Balai Bahasa Provinsi NTB Lakukan Penjajakan Kerja Sama Literasi dengan Yayasan Jari
Mataram, 20 Februari 2025--Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menerima kunjungan Yayasan Juang Laut Lestari (Yayasan Jari). Pada kunjungan ini, hadir Hani Nusantari selaku manajer program Yayasan Jari dan Kandi Sekarwulan.
Pertemuan yang dilaksanakan di Ruang Anjani Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat ini dihadiri oleh Tim Kerja Sama yang diwakili oleh Baiq Ayu Candra, Nurcholis Muslim, Kasman, Zamzam Hariro, dan Yodi Sumarjana. Pembahasan seputar program literasi yang telah dikembangkan oleh ketiga lembaga tersebut. Sebagai informasi, Yayasan Jari merupakan lembaga swasta yang bergerak di bidang pelestarian laut dan pendampingan kompetensi literasi untuk masyarakat pesisir. Basis program menyasar Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa Barat. Hani Nusantari menjelaskan bahwa Yayasan Jari telah selama 10 tahun berkolaborasi dengan Kandi Sekarwulan yang melaksanakan program literasi melalui kegiatan menulis bertema kearifan lokal. Ia berharap dengan adanya pertemuan ini dapat menambah kesempatan kolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Pada kesempatan ini, Nurcholis Muslim selaku Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Literasi menyambut baik organisasi nirlaba yang ingin memperjuangkan program literasi. "Kami telah melaksanakan dan mengembangkan program inovasi literasi. Kami juga melaksanakan literasi berbasis desa wisata. Program literasi yang dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menyasar masyarakat pesisir dengan menggandeng komunitas literasi. Salah satu lokasi tersebut, yaitu di Desa Lembar. Kami terus mendorong dan aktif berkolaborasi dengan berbagai komunitas. Kewajiban kami dalam memberikan pemahaman membaca, menulis, dan tentunya berkolaborasi dengan komunitas," tutur Nurcholis Muslim.
Berbagai komunitas telah disasar dan menjadi mitra pengembangan literasi yang dijalankan oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu Perpustakaan Keliling Desa Bayan, komunitas di Desa Karang Sidemen, dan komunitas literasi lainnya. Hal ini memantik ketertarikan Kandi Sekarwulan yang turut hadir dalam kunjungan ini. Ia mengungkapkan bahwa Yayasan Jari menghasilkan berbagai buku cerita bertema kearifan lokal dengan menggandeng guru-guru yang tertarik menulis. Adapun buku cerita yang telah dibuat dan sedang dalam proses cetak adalah buku cerita berjudul "Tata si Gurita", "Persahabatan Pentagon dan Kondo", "Mari Mengenal Gurita", dan buku cerita lainnya. Tema cerita di antaranya tentang lingkungan, sosial, dan alam.
Program tersebut sejalan dengan program inovasi Mandalika-Dewisali dan Mandalika-Bumi yang dilaksanakan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat sejak tahun 2023. Zamzam Hariro menguraikan bahwa Mandalika-Bumi merupakan kegiatan literasi berupa peningkatan kemampuan berbahasa Indonesia dan Inggris di desa terpencil. Pelibatan masyarakat yang bersentuhan langsung dengan pariwisata membuat program ini lebih mudah dan tepat sasaran. "Tentunya, tidak cukup hanya sekali. Kami membutuhkan teman-teman komunitas untuk melanjutkan program ini dan berperan dalam pelaksanaannya. Kami telah membina beberapa desa dan akan terus memperluas jangkauan sasaran," imbuh Zamzam Hariro. Adapun beberapa dasar penjajakan kerja sama ketiga lembaga, yaitu pendampingan kelas menulis dan penguatan Mandalika-Bumi di wilayah pesisir.