pada hari pertama kegiatan, beberapa materi disajikan. Terdapat lima narasumber pada kegiatan hari ini, yakni Dwi Pratiwi yang menyampaikan materi Kebijakan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Zamzam Hariro dengan materi Pemahaman Membaca, Edwin dengan materi Memilih Buku Sesuai Jenjang dan Mengetahui Jenjang Baca Anak, Dewa Ketut Sudana dengan materi Membaca Nyaring, dan Muzayin dengan materi Strategi Pengembangan Minat Baca di Sekolah.

Dalam materinya, Dwi menyampaikan program prioritas Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, terutama terkait dengan peningkatan kecakapan literasi. Ia mengenalkan inovasi Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu BBM-MBB (Benar-Benar Membaca, Membaca Benar-Benar). "Cerdas mengulas buku bagi siswa SD diwujudkan melalui inovasi BBM-MBB. Kami berharap Bapak dan Ibu bisa mengimplementasikan inovasi ini di sekolah masing-masing sehingga dapat membantu meningkatkan kecakapan literasi siswa," ungkapnya.

Pemberian materi dilanjutkan oleh Zamzam Hariro, Penerjemah Ahli Madya Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia memaparkan pengertian, tujuan, aspek-aspek, dan keterampilan membaca. Ia juga menjelaskan bagaimana meningkatkan keterampilan pemahaman membaca melalui dua mekanisme, yaitu membaca nyaring dan bersuara.

Selanjutnya, narasumber ketiga, yaitu Dewa Ketut Sudana menyampaikan materi tentang membaca nyaring. Ia mempraktikkan bagaimana cara membaca nyaring di hadapan siswa. Sementara itu, Edwin dari Dinas Perpustakaan Kabupaten Lombok Utara menjelaskan tentang jenis jenjang buku dan contoh-contoh buku per jenjangnya. Terakhir, Muzayin dari Komunitas Pesisir menyampaikan tentang faktor penyebab, dampak, dan strategi pengembangan minat baca.