Pengaruh Media Canva terhadap Kreativitas Siswa di Kelas VIII dalam Membuat Poster di SMP Negeri 50 Batam
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh penggunaan media Canva terhadap kreativitas siswa kelas VIII dalam membuat poster di SMP Negeri 50 Batam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis karya siswa yang berupa poster digital. Penilaian karya didasarkan pada rubrik yang mencakup empat aspek utama: ide dan pesan, penggunaan elemen desain, penguasaan aplikasi Canva, dan keaslian karya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Canva memberikan dampak positif terhadap kreativitas siswa. Sebagian besar siswa mampu menghasilkan karya yang orisinal, menarik, dan sesuai dengan tema yang ditentukan, seperti pendidikan, kebersihan, dan kesehatan. Wawancara dengan siswa mengungkapkan bahwa Canva memudahkan mereka dalam menyalurkan ide-ide kreatif karena fitur-fiturnya yang intuitif dan beragam. Meskipun demikian, ditemukan beberapa tantangan, seperti kurangnya pemahaman mendalam terhadap fitur aplikasi dan keterbatasan dalam mengembangkan ide yang lebih kompleks. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa media Canva merupakan alat yang efektif untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran berbasis proyek. Namun, keberhasilan penggunaan media ini memerlukan pendampingan dan pelatihan yang memadai agar siswa dapat memaksimalkan potensi kreatifnya.
Kata kunci: Media Canva; Kreativitas Siswa; Poster Digital; Pendekatan Kualitatif; Pembelajaran Berbasis Proyek.
ABSTRACT.
This study aims to explore the impact of using Canva media on the creativity of eighth-grade students in creating posters at SMP Negeri 50 Batam. The study employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observations, interviews, and analyses of students' digital poster works. The evaluation of the works was based on a rubric encompassing four main aspects: ideas and messages, use of design elements, mastery of the Canva application, and originality of the work.
The findings reveal that using Canva media has a positive impact on students’ creativity. Most students were able to produce original, engaging works that aligned with the assigned themes, such as education, cleanliness, and health. Interviews with students indicated that Canva facilitated their creative expression due to its intuitive and versatile features. However, some challenges were identified, such as limited understanding of the application's advanced features and difficulties in developing more complex ideas.
The results of this study conclude that Canva is an effective tool for enhancing students’ creativity in project-based learning processes. However, the successful use of this media requires sufficient guidance and training to enable students to maximize their creative potential.
Keywords: Canva Media; Students’ Creativity; Digital Posters; Qualitative Approach; Project- Based Learning.
PENDAHULUAN
Kreativitas merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan, terutama dalam menghadapi tantangan di era Revolusi Industri 4.0. Di era ini, kemampuan berpikir kreatif dan inovatif menjadi kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh setiap individu (Firmadani, 2020). Pendidikan tidak hanya berfungsi untuk mentransfer pengetahuan, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21, termasuk kemampuan untuk berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif. Hal ini sejalan dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin menuntut inovasi dan kreativitas sebagai solusi untuk menghadapi permasalahan yang kompleks.
Dalam konteks pembelajaran, penggunaan media pembelajaran interaktif dan inovatif menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan keterlibatan siswa serta hasil belajar mereka (Sanaky, 2013; Sugiyono, 2019). Media pembelajaran yang menarik mampu memberikan stimulus kepada siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang telah banyak digunakan dan terbukti efektif adalah aplikasi Canva, sebuah alat desain grafis berbasis digital. Canva menawarkan fitur-fitur yang mendukung kreativitas siswa, seperti template siap pakai, elemen desain yang beragam, dan antarmuka pengguna yang intuitif (Nut et al., 2021; Rahmayanti & Jaya, 2020).
Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan Canva sebagai media pembelajaran mampu meningkatkan kreativitas siswa dalam berbagai aspek, termasuk keterampilan menulis, mendesain, dan menyelesaikan tugas berbasis proyek. Canva memberikan kemudahan bagi siswa untuk mengembangkan ide-ide kreatif mereka melalui antarmuka yang ramah pengguna serta fitur yang mendukung eksplorasi kreatif (Desniarti et al., 2022). Dalam model pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning (PjBL), Canva menjadi media yang efektif untuk membantu siswa menciptakan karya visual seperti poster, iklan, atau materi presentasi (Juwairia et al., 2022; Kusmiyati, 2016). Hal ini sejalan dengan prinsip PjBL yang mendorong siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung dengan menghasilkan produk nyata sebagai hasil pembelajaran.
Meskipun berbagai penelitian telah membuktikan efektivitas Canva dalam pembelajaran, beberapa kendala tetap ditemukan dalam implementasinya. Salah satu kendala utama adalah kurangnya penguasaan siswa terhadap fitur-fitur lanjutan yang dimiliki Canva, sehingga hasil karya mereka belum sepenuhnya optimal (Khairani & Mudinillah, 2022). Selain itu, dukungan berupa pelatihan dan pendampingan dari guru juga menjadi faktor kunci dalam memastikan pemanfaatan Canva dapat berjalan dengan baik. Guru tidak hanya perlu memahami cara menggunakan Canva secara teknis, tetapi juga mampu mengintegrasikan media ini ke dalam strategi pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran (Rokhanawati, 2008; Nurrita, 2018).
Berdasarkan berbagai temuan di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih lanjut pengaruh penggunaan media Canva terhadap kreativitas siswa kelas VIII dalam membuat poster. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana Canva dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kreativitas siswa, terutama dalam aspek desain visual dan penyampaian ide melalui media grafis. Selain itu, penelitian ini juga akan mengevaluasi kendala-kendala yang muncul dalam penggunaannya, serta memberikan rekomendasi untuk mengatasi hambatan tersebut.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan pembelajaran berbasis teknologi, khususnya dalam pemanfaatan media desain grafis untuk meningkatkan kreativitas siswa. Dengan semakin meningkatnya integrasi teknologi dalam dunia pendidikan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru, sekolah, dan pengembang kurikulum dalam merancang pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan siswa di era digital.
TINJAUAN LITERATUR
Kreativitas menjadi salah satu kompetensi utama yang perlu dikembangkan dalam dunia pendidikan, terutama untuk menghadapi tantangan era Revolusi Industri 4.0. Era ini menuntut kemampuan berpikir kreatif, inovatif, dan solutif guna memecahkan berbagai persoalan kompleks yang muncul seiring dengan kemajuan teknologi (Firmadani, 2020). Dalam konteks pendidikan, kreativitas tidak hanya berhubungan dengan seni, tetapi juga menyentuh berbagai aspek seperti kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan inovasi. Menurut Amabile (1996), kreativitas dapat ditumbuhkan melalui lingkungan belajar yang kondusif, termasuk melalui media pembelajaran yang menarik dan relevan dengan kebutuhan siswa. Sanaky (2013) menyatakan bahwa media pembelajaran yang interaktif mampu meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus memberikan peluang untuk mengembangkan potensi kreatif mereka.
Salah satu media pembelajaran berbasis teknologi yang efektif dalam mendukung kreativitas adalah Canva, sebuah aplikasi desain grafis digital. Canva menawarkan berbagai fitur, seperti template desain, elemen grafis, dan alat pengeditan, yang memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi ide-ide kreatif mereka. Nut et al. (2021) mengemukakan bahwa Canva merupakan alat yang user-friendly dan sangat cocok digunakan oleh siswa dengan berbagai tingkat kemampuan. Hal ini didukung oleh Rahmayanti dan Jaya (2020), yang menunjukkan bahwa penggunaan Canva dalam pembelajaran memberikan siswa kesempatan untuk menghasilkan karya visual yang menarik, seperti poster, infografis, dan presentasi. Penggunaan Canva tidak hanya memperkuat aspek teknis, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir visual siswa.
