Studi Tiru dan Patok Banding Penguatan ZI-WBK/WBBM di Provinsi DIY
Yogyakarta, 20 Desember 2024—Balai Bahasa Provinsi NTB melanjutkan kegiatan studi tiru dan patok banding instansi berpredikat ZI-WBK/WBBM di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada hari kedua. Tim Balai Bahasa Provinsi NTB mengunjungi Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah (Ditlantas Polda) DIY dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY.
Pada kunjungan di Ditlantas Polda DIY, tim diterima langsung oleh Susiati, selaku Kepala Subbagian Rencana dan Administrasi (Kasubagrenmin). Studi tiru pada Ditlantas kali ini lebih menekankan pelayanan publik. Balai Bahasa Provinsi NTB mempelajari pola layanan yang diterapkan oleh Ditlantas DIY yang telah meraih predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI-WBBM) sejak tahun 2020. Susiati menjelaskan bahwa pengawasan adalah hal utama di Ditlantas. "Dalam pelayanan publik di Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat), setiap hari kami berhadapan langsung dengan masyarakat dari berbagai latar belakang. Entah untuk urusan dokumen kendaraan bermotor seperti STNK, BPKB, atau dokumen lainnya, pengawasan menjadi hal utama. Alur pelayanan yang benar, tepat, dan efisien menjadi tindakan preventif untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, secara informatif kami juga telah memberikan imbauan di berbagai ruang layanan lewat poster maupun banner yang berhubungan dengan pencegahan gratifikasi,” ujarnya. Lebih lanjut, Susiati juga menjelaskan bahwa pimpinan juga menjadi faktor utama dalam perubahan di suatu organisasi. Jika pimpinan tidak dapat menjadi role model atau anutan, organisasi juga cenderung tidak dapat berubah lebih baik dari sebelumnya.
Selanjutnya, Tim Balai Bahasa Provinsi NTB mengunjungi BPMP Provinsi DIY dan diterima langsung oleh Retno Wijayanti, Kepala Subbagian Umum (Kasubbag) beserta jajaran staf BPMP Provinsi DIY. Retno berbagi praktik baik terkait pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (ZI-WBK/WBBM) di BPMP Provinsi DIY. Ia menggarisbawahi inovasi hasil penataan sistem manajemen SDM, "Kami mempunyai aplikasi bernama SIMOLEK (Sistem Informasi Manajemen dan Layanan Elektronik). Karena BPMP memiliki banyak tim kerja, di dalam SIMOLEK ini kami mempunyai fitur untuk menata dan mengatur surat tugas pegawai agar tidak terjadi surat tugas ganda saat pelaksanaan program kerja yang diampu pegawai dalam tim kerja," ujarnya.
Selain itu, Hengky, staf BPMP Provinsi DIY juga menjelaskan tentang akuntabilitas kinerja. Menurutnya, pemanfaatan teknologi seperti Google Drive dan Google Form dapat menjadi solusi bagi tim pelaporan kinerja. "Dengan aplikasi tersebut, seperti yang disampaikan Ibu Retno, bahwa BPMP memiliki banyak tim kerja dengan program kerja masing-masing dan mobilitas tinggi, kami memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi agar pengumpulan data capaian kinerja setiap tim kerja dapat tereksekusi secara cepat, efisien, dan valid." Nantinya, tim pelaporan akan mengolah data tersebut dan memverifikasi data dengan Tim Kerja.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan Balai Bahasa Provinsi NTB dapat meniru dan mengimplementasikan hal baik dari berbagai instansi yang telah dikunjungi di Provinsi DIY. Baik dalam manajemen perubahan, tata kelola, sumber daya manusia, akuntabilitas kinerja, pengawasan, maupun pelayanan publik. Hal tersebut sesuai dengan arahan dan penugasan dari Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Puji Retno Hardiningtyas.