Puisi-puisi Muhammad Daffa
SEPERTI PUISI
1
Kau mahir sembunyi dalam namaku
menulis berbait-bait surga.
Seperti puisi, aku pun menerima
segala kemungkinan-kemungkinan
terucap di luar umpama.
2
Berbait-bait surga
mengeja nama
yang telanjur diucapkan cahaya.
3
Berupaya menyusun tema
seputar muasal cinta
bagaimana ia pandai mengeja
sepasang kita
yang ditelantarkan metafora
sejak puisi purna mengaminkan duka.
Ruangkopi, Juli 2023
UPAYA MENULIS MANTAN
Kesunyian bermalam pada degupku
segala deru dan halu menjadi satu
tak satupun cinta berseru.
Kubayangkan wajahmu muncul di hadapan
dengan sejumlah terkaan jitu
bagaimana hari libur yang wagu.
Apakah berjalan baik-baik saja
atau diterkam rindu tak tahu arah dan tuju
entah kemana bakal berpenghulu.
Aih, penghulu, tangan-tangan setengah menunggu
di balik pintu, menyambut uluran ragu
bayangmu-bayangku tak kunjung berpadu restu.
Kesunyian berulang mengetuk dada
cinta yang tergesa mengucap bahagia
antara kenangan mengasah sembilu
dan musim yang kian sewarna penghujung minggu.
Ruangkopi, Juli 2023
EPILOG SEORANG IBU
Tertatih ibu memapah usia
seraya berkaca pada jiwanya
kerap tersesat dalam jelaga.
“Bujang! di simpang mana bakal menyeberang
dengan doa-doa tekun begadang.
Menjemput lelaki yang hilang bayang
ketika menyusur sebentang jalan pulang?”
Malam pun mengulang igauan lama
perihal cinta yang kabur entah kemana
dan ibu masihlah sama, mengucap nama lelakinya
antara puisi dan surat-surat selipkan cerita.
Berhalaman-halaman minggu, ibu tetap gigih menunggu
membayangkan cinta kembali tiba mengetuk pintu
tak lagi membiarkannya pengar dalam rindu.
Ruangkopi, Juli 2023
KEPADA KITAB
Kitabmu terbuka, lembar-lembar pahala
dan mayat pendosa yang terbakar.
Perusuh pertama lahir dari lambung agama,
membawa narasi setengah berseru.
“Surga telah koyak, kekasih. malam mengabu
dan para pendoa tak lagi merdu berlagu!”
barangkali masih tersisa rahmat, secuil maklumat
bagaimana menyudahi kiamat.
Kitabmu terbuka, lembar-lembar pahala
dan seorang nabi yang menyatu dalam puisi
tak membiarkan perusuh kedua lahir dari lambung agama
nubuat yang memantik nyala api.
Ah, api, katamu, apa lagi yang dikobarkannya kali ini?
slogan-slogan palsu, atau surga bagi para pembenci?
Ruangkopi, juli 2023
DI KOLOM MINGGUAN SURAT KABAR
Apa kabar puisi yang latah
apakah sudah dikasih jatah susu
oleh ibu yang suka menangis tiap kali melihat matamu?
Apa kabar Joko yang budiman
masih nyenyak terpenjara dalam lautan iklan?
ruangkopi, Juli 2023
MEMBACA PUISI ANJING
Anjing mengutuk diksi-diksi yang lahir dari hujan
metafora berubah sungai yang haus
mengalun lagu sumbang
“dulu pernah kurindukan muara
air mata yang gugur dari pipi ibu
sebelum gerimis mengirim soneta sedih”.
Di mana-mana kutemukan anjing
mereka mengejar puisi yang kita tinggalkan di jalan
virus penyair makin marak
ingin kutinggalkan semua yang kau beri nama kesunyian
agar para anjing kembali ke muasalnya
berpeluk malam
dan senyum palsu kupu-kupu.