Puisi-puisi Inka Gusti Fahriansyah

Tanggal Ibadah

 

Orang-orang dibangunkan jam wasiat.

Sekalian doa dipasang.

Sebelum gedung dibidik pagi.

Dengan sinar nasib yang dikejar para pelancong.

 

Usia berjalan ke kanan.

Membawa malam semakin ramai.

Suara menyerang hening dan kening.

Di penghujung bulan kalender.

 

Zikir memperkhusyuk malam.

Sebuah tangisan kecil.

Menjumlah angka-angka tagihan.

"Berkatilah hamba kemurahan-Mu".

 

Tanggal pasti kembali perawan.

Tapi kaki, tak selamanya kembali ke kiri.

Setelah doa-doa di injak.

Mengejar harap yang fana.

 

17 Juli 2022

 

Sketsa Syahwat

 

Saat keraguan menguap dari mulut rumah.

Melepas petualang yang hendak menafsir dunia.

Tahun purba selalu sembunyi di balik badan.

Menghalang peristiwa terulang.

 

Di awal waktu, rumus baru disusun.

Kepala menangkap angka-angka.

Yang berserakan di setiap tempat.

Hitungan demi hitungan dilalui.

Tapi angka lain menari.

Membuka perhitungan parak.

Menarik syahwat.

 

Tiap perhitungan.

Belum mesti akurat.

Kebenaran tersirat menanggung mata.

Serupa terdampar di tengah sahara.

 

Barangkali, hidup menjadi pendebat.

Adalah jalan akhir kemenangan.

 

31 Januari 2023