Balai Bahasa Provinsi NTB Lakukan Penguatan Anggaran, Evaluasi ZI-WBK Tahun 2024, dan Sosialisasi Budaya Pelayanan Prima

Mataram, 3 Januari 2024--Saat ini, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat telah meraih predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK). Predikat ini membawa konsekuensi langkah-langkah lanjutan untuk membuktikan kelayakan Balai Bahasa mengemban predikat ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan evaluasi dan penyusunan strategi perwujudan ZI-WBK melalui Rapat Evaluasi Kinerja Tim Reformasi Birokrasi Internal Balai Bahasa Provinsi NTB Tahun 2024.

Rapat ini dihadiri oleh seluruh tim RBI Balai Bahasa Provinsi NTB. Evaluasi dilakukan dengan menelaah kendala dan kekurangan pelaksanaan ZI-WBK sesuai rencana kerja yang disusun awal tahun 2024. Setiap pengungkit, mulai dari pengungkit I sampai dengan VI. Atas kendala yang dihadapi, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Puji Retno Hardiningtyas, memberi rekomendasi hal-hal yang harus dilakukan di tahun 2025.

Puji Retno meminta rencana kerja di tahun 2025 harus dibuat serinci mungkin agar evaluasi mudah dilakukan. Ia juga menyampaikan, evaluasi secara lebih rutin harus dilakukan. Ia juga meminta setiap agen perubahan membuat laporan pertanggungjawaban atas apa yang telah dilakukan selama tahun 2024. Untuk Penataan Tata Laksana, Kepala Balai meminta agar clearance segera dilakukan. Peta SPBE juga diharap segera disusun. Pengawalan pengembangan kompetensi pegawai juga perlu dikawal. Ia juga meminta inovasi terus diperkuat dengan melakukan pemantauan secara berkala. Pelayanan yang prima diharapkan terus diupayakan sehingga berdampak pada peningkatan hasil survei kepuasan masyarakat dan persepsi kualitas pelayanan.

"Pemertahanan predikat WBK sepenuhnya ada di tangan kita selaku penyedia layanan. Lakukan yang terbaik dan upayakan konsistensi pelayanan yang prima," pungkas Puji Retno di akhir rapat evaluasi.

Selanjutnya, dilakukan simulasi pemberian layanan informasi di Unit Layanan Terpadu. Simulasi dilakukan oleh perwakilan staf sebagai petugas layanan dan pengguna layanan yang datang ke Balai Bahasa Provinsi NTB. Beberapa hal yang dipraktikkan, yaitu simulasi kedatangan, pemberian informasi, pengisian jenis layanan pada aplikasi Sidaya sesuai dengan kebutuhan pengguna layanan, prosedur pengisian survei layanan, dan proses pemberian layanan, serta prosedur pemberian layanan secara lengkap.