Sejarah Singkat Balai Bahasa Provinsi NTB

Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berdiri sejak dikeluarkannya SK Menteri Pendidikan Nasional Nomor 157/O/2003 pada tanggal 17 Oktober 2003. Keputusan ini kemudian diperkuat melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2012 tentang Keberadaan Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Peraturan terbaru yang mengatur tugas dan fungsi Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Bahasa dan Kantor Bahasa. Pada tahun 2024, Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat ditetapkan menjadi Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 47 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Bahasa dan Kantor Bahasa.

Adapun daftar pimpinan yang telah membangun dan berkontribusi sejak Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dan sampai menjadi Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu Prof. Dr. Mahsun, M.S. (2004—2009), Dra. Yeyen Maryani, M.Hum. (Plt.2009—2012), Dr. Syarifuddin, M.Hum. (2012—2018), Drs. Songgo Siruah, M.Pd. (2018—Mei 2019). Dr. Umi Kulsum, S.S., M.Hum. (Juni 2019—April 2022), Dr. Puji Retno Hardiningtyas, S.S., M.Hum. (Mei 2022—Februari 2025), Dra. Dwi Pratiwi, M.Pd. (Maret 2025—Januari 2026), Zamzam Hariro, M.Pd. (Plt. Februari--April 2026), dan Dr. Arie Andrasyah Isa, S.S., M.Hum. (April 2026--sekarang). Seiring dengan perubahan kenaikan eselonisasi dari Eselon IV ke Eselon III maka Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat saat ini memiliki Kepala Subbagian Umum, yaitu Diah Rachma Yudita, S.I.P. (Juni 2025--sekarang).

Jumlah Pengunjung

  • Hari ini: 0 pengunjung
  • Bulan ini: 2,293 pengunjung
  • Total : 2,422,634 pengunjung

Kontak Kami

Media Sosial