Pembinaan Pegawai UPT Kemendikdasmen Provinsi NTB: Mendikdasmen Ajak Kuatkan Gaung Trigatra Bangun Bahasa dan Kedaulatan Bahasa Indonesia
Mataram, 14 Juli 2025--Kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti ke NTB mendapat sambutan hangat. Berbagai tangkaian agenda penguatan pendidikan, baik internal maupun eksternal diberikan oleh Mendikdasmen. Pada kunjungan ini, Mendikdasmen Mu'ti, sapaan akrabnya berkesempatan menghadiri kegiatan Pembinaan Pegawai UPT Kemendikdasmen Provinsi NTB di Aula Wijaya Kusuma, BPMP Provinsi NTB. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pegawai tiga UPT Kemendikdasmen Provinsi NTB, yaitu Balai Bahasa, BPMP, dan BGTK Provinsi NTB ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi menyapa seluruh pegawai dan sebagai bentuk penguatan integritas lembaga dalam menyukseskan berbagai program strategis Kemendikdasmen.
Kegiatan ini dihadiri juga oleh Sekretaris Jenderal (Suharti), Direktur Jenderal GTK (Nunuk Suryani), Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Eko Susanto), Kepala BGTK, Kepala BPMP, Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa, dan jajaran pejabat lainnya. Pada kesempatan ini, Katman selaku Kepala BPMP Provinsi NTB, sekaligus penyelenggara kegiatan mengungkapkan bahwa kedatangan Mendikdasmen merupakan sebuah apresiasi bagi seluruh pegawai. Ia berharap bahwa momentum ini dapat membawa manfaat bagi para pegawai dan Mendikdasmen berkenan memberikan wejangan dalam penguatan implementasi program Kemendikdasmen di Provinsi NTB.
Hal tersebut mendapat tanggapan positif dari Mendikdasmen, Abdul Mu'ti. Ia menyatakan bahwa seluruh pegawai Kemendikdasmen perlu mengetahui program prioritas Asta Cita Presiden Prabowo. Pertama, program revitalisasi sekolah yang tahun ini sasarannya adalah untuk 10.441 satuan pendidikan. Kepala sekolah harus memiliki keteknisan dan mental terkait program ini yang menuntut perencanaan dan pelaporan yang detail. Setiap instansi harus memastikan program ini berjalan sesuai dengan peraturan. Kedua, peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan fasilitas dan sarana sekolah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan penekanan program bahasa dan sastra di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Sebagai lembaga bahasa, ada beberapa hal yang menjadi poin penting dan perlu dikuatkan bersama. Trigatra Bangun Bahasa perlu terus diperkuat pelaksanaannya. Selain itu, kedaulatan bahasa Indonesia harus terus digaungkan dengan slogan Bangga, Mahir, dan Maju dengan Bahasa Indonesia yang telah resmi diluncurkan pada tahun 2024 lalu.
"Saya berikan penugasan kepada Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk menciptakan peribahasa yang menggambarkan kesantunan berbahasa dan peribahasa yang mendorong kemajuan. Misalnya, seperti man jadda wa jadda. Jadi, maksud saya bagaimana kita mempopulerkan bahasa Indonesia ini menjadi sebuah kesantunan komunikasi publik. Bahasa bukan hanya menunjukkan identitas, tetapi juga menunjukkan keadaban kita dalam berbahasa. Kita juga harus mampu membangun kesalihan digital. Begitu pun dengan pelestarian bahasa daerah.l yang menjadi tugas kita bersama untuk menjaga dan merawat bahasa daerah kita dari ancaman kepunahan," tegasnya saat memberikan arahan terkait program bahasa dna sastra yang menjadi tugas dan fungsi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Pertemuan ini juga menjadi pemberian pandangan terkait arah kebijakan Kemendikdasmen. Abdul Mu'ti turut menjelaskan pogram prioritas Kemendikdasmen. Pertama, penguatan pendidikan karakter yang dimulai dengan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Hal ini harap terus disosialisasikan ke berbagai sekolah. Kedua, program Pagi Ceria, Senam Anak Indonesia Hebat, dan Doa Bersama yang meruapakan program penguatan karakter dan tambahan baru, yaitu Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang meliputi sosialisasi MPLS yang lebih manusiawi.
"Berdasarkan jumlah tayangan, video Senam Anak Indonesia Hebat telah ditonton lebih dari 61 juta kali. Tujuannya untuk membiasakan anak-anak kita lebih aktif dan tidak malas bergerak. Penguatan bimbingan konseling juga perlu dikuatkan untuk memberikan perhatian lebih kepada naak didik tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga nonakademik," imbuhnya melanjutnya pembinaan pada materi program prioritas.
Program prioritas kedua, yaitu peningkatan kapasitas guru terkait pembelajaran mendalam. Kemendikdasmen akan mengembangkan pembelajaran mendalam yang bisa diterapkan pada kurikulum 13 atau kurikulum Merdeka Belajar. Jadi, yang berubah adalah struktur kurikulumnya saja. Ia juga menekankan pentingnya penyebarluasan informasi yang sehat dan akurat. "Kita harus menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, adanya mitigasi persoalan yang bisa saja dihadapi dalam melaksanakan program, serta intervensi dalam penyebarluasan kebijakan informasi yang keliru atau salah. Contohnya, berita sekolah gratis. Berita yang beredar itu tidak benar. Hal yang benar adalah sekolah yang tidak dipungut biaya apapun. Kedua hal tersebut adalah hal yang berbeda. Tugas kita di sini adalah meluruskan berita-beeita yang sering kali disalahpahami dan menimbulkan gejolak di masyarakat," jelasnya.
Ia menyinggung terkait keberhasilan SPMB di Provinsi NTB. Menurutnya, pelaksanaan SPMB tahun ini sesuai dengan arah kebijakan Penerimaan Siswa Baru yang Inklusif dan Berkeadilan. Ia juga menegaskan persiapan pelaksaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) bagi siswa sekolah yang mulai berlaku pada tahun 2026. Dengan adanya berbagai penjelasan dari Mendikdasmen, seluruh pegawai diharaokan terlibat aktif mendukung penuh program bersama.
Direktur Jenderal GTK, Nunuk Suryani juga turut berpesan agar ketiga UPT Kemendikdasmen di Provinsi NTB untuk saling mendukung dan berkolaborasi menyukseskan program Kemendikdasmen. Setiap instansi UPT tidak bisa mengerjakan semua program ini sendiri, perlu saling mendukung dengan banyak mitra.
Pada kegiatan ini juga, Mendikdasmen bersama seluruh pegawai melakukan praktik Jeda Ceria. Semangat kebersamaan dan kosolidasi bersama Mendikdasmen menjadi motivasitiga UPT Kemendikdasmen Provinsi NTB untuk terus bersinergi bersama, termasuk Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.