Balai Bahasa Provinsi NTB Menghadiri Pameran Temporer Museum Negeri NTB: Angkat Nilai Budaya dan Solusi Sampah Plastik

Mataram, 13 Desember 2024--Balai Bahasa Provinsi NTB turut hadir dalam Pameran Temporer yang diselenggarakan oleh Museum Negeri NTB. Kegiatan ini dihadiri oleh Asry Kurniawaty, Toni Samsul Hidayat, dan I Nyoman Cahyasabudhi Santosa sebagai perwakilan staf. Mengusung tema "Eksistensi dan Nilai Budaya Alat Rumah Tangga Masyarakat NTB", kegiatan ini dilaksanakan di Lobi Museum Negeri NTB.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sekolah, universitas, organisasi, serta unit pelaksana teknis (UPT) pusat yang berada di wilayah NTB. Pameran resmi dibuka oleh Penjabat Gubernur NTB, Mayjen TNI (Purn.) Hasanuddin. Sebanyak 110 koleksi alat rumah tangga tradisional masyarakat NTB dari Museum Negeri NTB dipamerkan dalam kegiatan ini. Kepala Museum Negeri NTB, Ahmad Nuralam, dalam sambutannya, menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai solusi modern. "Dengan mencontoh kearifan lokal pada alat rumah tangga tradisional, kita dapat menekan limbah sampah plastik dan mendorong gaya hidup sehat," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, H. Aidy Furqan, juga mendukung pernyataan tersebut. Ia menggarisbawahi pentingnya menjadikan peralatan tradisional sebagai inspirasi untuk mengatasi masalah lingkungan dan kesehatan. Aidy juga menyampaikan harapan agar Museum Negeri NTB dapat meningkatkan jumlah pengunjung dan fasilitas, meskipun telah masuk dalam 5 besar museum nasional terbaik.

Penjabat Gubernur NTB, Hasanuddin, mengapresiasi pencapaian Museum Negeri NTB dan mengingatkan pentingnya keberlanjutan program edukasi berbasis budaya. "Inspirasi penggunaan alat rumah tangga tradisional sebagai solusi sampah plastik adalah langkah edukasi yang sangat baik. Pengelolaan sampah di daerah lain juga dapat menjadi contoh yang kita tiru," ungkapnya. Pameran ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat untuk menjaga lingkungan melalui kearifan lokal.