Dukungan Balai Bahasa Provinsi NTB dalam Isu Kekerasan Seksual, WikiBasa NTB Sinergikan Peluang Kerja Sama
Mataram, 4 Agustus 2025--Balai Bahasa Provinsi NTB mendapatkan kunjungan dari Tim BasaNTB dalam rangka menjalin kerja sama dalam bidang kamus dan kegiatan Wikithon yang diselenggarakan oleh BasaNTB. Kunjungan diterima langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Dwi Pratiwi, Ketua Tim Kerja Pelindungan dan Pemoderenan Bahasa dan Sastra (Kasman), dan Tim Perkamusan dan Peristilahan (Rizki Gayatri dan M. Syamsur Rijal). BasaNTB diwakili oleh Walissa Tanaya Pramanasari, Ketua Yayasan Youth Ecco Indonesia dan tim.
Berdasarkan pemaparan dari Tim BasaNTB, kegiatan Wikithon tahun ini menyasar pada topik kekerasan seksual. Menurut Tanaya, kurangnya pemahaman tentang kekerasan seksual disebabkan oleh minimnya edukasi dari pemerintah, orang tua, dan sekolah, termasuk tidak dikenalkannya prinsip consent sejak dini. Budaya patriarki memperparah situasi dengan menyalahkan korban, bukan pelaku, serta minimnya dukungan dari lingkungan sekitar. Sistem pelaporan dan perlindungan hukum yang lemah membuat korban enggan melapor. Bahkan, kasus sering ditutupi oleh keluarga demi menjaga nama baik. Stigma sosial juga membebani perempuan dengan tuntutan moral dan pembatasan, sementara laki-laki tidak dibekali edukasi pengendalian diri sehingga kekerasan seksual terhadap perempuan terus marak tanpa ada upaya serius menciptakan lingkungan yang aman.
Untuk mengatasi rendahnya pemahaman terhadap kekerasan seksual dan lemahnya sistem dukungan terhadap korban, diperlukan upaya edukasi yang terstruktur dan melibatkan berbagai pihak. Salah satu rekomendasi dari Tim BasaNTB Wiki adalah melakukan sosialisasi langsung di sekolah dengan pendekatan peer to peer education, di mana siswa menjadi sasaran utama dan pemuda berperan sebagai peer educator. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan SMA/SMK/MA di Kota Mataram dan sekitarnya, melibatkan komunitas serta instansi terkait seperti DP3AP2KB, BKKBN, GENRE, PKBI, dan Senyumpuan. Selain itu, edukasi juga diperluas melalui konten media sosial yang dibuat dan dipublikasikan secara berkala oleh komunitas pemuda, seperti Duta Bahasa, GENRE, dan Pade Batulung. Sebagai pelengkap, pemuda pemenang Wikithon bersama komunitas pegiat isu kekerasan seksual turut menyelenggarakan siniar interaktif bekerja sama dengan UPTD Kominfotik, Balai Bahasa, dan Yayasan Youth Ecco guna memperluas jangkauan informasi dan meningkatkan kesadaran publik secara menyeluruh. Kegiatan sosialisasi ini yang menjadi poin utama BasaNTB untuk mengajak Balai Bahasa Provinsi NTB untuk berkolaborasi di dalamnya.
Dwi Pratiwi menyambut baik rencana kerja sama melalui kegiatan-kegiatan yang positif seperti yang telah disampaikan oleh BasaNTB. Dwi Pratiwi menjelaskan bahwa Balai Bahasa mempunyai peran yang dapat dilaksanakan dalam program tersebut sesuai dengan koridor dari tugas dan fungsi Balai Bahasa.
“Kami memiliki program siniar dan konten Duta Bahasa yang dapat kita kolaborasikan untuk mengedukasi hal yang berkaitan dengan isu kekerasan seksual, terutama di ranah bahasa dan hukum. Jadi, peran Balai Bahasa Provinsi NTB masih akan sesuai dengan koridornya.”
Selain itu, Dwi Pratiwi juga menyampaikan agar Tim BasaNTB dapat menggaungkan kosakata-kosakata khas Nusa Tenggara Barat di setiap kegiatannya. Hal ini dimaksudkan untuk memperkuat jati diri generasi muda agar tetap melestarikan bahasa daerahnya.
“Penggunaan kosakata bahasa daerah NTB dalam memberi nama atau tajuk kegiatan yang dilaksanakan oleh BasaNTB juga menjadi hal penting agar kosakata tersebut dapat tetap terpelihara.”
Kasman menambahkan, peran Balai Bahasa Provinsi NTB dalam kegiatan tersebut dapat juga disajikan dengan memunculkan cerita rakyat dan peribahasa khas NTB yang berisi pelajaran moral dan akhlak budaya NTB. Selain itu, Rizki Gayatri juga berpendapat dalam program Siniar Sasambo, para pemenang dari Wikithon dapat diundang secara langsung untuk diwawancara dengan topik kekerasan seksual dan hubungannya dengan bahasa.