Balai Bahasa Provinsi NTB Mengikuti Asesmen yang Diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Mataram, 19 Februari 2025—Sekretariat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mengadakan kegiatan Asesmen Calon Pejabat Pengawas dan Administrator di lingkungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kegiatan Asesmen yang dilaksanakan di Ruang Bayan, Balai Bahasa Provinsi NTB diikuti Puji Retno Hardiningtyas (Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB) dan Diah Rachma Yudita (Operator Layanan Operasional) secara daring. Asesmen yang dilaksanakan mulai tanggal 12--18 Februari 2025 adalah upaya tindak lanjut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk segera mengisi jabatan administrator dan pengawas yang masih kosong sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 47 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Bahasa dan Kantor Bahasa.
Pejabat administrator dan pengawas harus memiliki kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural sesuai dengan standar kompetensi yang dibuktikan berdasarkan hasil evaluasi oleh tim penilai. Untuk itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melakukan uji kelayakan dan kepatutan dalam bentuk asesmen guna mengukur kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural para calon pejabat administrator dan pengawas. Asesmen ini diikuti oleh para peserta yang dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok I terdiri atas kepala balai bahasa, kepala kantor bahasa, kepala bidang, kepala bagian, dan nomine terkait. Adapun Kelompok II terdiri atas kepala subbagian tata usaha, kepala subbagian umum, dan nomine terkait.

Tujuan asesmen ini adalah memastikan seluruh calon pejabat memiliki integritas, kapasitas, dan kompetensi yang sesuai untuk menjalankan tugas profesional dan mendukung prinsip meritokrasi dalam pengelolaan ASN secara adil, transparan, dan objektif. Asesmen dilaksanakan dalam beberapa sesi. Pada hari pertama, para peserta mengikuti uji tulis substansi dan dilanjutkan dengan tes psikologi, simulasi analisis kasus, diskusi kelompok terpumpun, dan wawancara teknis, manajerial, dan sosial kultural pada hari-hari berikutnya.