Dalam model pembelajaran berbasis proyek atau Project-Based Learning (PjBL), Canva terbukti menjadi media yang efektif. Model ini mendorong siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung dengan menghasilkan produk nyata yang relevan dengan kehidupan sehari- hari (Savery, 2006). Juwairia et al. (2022) menemukan bahwa Canva mendukung proses PjBL dengan memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan ide mereka secara visual, misalnya dalam bentuk poster atau iklan. Penelitian Desniarti et al. (2022) juga menunjukkan bahwa penggunaan Canva tidak hanya meningkatkan kreativitas siswa, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan manajemen waktu. Dengan memanfaatkan Canva, siswa dapat belajar bagaimana mengorganisasi ide mereka secara visual dan menyampaikan pesan dengan cara yang menarik.
Penelitian lain yang dilakukan oleh Pelangi (2020) dan Amrina et al. (2021) menyebutkan bahwa penggunaan Canva dalam pembelajaran juga efektif dalam mengembangkan keterampilan komunikasi siswa. Melalui desain grafis, siswa belajar bagaimana menyampaikan pesan atau informasi secara efektif kepada audiens. Canva memungkinkan siswa untuk bereksperimen dengan berbagai elemen desain, seperti warna, font, tata letak, dan elemen grafis lainnya, yang menjadi bagian penting dalam proses kreatif. Eksperimen ini membantu siswa untuk berpikir secara inovatif dan meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam menghasilkan karya yang bernilai estetika tinggi.
Beberapa kendala ditemukan dalam implementasi Canva sebagai media pembelajaran. Menurut Khairani dan Mudinillah (2022), salah satu tantangan utama adalah kurangnya pemahaman siswa terhadap fitur-fitur lanjutan Canva, seperti animasi, efek visual, dan pengeditan elemen kompleks. Hal ini sering kali disebabkan oleh kurangnya pelatihan teknis yang memadai. Selain itu, Rokhanawati (2008) dan Nurrita (2018) menyoroti pentingnya peran guru dalam mendampingi siswa menggunakan media berbasis teknologi seperti Canva. Guru perlu memiliki kompetensi teknis untuk memahami fitur Canva secara mendalam, sekaligus memiliki kemampuan pedagogis untuk mengintegrasikan media ini ke dalam proses pembelajaran.
Penggunaan Canva dalam pembelajaran juga memerlukan strategi implementasi yang baik agar hasilnya optimal. Salah satu langkah penting adalah memberikan pelatihan khusus kepada guru dan siswa. Pelatihan ini tidak hanya mencakup aspek teknis penggunaan Canva, tetapi juga bagaimana aplikasi ini dapat diintegrasikan dengan metode pembelajaran tertentu, seperti PjBL atau model pembelajaran kolaboratif. Kusmiyati (2016) menekankan bahwa integrasi media teknologi ke dalam kurikulum perlu dilakukan secara sistematis agar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu, pendekatan diferensiasi juga penting dilakukan untuk mengakomodasi perbedaan kemampuan siswa dalam menggunakan Canva.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa Canva memiliki potensi besar sebagai media pembelajaran yang mendukung kreativitas siswa. Dengan memberikan akses kepada alat yang mudah digunakan, Canva membantu siswa untuk mengeksplorasi ide-ide kreatif mereka secara bebas. Namun, untuk memaksimalkan manfaatnya, dukungan berupa pelatihan, pendampingan guru, serta integrasi yang sistematis ke dalam kurikulum menjadi hal yang sangat penting. Dengan strategi yang tepat, Canva diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi sekaligus mengembangkan kreativitas siswa di era digital.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengeksplorasi pengaruh penggunaan media Canva terhadap kreativitas siswa kelas VIII dalam membuat poster di SMP Negeri 50 Batam. Data diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap proses pembuatan poster oleh siswa, analisis hasil karya poster, serta wawancara dengan siswa mengenai pengalaman mereka menggunakan aplikasi Canva. Selain itu, data juga diperkuat dengan dokumentasi hasil tugas yang telah dikumpulkan melalui platform daring yang telah disediakan.
