Puisi-puisi Dinullah Rayes

 

  1. Gema Aksara dan Rasa

 

Dari sebuah noktah

kutoreh garis datar

menuju kota anak-anak benua

tegak lurus arah bulan dan surya

kata literasi dan rasa nurani menggetar tirai jendela dunia:

"Kembali ke jati diri yang manusiawi

luluh dalam semesta cinta kasih-Nya."

 

Kau pun gegas tutupi lubang daun telinga

hingga tak tersentuh cadar hatinya

mengipas napas kepura-puraan demi kefanaan semata.

 

Sekian milyaran tahun yang silam

Tuhan yang bukan tuan-tuan dan puan-puan

telah menggaung seruan:

Kun-Fayakun

kita pun mengembara leluasa

dari aksara hijaiyah yang membiru langit

menghijau bumi yang mata air

makmurkan tanah air

negeri sendiri tempat berpijak dan mengunyah inti sari lambungnya

 

Kita merebut dan merawat cermin cinta

pijar sinar cahaya alam semesta

dituntun sunah Nabi/Rasul penghabisan

bersama umat memahat kaligrafi

di tembok purba dunia islami yang fitri.

 

Laron-laron pun rela dan ihlas mati

dalam banjir cahaya yang Maha Firman.

 

Jati diri yang harga diri di atas segala-galanya

haram tergadai jemari gurita yang buta rasa

atas negeri para leluhur masyhur ini.

 

Di bawah cuaca yang buncah

NTB Indonesia

17 Oktober 2023

 

  1. Testimono dari Customer Langit Nurani

 

Bumi dari hulu hutan balita

membuka kelopak mata air

buat umat bertangan batin iman.

 

Muara wadah pertemuan

air liur tawar kali,dan air liur asin lautan

menggarami hidup insan dan keinsanan.

 

Laut yang mengombak biru

perahu layar,kapal-kapal menggetar mesin

mengantar rindu,cinta kasih

ke anak-anak benua seketurunan.

 

Dermaga yang bianglala

tanjung yang menyanjung

teluk yang memeluk

tempat hidup cucu adam-hawa

menabur sinar lahir-hadirkan cahaya.

 

Kita yang bersayap dan mengipas napas

umat wakil Maha Amanah alam semesta

wajiblah kendali stang stir bulan dan surya

arah perubahan seirama senyuman Maha Agung

tak berbayang.

 

Tanah air yang membahana

Menyarangi anak burung merpati

Tolong saudara seiman Palestina

Penjajah Israel mengubur diri mati.

 

Di bawah cuaca cerah

NTB Indonesia

1 November 2023

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Melangkah melalui Jalan Raya Cinta

 

1.

 

Engkau telah ciptakan hidup  yang bersayap dan bernapas

di bumi kita langkahi tanah datar berkerikel dan beraspal

berbelok ke kiri atau ke kanan

kemudian menikung dan mendaki

lintasi lereng gunung lalu tiba di puncak

memandang kehidupan baru yang wawasannya

seluas pikiran dalam berbagai suara dan warna terekam dalam perasaan kita.

 

2.

 

Akal pun memeta diri kita dalam literasi lisan perubahan

yang jati diri terikat bisikan nurani dari Tuhan

yang menerangi hati dengan cahaya kehidupan

hanya kepada-Mu yang mencerahkan alam semesta

lewat pikiran dan perasaan yang maha segala.

 

3.

 

Kemurahan dan kearifannya  yang Kun Fayakun

menciptakan dunia jelma taman anggun buat insan seutuhnya.

 

4.

 

Kita yang di hilir ini telah jumpa manusia berdiam di hulu bahasa kalbu

antara lain telah lidahkan lisan yang berlian

manjasus,siklur.arisz,ihin,

zaksur,pur,citra,gun,dina,majid dll

seputar budaya tradisi yg minimnya fasilitas

hidup dalam cuaca swasta yang mandiri.

 

5.

 

Jawaban hulu antara cuaca cerah dan awan hitam tergenang di langit

namun Ule Ceny bersama Panre Satera sang penggagas

senyum simpul beralas ihlas

Hidup yang tak pernah redup ini adalah Anugerah-Nya.

 

Bale Angin Sumbawa

NTB Indonesia

3 November 2023

  1. Mimpi Bulan di Pangkuan

 

1.

Marilah kita membuka gerbang rasa

gaul ihlas sesama,mengelus-elus kucing bulu tiga

menerima pot warna-warni etnis

menebar harum senyum.manis.

 

2.

Tengok bulan itu Firman Gita

begitu akrab dengan cahaya  nur-Nya

menyantuni semua suara,pisau dan pelor

dalam gebyar dunia cerobong panas liar.

 

3.

Bintik bening embun dinihari

kunang-kunang pesta kembang api

duh,Gusti,sejuk kemilau senyum humanis-Mu.

 

4.

Di atas roda-roda surya dan bulan

dalam kereta bendi Diponegoro

sang pangeran menggadai nyawa

kita pun melecut punggung kuda zaman

memburu perubahan dalam rindu damai

membuang jauh topan badai.

 

5.

Perkenankan kiranya Tuhan maha anggun

hidup tak redup beralas ihlas santun

di langit malam bulan-gemintang kenduri cahaya-MU

 

Di kaki langit Sumbawa

NTB Indonedia Raya

22 November 2023