Puisi-puisi Zulhan Nurhathif
Nayanika
Aku ingin berenang
di kedua matamu
mencari hal-hal lalu
yang dulu pernah kutemu
di rahim Ibu.
Al Ikhsan, 22 Mei 2023
Sepasang Bola Mata
:buatN
Masih bisa kubaca kesedihan
pada matanya yang lancap,
walau gurat senyuman
membuat kesedihan sulit tertangkap.
Aku selalu melihat mata sayu
pada tubuhnya yang hampir layu.
Jika malam tiba maka mengalir deras
dari kedua matanya segala yang
membuatnya waswas dan sering merasa cemas.
Aku pernah minum sebagian yang mengalir
dari kedua matanya sampai hilang dahaga
dan ia merasa sedikit lega.
Namun, kini di matanya telah tercipta kolam luas
dan tubuhku tak akan pas
menampung sebagian yang mengalir dari matanya
agar ia merasa sedikit lega.
Al Ikhsan, 23 Mei 2023
Di Teras Rumahmu
Aku sudah sampai di teras rumahmu
namun aku tak mau lekas
masuk atau mengetuk pintu.
Sebab dari jendela kulihat ruang tamu
dengan cat berwarna biru muda
juga foto-foto yang terpampang
dalam pigura, oh astaga.
Tiba-tiba aku merasa gamang
meski semalaman dipukuli ribang,
di sana—dalam pigura
tergambar wajah seorang laki-laki dan wanita
semoga kalian bahagia.
Al Ikhsan, 25 Mei 2023
Penunggu
Ia dipeluk malam
perlahan mulutnya
menyulam senyum
mengembang, di antara
remang-remang.
Di selasar Ia menanti kabar
dari yang paling jauh, suara itu
hanya suara itu
alasannya tetap tabah:
menunggu.
Al Ikhsan, 16 Juni 2023
Kupu-kupu untuk Syakira
Kami pergi ke taman
pada siang hari yang terik
duduk berdua di tepi kolam
mendengar ricik air mengalir
mengobati redam.
Terlihat wajahnya semringah
saat seekor kupu-kupu terbang rendah
mengelilingi kami.
Rupanya seekor kupu-kupu sedang mengajari
cara sederhana untuk bahagia.
Al Ikhsan, 25 Mei 2023
Nocturno
Tubuh saya yang lelah,
sepenuhnya direnggut malam
yang gelap dan ngeri.
Malam menghajar tubuh saya
di atas kasur hingga saya tak berdaya,
walaupun telah merapal-rapal doa
tubuh saya tetap kalah, malam malah
mencengkeram dan memaksa tubuh saya
berkelana menuju kota-kota yang
tak diketahui namanya.
Pagi hari saya pulang diantar malam
dan tak tersisa lagi kantuk
yang seharian mesti saya pendam.
Al Ikhsan, Mei 2023