Optimalkan Kinerja dan Strategi: Balai Bahasa Provinsi NTB Gelar Monitoring dan Evaluasi Program dan Anggaran Triwulan IV Tahun 2024

Mataram, 26 November 2024--Hari kedua Monitoring dan Evaluasi Triwulan IV Tahun 2024 dilaksanakan dengan materi dari dua narasumber, yaitu Ingga Suwandana dari Explore Lombok dan Bandung Sapardi dari KPPN Kota Mataram. Ingga Suwandana menyampaikan materi terkait Social Media Branding and Strategy. Ia melakukan pengamatan terhadap media sosial Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dan memberi banyak masukan terhadap unggahan dan konten rutin Balai Bahasa Provinsi NTB. "Kita perlu memosisikan diri kita sebagai konsumen atau masyarakat yang melihat konten kita. Pertanyaannya, apabila menjadi pengguna media sosial yang tidak berasal dari instansi Bapak dan Ibu, apakah Bapak dan Ibu mau mengikuti media sosial instansi Bapak dan Ibu?" tegasnya. Dari pertanyaan itulah Ingga mengevaluasi unggahan Balai Bahasa Provinsi NTB, mulai dari pemilihan warna, pengaturan jenis konten, dan penggunaan bahasa.

Setelah pemaparan materi dari Ingga, kegiatan dilanjutkan dengan materi dari KPPN Mataram. Langkah-langkah strategis pelaksanaan anggaran tahun anggaran 2025 dijelaskan secara rinci untuk memastikan perencanaan dan capaian anggaran tahun 2025 lebih baik daripada tahun 2024. Bagi Bandung, Balai Bahasa Provinsi NTB telah mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Ia hanya menekankan bahwa kedisiplinan dalam melaksanakan rencana kegiatan perlu diperkuat. "Halaman III DIPA adalah hal penting dan menjadi alat kendali bagi KPA untuk mencapai kinerja dan keluaran serta sasaran program satker. Perlu adanya koordinasi yang baik antara KPA, Perencana Anggaran, dan PPK," tandasnya. 

Memasuki penghujung kegiatan, penyusunan rekomendasi dilakukan dengan dipimpin oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Puji Retno Hardiningtyas. Ia memberi arahan untuk memastikan saran yang diberikan oleh Inspektorat Jenderal agar segala kelengkapan dokumen tindak lanjut dapat disusun.Hasil evaluasi menjadi patokan dalam perbaikan pada tahun 2025. Puji Retno menekankan bahwa strategi untuk mencapai kinerja maksimal dan terus meningkat setiap tahunnya wajib dilakukan. Hal ini terutama pada tugas-tugas fundamental, seperti pemetaan bahasa daerah dan pendokumentasian sastra daerah yang menjadi program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 

Kegiatan ditutup oleh Puji Retno dengan menyampaikan rincian hasil evaluasi. Ia meminta komitmen menyelenggarakan pemerintahan yang bebas dari korupsi dan melayani dengan prima untuk dipegang dan diterapkan oleh seluruh pegawai. Setelah penutupan dilakukan, diberikan penghargaan dan hukuman kepada pegawai yang telah berprestasi dan melakukan pelanggaran disiplin. Terdapat tujuh kategori penghargaan dan hukuman, yaitu Pegawai Terajin, Pegawai Terlapor, Pegawai Paling Disiplin, Pegawai Paling Sering Terlambat, Pegawai Responsif SINDE, Pegawai Tidak Responsif SINDE, dan Pegawai Siaga.