Dukungan Balai Bahasa Provinsi NTB: Program Desa Bayan Bercahaya Membangun Masyarakat Literat dan Mengurangi Kesenjangan Pendidikan
Lombok Utara, 13 Januari 2025—Balai Bahasa Provinsi NTB menjadi salah satu mitra program inovasi yang digagas oleh BPMP Provinsi NTB. Program inovasi bertajuk "Desa Bayan Bercahaya" resmi diluncurkan oleh BPMP Provinsi NTB dengan menggandeng Desa Bayan sebagai mitra utama sasaran program inovasi. Peluncuran program "Desa Bayan Bercahaya" dihadiri langsung oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Puji Retno Hardiningtyas. Pada kesempatan ini, Puji Retno mengungkapkan apresiasi atas peluncuran program inovasi yang mengangkat literasi desa. "Saya yakin makin banyak dukungan dari berbagai mitra, peningkatan literasi masyarakat akan terus tumbuh. Hal ini menjadi harapan kita bersama. Balai Bahasa Provinsi NTB, dengan tugas dan fungsinya, siap mendukung program Desa Bayan Bercahaya," ungkap Puji Retno, menyatakan dukungannya.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa Bayan. Pada kegiatan ini, hadir Bupati Lombok Utara (H. Djohan Sjamsu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara (H. Adenan), Kepala Balai Guru Penggerak Provinsi NTB (Wirman Kasmayadi), Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lombok Utara (Jalalussayuthy), Kepala Desa Bayan (Satradi), Ketua Inovasi NTB (Jamaluddin), perwakilan tokoh adat, tokoh masyarakat, mahasiswa, dan masyarakat Desa Bayan. Satradi selaku Kepala Desa Bayan melaporkan bahwa Desa Bayan merupakan satu-satunya desa yang telah melaksanakan program ini. Ia berharap ikhtiar ini membawa perubahan dan dampak positif bagi seluruh masyarakat Bayan. "Seyogyanya, peluncuran Desa Literasi ini dilaksanakan pada bulan November 2024. Akan tetapi, karena pelaksanaan pilkada, kami sepakat menundanya sampai hari ini. Hari ini adalah hari kebahagiaan kita bersama. Desa kami identik dengan masyarakat yang suka bekerja. Masih terdapat anak-anak yang putus sekolah. Akhirnya kami membuat komunitas Berugak Lombok yang diprakarsai Bapak Asuddin untuk membangun literasi masyarakat. Harapan kami agar masyarakat Bayan tidak lagi tertinggal dari segi pendidikan dan literasi. Sekarang kita bisa melihat hasil segala usaha kami. Bapak Asuddin keliling menggunakan motornya, membuka lapak-lapak baca ke berbagai sekolah dan rumah untuk menyapa masyarakat,” tuturnya melaporkan upaya pengembangan literasi melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Bayan.
Lebih lanjut ia menjelaskan berbagai bantuan berupa pelatihan untuk guru dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Utara, pendampingan satuan pendidikan dari BPMP Provinsi NTB, pendampingan literasi oleh pamong dari Kementerian Agama Kabupaten Lombok Utara, pengembangan ekowisata literasi dari Balai Bahasa Provinsi NTB, pembangunan keprofesian guru dari BGP Provinsi NTB, pengabdian kepada masyarakat dari FKIP Universitas Mataram, penyediaan bahan literasi dan pendampingan orang tua dari Inovasi NTB, dan bantuan buku dari Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Utara, serta mempersiapkan sarana dan prasarana seperti Berugak Literasi, Posyandu Literasi, dan penyediaan SDM seperti Karang Taruna dan Sekolah Perempuan dari Desa Bayan. Sejalan dengan hal tersebut, dukungan mengalir dari Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara, H. Adenan. Menurutnya, program ini harus diimplementasikan ke depan agar 1.394 data masyarakat yang pendidikannya masih rendah dapat diturunkan dengan upaya bersama. "Semoga kami terus mendapatkan dukungan dan kepercayaan dari masyarakat," tandas H. Adenan.
Selanjutnya, Kepala BPMP Provinsi NTB, Katman, selaku penyelenggara program, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil dari program inovasi dengan nama program MbaK DeSi (Membangun Desa Literasi). Perlu ada kolaborasi yang lebih luas lagi dengan pelibatan orang tua. Tim yang merumuskan program ini menemukan kekurangan pada dukungan di luar sekolah. "Salah satu kolaborator kami adalah Inovasi Provinsi NTB. Masyarakat yang hadir saat ini adalah kolaborator yang mendukung program ini agar berhasil dan membawa manfaat. Harapannya, program ini akan berdampak jangka panjang karena investasi pendidikan akan terus berlanjut. Kolaborasi ini mengharapkan pelibatan yang lebih luas dari masyarakat," jelasnya menyampaikan latar belakang yang menjadi landasan program ini dilahirkan oleh BPMP Provinsi NTB.
Dukungan utama hadir dari Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu. Sebagai pemimpin Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, ia mengajak masyarakat Desa Bayan yang hadir untuk bersatu demi kemajuan daerah di Desa Bayan. Dengan adanya kegiatan ini, Kabupaten Lombok Utara dapat mengalami kemajuan setahap demi setahap di bidang pendidikan. "Semoga kegiatan ini didukung oleh semua pihak sehingga kemajuan daerah kita dapat makin baik. Saya percaya dengan masyarakat Bayan, ketika diberikan sesuatu yang baik maka masyarakat akan bekerja keras. Untuk itulah saya yakin, kemajuan daerah kita dapat kita tingkatkan dan merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Lombok Utara,” imbuh H. Djohan Sjamsu yang percaya akan dukungan dari masyarakat Desa Bayan.
Peluncuran program inovasi dilanjutkan dengan kunjungan pemantauan dan evaluasi kegiatan literasi di MI Mandala, Desa Bayan. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB bersama dengan tim yang hadir turut berinteraksi dengan siswa-siswa yang sedang membaca buku bahan bacaan literasi, salah satunya sumbangan dari Balai Bahasa Provinsi NTB. Puji Retno berharap para siswa terus tergerak membaca buku-buku literasi dan yang paling utama, penyediaan bahan bacaan dapat menjadi program utama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Kegiatan ini dirangkai dengan pemberian bantuan literasi kepada Komunitas Perpustakaan Keliling Bayan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB. Bantuan berupa buku bacaan, alat tulis, dan spanduk diserahkan langsung kepada Asuddin selaku Ketua Perpustakaan Keliling Bayan. Kegiatan ini merupakan tahap pembinaan lanjutan Program Mandalika-Desa Wisata Literasi (Mandalika-Dewisali) yang telah dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB sejak tahun 2023. Keberlanjutan program inovasi ini menjadi salah satu tugas yang terus diupayakan oleh Balai Bahasa Provinsi NTB.