Peran Balai Bahasa Provinsi NTB di Festival Literasi Nasional: Wujudkan Literasi Berdaya
Jakarta, 12 Desember 2024—Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen menyelenggarakan kegiatan Festival Literasi Nasional. Kegiatan ini terdiri atas beberapa rangkaian, salah satunya adalah Gelar Wicara Komunitas Literasi Penerima Bantuan Pemerintah. Dalam kegiatan ini, sebanyak perwakilan 100 komunitas literasi penerima bantuan pemerintah diundang menjadi peserta.
Kegiatan Gelar Wicara Komunitas Literasi dihadiri langsung oleh Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Ganjar Harimansyah. “Dalam kegiatan ini, kehadiran teman-teman pegiat literasi diharapkan dapat menjadi suntikan semangat bagi satu sama lain. Kami harap teman-teman bisa saling berbagi praktik baik dan menularkan semangat perjuangan,” ujarnya memberi semangat.
Kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari, mulai tanggal 9–12 Desember 2024, penuh dengan keseriusan dan keseruan. Para pegiat literasi saling memamerkan hasil kegiatan yang diselenggarakan menggunakan dana bantuan pemerintah yang diterima. Perwakilan komunitas literasi dari Nusa Tenggara Barat, lima dari sembilan komunitas literasi penerima bantuan pemerintah, diundang. Kelima komunitas yang diundang adalah Klub Baca Perempuan (Lombok Utara), Rumah Belajar Generasi Darmaji (Lombok Tengah), TBM Assyuro Lombok Creative (Lombok Timur), Rumah Baca Sahabat Literasi Baitul Quran Lombok (Lombok Barat), dan TBM Pantai Selatan (Sumbawa).
Di sela-sela kegiatan, para pegiat literasi berkunjung ke Taman Ismail Marzuki untuk menikmati pentas karya komunitas sastra penerima bantuan pemerintah. Untuk komunitas sastra, dari Nusa Tenggara Barat, dua komunitas menerima bantuan dan diundang menjadi peserta. Kedua komunitas tersebut adalah Kemas Samawi dari Sumbawa Barat dan Pengemban Budaya dan Adat Sasak (Mataram).
Para pegiat literasi yang hadir mendiskusikan rekomendasi kebijakan mengenai bantuan pemerintah untuk literasi. Beberapa poin berhasil dirumuskan, seperti teknis pemberian bantuan pemerintah dan nominal bantuan untuk komunitas literasi pada tahun 2025. Rekomendasi tersebut akan dicatat dan dipertimbangkan panitia demi perbaikan selanjutnya.
Selain gelar wicara, kegiatan ini juga meluncurkan buku cerita anak hasil residensi 25 penulis di daerah 3T. Sebanyak 50 buku cerita anak diluncurkan serentak. Peluncuran buku ini diharapkan dapat memantik para pegiat literasi untuk berkarya.