Komitmen Program Kebahasaan dan Kesastraan yang Berkelanjutan: Balai Bahasa Provinsi NTB Melakukan Audiensi dengan Gubernur NTB
Mataram, 2 Mei 2025--Komitmen pembangunan program kebahasaan dan kesastraan yang berkelanjutan menjadi salah satu fokus penguatan yang digalakkan oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Untuk itu, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan audiensi dengan Gubernur NTB untuk memperkuat hal tersebut melalui legalitas Nota Kesepakatan.
Pada kesempatan ini, Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi memaparkan program kebahasaan dan kesastraan di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ia menuturkan bahwa Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa memiliki empat program prioritas. "Kami merupakan satuan kerja vertikal Kemendikdasmen yang melaksanakan program peningkatan kecakapan literasi, pemartabatan bahasa Indonesia, pelindungan bahasa daerah, dan penginternasionalan bahasa Indonesia. Program literasi dengan sasaran siswa dan mahasiswa. Hal ini berkaitan dengan Rapor Pendidikan yang merupakan tanggung jawab kami. Kami mempunyai program penyediaan bahan bacaan bermutu untuk siswa SD dan SMP. Pada tanggal 25 April 2025 lalu, Mendikdasmeb bersama Mendagri dan sejumlah pemangku kepentingan mendeklarasikan pemartabatan bahasa Indonesia,” ujarnya mengawali program prioritas Kemendikdasmen.
Lebih lanjut, ia menjelaskan keinginan menjadikan Provinsi NTB menjadi pionir pemartabatan bahasa Indonesia. Selain itu, program yang tidak kalah penting, yaitu Revitalisasi Bahasa Daerah, dan Internasionalisasi Bahasa Indonesia melalui pengajaran BIPA. “Berkenaan dengan seluruh implementasi kegiatan yang telah dilaksanakan bersama, kami merasa perlu memperkuat kerja sama program kebahasaan dan kesastraan melalui penandatanganan Nota Kesepakatan,” lanjutnya menjelaskan muara program kebahasaan dan kesastraan bersama Pemerintah Provinsi NTB.
Hal-hal yang telah dijelaskan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat mendapat atensi positif dari Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal. Didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Abdul Aziz, ia menyampaikan rencana kegiatan rapat koordinasi yang melibatkan seluruh kepala daerah di Provinsi NTB. "Momen tersebut bisa digunakan untuk pelaksanaan penandatanganan Nota Kesepakatan bersama. Kami ada program relawan untuk wisatawan asing yang tinggal di Lombok dengan pembelajaran nilai-nilai lokal bahasa dan budaya," jelas Miq Iqbal, panggilan akrabnya. Ia juga menyoroti peran pembelajaran BIPA yang pernah digagasnya saat masih menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Turki. Tidak hanya itu, dukungan untuk pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) juga menjadi hal positif pada diskusi hari ini.
Pertemuan ini tidak hanya sebagai ajang untuk menguatkan kebijakan implementasi kebahasaan dan kesastraan di NTB, tetapi juga menjadi upaya menghasilkan legalitas kebijakan antara Pemerintah Provinsi NTB dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Nota Kesepakatan. Dengan adanya penandatanganan Nota Kesepakatan, Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berharap hal tersebut akan memudahkan koordinasi, pelaksanaan, dan evaluasi program, serta dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat NTB.