Penguatan Kemitraan Balai Bahasa Provinsi NTB Menyasar Universitas Muhammadiyah Mataran dan TVRI Stasiun NTB

Mataram, 5 Februari 2025--Penguatan kemitraan menjadi salah satu prioritas yang terus dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Hal ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan kebermanfaatan lembaga yang menyasar berbagai lembaga. Dua lembaga yang disasar pada penguatan kemitraan hari ini adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Mataram dan TVRI Stasiun NTB.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Puji Retno Hardiningtyas, bersama Tim Kerja Sama melakukan kunjungan pertama ke FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram. Tim diterima oleh Dekan FKIP, Muhammad Nizaar, beserta Wakil Dekan I, Wakil Dekan III, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dan perwakilan dosen. Pada kesempatan ini, kedua pihak membahas pembaruan program kerja berdasarkan hasil realisasi Rencana Kerja tahun 2024. Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah mengungkapkan bahwa memang tidak semua hal yang telah direncanakan bersama dapat direalisasikan, tetapi tahun ini upaya penguatan implementasi program harus digalakkan kembali. "Program BIPA tahun 2024 sangat ingin kita laksanakan di kampus Ummat, tetapi berdasarkan hasil diskusi dengan universitas, ada program lain yang diprioritaskan. Program penguatan kelembagaan dan kualitas bahasa di NTB perlu kita laksanakan juga. Kami berterima kasih selalu dilibatkan dalam kegiatan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat," tandasnya saat membuka pertemuan kunjungan di Ruang Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menyampaikan hal yang sama. Adanya penguatan implementasi program harus menjadi perhatian bersama. "Kerja sama antara FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram dan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berjalan dengan baik. Sebagai perwujudan kemitraan ini, kami sangat senang melibatkan FKIP Universitas Muhammadiyah Mataram dan kami memprioritaskan universitas yang bekerja sama dengan kami. Kami juga berupaya melaksanakan program Rencana Kerja, seperti pelaksanaan UKBI dan kegiatan fakultas lainnya,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa program BIPA perlu ditindaklanjuti berupa kegiatan pembelajaran, misalnya berupa bimbingan teknis untuk calon atau pengajar BIPA di Universitas Hamzanwadi. Untuk kemitraan ke depannya, penambahan program literasi menjadi salah satu program. Upaya penguatan tersebut dituangkan dalam Rencana Kerja Tahun 2025 yang disepakati dan ditandatangani oleh kedua lembaga.

Berikutnya, kunjungan kemitraan menyasar TVRI Stasiun NTB. Pada pertemuan ini, Kepala TVRI Stasiun NTB, Okta Helena Kati Jara, menyambut langsung bersama perwakilan bidang kerja sama, media, dan produksi siaran. Ia menuturkan bahwa pelaksanaan program pada tahun 2025 berfokus pada kolaborasi dengan mitra. Adanya efisiensi anggaran menuntut lembaga harus terus berinovasi menjalankan tugas dan fungsi dengan baik dan maksimal. "Kami tetap melaksanakan siaran walaupun terdapat efisiensi anggaran. Pada prinsipnya, program yang sudah kita rencanakan, harus kita laksanakan. Kami siap berkolaborasi bersama mengembangkan siaran bahasa dan sastra sesuai dengan tugas penyiaran kami," ujar Okta Helena Jati Kara di Ruang Rapat Media TVRI Stasiun NTB.

Komitmen tugas dan fungsi yang sama juga ditekankan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia menyampaikan bahwa Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berupaya menindaklanjuti program dalam Rencana Kerja. "Kami tentu akan menindaklanjuti Rencana Kerja Sama yang harus kita perbarui kembali. Mari, kita wujudkan program kerja sama ini. Kita perlu memilah program-program yang bisa kita laksanakan bersama sesuai dengan anggaran dan peraturan," terangnya menyampaikan informasi program kerja dengan penyesuaian anggaran.


Kegiatan terdekat Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Perayaan Hari Bahasa Ibu Internasional dengan mengundang guru TK, pakar mendongeng, dan praktik baik pengajaran mendongeng yang menyasar siswa. Hal ini menjadi salah satu program yang perlu dikolaborasikan dalam hal penyiaran publik. Kedua lembaga sepakat untuk menyusun beberapa program bahasa dan sastra. Adapun program tersebut, yaitu program Pelangi Bahasa, Dialog NTB Bicara, dan Sudut Pandang, serta program Mendongeng dalam Bahasa Daerah Sasambo. Usulan program-program tersebut akan dituangkan dalam Rencana Kerja Tahun 2025.