Peningkatan Mutu Guru dan Siswa Melalui Literasi: Lokakarya SDN 22 Mataram Berfokus pada Inovasi Pembelajaran

Mataram, 23 November 2024--Program literasi yang menjadi salah satu program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat terus menyasar berbagai satuan jenjang pendidikan. Dalam hal ini, Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas, menjadi narasumber kegiatan Lokakarya Peningkatan Mutu Pembelajaran melalui Literasi dan Numerasi bagi Guru, Tenaga Kependidikan, dan Siswa yang diselenggarakan oleh SDN 22 Mataram. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kepala SDN 22 Mataram, Mudena. Ia berharap program penguatan literasi dapat menyentuh jenjang pendidikan sekolah dasar agar pemahaman literasi di tingkat satuan pendidikan dasar dapat dilakukan sejak dini.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Dinas Pendidikan Kota Mataram, Naufal Aldian, menjadi salah satu narasumber. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi tempat berdiskusi terkait pendidikan yang berkualitas untuk murid. "Berbicara tentang literasi, setiap manusia memiliki sudut pandang dan memaknai segalanya dari arah yang berbeda-beda. Saya menyebutnya transformasi bahasa atau dialektika bahasa. Menurut saya, literasi sesungguhnya adalah bagaimana kita memaknai pemahaman literasi. Bagaimana kita memaknai pembelajaran, tugas, dan fungsi kita sebagai guru dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini membuka fakta bahwa kita berupaya mentransfer ilmu kepada siswa dengan cara meningkatkan kompetensi kebahasaan," ujar Naufal saat memberi sambutan sekaligus mengawali paparan. Materi yang dibawakan, yaitu "Dipaksa Buat Menulis", lebih penekanan stimulasi kemampuan guru dalam memikirkan dan memaknai dasar literasi. Ia mengenalkan konsep berpikir kognitif dalam dunia pendidikan. 

Selanjutnya, penguatan literasi disampaikan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia membawakan materi "Transformasi Pendidikan melalui Literasi Baca-Tulis, Numerasi, dan Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu". Ia mengawali paparan dengan memperkenalkan informasi terkait transformasi pendidikan di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Melalui Rapor Pendidikan, setiap satuan pendidikan dapat mengakses informasi hasil penilaian Rapor Pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah saat ini telah menggaungkan slogan Bangga, Mahir, dan Maju dengan Bahasa Indonesia. Saat ini peraturan tentang kedaulatan bahasa sedang dibahas bersama untuk mengukuhkan hal tersebut. "Hasil Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) masih menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pendidikan. Selain itu, survei karakter dan survei lingkungan belajar jadi parameter lainnya yang menentukan indikator keberhasilan pendidikan," terang Puji Retno mengawali paparan di Ruang Kelas V SDN 22 Mataram.

Ia melanjutkan materi dengan penjelasan mengenai literasi baca-tulis. Berbagai modul dan bahan buku bacaan bermutu ditampilkan. Menurutnya, keberhasilan pembelajaran literasi sekolah bukan hanya tugas guru, tetapi juga tugas orang tua untuk memperkenalkan bahan bacaan literasi kepada anak didik. Berbagai buku bacaan telah tersedia di berbagai media digital. Ia juga menunjukkan video pembelajaran berbasis digital yang dapat menarik perhatian siswa. "Dengan metode ini, siswa diharap dapat lebih tertarik untuk belajar membaca, menulis, membaca nyaring, dan aktivitas literasi baca-tulis lainnya sehingga proses pembelajaran berjalan lancar dan siswa memiliki kemampuan literasi baca-tulis dasar. Ketika proses pembelajaran membaca nyaring, Bapak dan Ibu guru juga harus menampilkan mimik wajah ekspresif untuk menambah ketertarikan siswa dalam belajar," lanjut Puji Retno.

Materi pembelajaran literasi numerasi dan matematika berjalan selaras. Puji Retno menegaskan bahwa penyampaian secara teori dapat dipelajari dengan cara membaca dan memahami konteks teoretis. Akan tetapi, pemahaman melalui praktik akan lebih cepat diserap oleh guru. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh salah seorang guru pengampu kelas I, Ella. Dalam mengajar, ia melakukan pengenalan materi melalui buku dengan berbagai gambar menarik. Akan tetapi, masih terdapat kendala adanya siswa yang belum bisa membaca. Untuk itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menyarankan agar proses pembelajaran juga mengikuti dan beradaptasi dengan zaman, salah satunya melalui pemanfaatan pembelajaran digital. Hal ini penting untuk meningkatkan stimulasi pembelajaran aktif kepada siswa. "Guru juga harus mendapat pelatihan belajar teknologi melalui AI atau media dan alat teknologi lainnya. Jadi, kompetensi guru juga menjadi hal krusial," tandas Puji Retno saat diskusi tanya jawab berlangsung.

Penyampaian materi literasi yang diberikan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat selaras dengan harapan yang disampaikan oleh Kepala SDN 22 Mataram, Mudena. Ia berharap bahwa kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan metode pembelajaran literasi numerasi. "Bapak dan Ibu guru dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh sehingga Bapak dan Ibu guru dapat mengimbaskan kegiatan ini kepada siswa kita," pesan Mudena saat memberi arahan dalam kegiatan hari ini.