Puisi-puisi Yin Ude (Muhammad Thamrin)
TAMAN
Di bangku taman.
Aku dan matahari senja.
Merah dan jingganya lumuri sudah sajak-sajak
Dan hiruk pikuk menindih kami yang diam.
Harus bicara tentang apa.
Bahkan pertemuan ini sesuatu yang biasa.
Walau sepiku masih hendak melepas diri.
Dengan keyakinan tak seharusnya.
Atas langit pagi.
Juga kelepak elang jantan.
Yang masih tertambat di kepala.
Anak-anak yang riang itu.
Tak kutahu takdirnya.
Jika aku harus pergi.
Dan mereka dipaksa menyimpan mainan.
Karena datangnya malam.
Sumbawa Timur, 20 Agustus 2022
PUISI KEMBARA
“Di kerapatan belukar.
Apa salah kucari kembang?
Jalan ke depan begitu terang.
Menggamit puisi-puisi gelap.
Dalam lorong hari lampau.
Dadaku.
Dadaku yang gemuruh oleh tanya.
Bukankah terasa lain ini hari?
Sejak sepertiga malam.
Bayang-Mu telah tegak di sana.
Berharap memecahkan bulir cinta di pelupuk mata.
Yang memercik ke tangkai pagi.
Merekahlah matahari.”
Dalam ngembara.
Ingin terus kukirim puisi ini.
(kepada Tuhan, dengan jemari menghela sulur
tak henti menyeka duri
yang lekat di hati).
Sumbawa Timur, 1 Januari 2023