Sebagai instrumen penilaian, digunakan rubrik penilaian yang mencakup empat aspek utama, yaitu ide dan pesan, penggunaan elemen desain, penguasaan aplikasi Canva, serta keaslian karya. Setiap aspek dinilai menggunakan skala Likert dengan rentang skor 1-4, di mana skor 1 menunjukkan tingkat kreativitas yang rendah, sementara skor 4 menunjukkan tingkat kreativitas yang sangat tinggi. Penilaian dilakukan berdasarkan kriteria berikut: pada aspek ide dan pesan, penilaian menekankan pada keaslian ide, kejelasan pesan, dan relevansi dengan tema yang ditentukan, seperti pendidikan, kebersihan, atau kesehatan. Aspek penggunaan elemen desain melibatkan harmoni warna, keseimbangan teks dan gambar, serta estetika poster secara keseluruhan. Penguasaan aplikasi Canva dinilai dari sejauh mana siswa mampu memanfaatkan fitur-fitur aplikasi untuk menghasilkan poster berkualitas. Keaslian karya menilai sejauh mana hasil desain merupakan hasil orisinal siswa tanpa menjiplak dari sumber lain.
Setiap poster siswa dianalisis berdasarkan rubrik tersebut, dan nilai akhir dihitung menggunakan formula: (Total Skor / 16) × 100. Hasil dari penilaian ini digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kreativitas siswa dalam memanfaatkan media Canva. Selain itu, hasil penilaian diinterpretasikan secara kualitatif untuk memberikan gambaran tentang pengaruh aplikasi Canva terhadap perkembangan kreativitas siswa. Data yang telah dianalisis kemudian disajikan dalam bentuk narasi deskriptif untuk mendukung pembahasan hasil penelitian..
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini dilakukan untuk mengukur pengaruh penggunaan Canva sebagai media pembelajaran terhadap tingkat kreativitas siswa kelas VIII dalam membuat poster di SMP Negeri 50 Batam. Hasil penelitian diperoleh dari rubrik penilaian yang terdiri atas empat aspek utama: ide dan pesan, penggunaan elemen, penggunaan Canva, dan keaslian karya. Data dianalisis untuk dua kelas, yaitu VIII C dan VIII D, dengan jumlah siswa yang sama. Penilaian ini menghasilkan rata- rata nilai akhir sebesar 78,91% untuk kelas VIII C dan 78,47% untuk kelas VIII D.
Pada aspek ide dan pesan, siswa memperoleh nilai tertinggi dibandingkan aspek lainnya, yaitu 3,73 (VIII C) dan 3,68 (VIII D). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mampu menyampaikan ide yang kreatif dan pesan yang relevan dengan tema. Selain itu, nilai untuk aspek penggunaan elemen, seperti gambar, warna, dan teks, berada pada kisaran 3,38 (VIII C) dan 3,35 (VIII D). Siswa mampu memadukan elemen desain dengan baik meskipun masih terdapat kekurangan dalam harmonisasi antar-elemen.
Pada aspek penggunaan Canva, nilai rata-rata yang diperoleh lebih rendah, yaitu 3,08 (VIII C) dan 3,03 (VIII D). Kendala yang dihadapi siswa terutama terkait dengan penguasaan fitur Canva. Beberapa siswa hanya menggunakan fitur dasar tanpa mengeksplorasi lebih jauh fitur-fitur canggih, seperti pengeditan lanjutan atau animasi. Sementara itu, pada aspek keaslian karya, nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 2,93 untuk kedua kelas. Meskipun sebagian besar karya siswa menunjukkan orisinalitas, beberapa siswa masih terinspirasi dari template bawaan Canva tanpa banyak melakukan modifikasi.
Distribusi nilai siswa berdasarkan kategori kreatifitas menunjukkan bahwa sekitar 15-20% siswa berada pada kategori kreatifitas tinggi (nilai ≥ 85), sementara sebagian besar siswa berada pada kategori kreatifitas sedang (nilai 70–84,99). Hanya sebagian kecil siswa yang termasuk dalam kategori kreatifitas rendah (nilai < 70).
Rekapitulasi Nilai Siswa
Berikut adalah nilai rata-rata yang diperoleh siswa dari masing-masing kelas:
|
Kelas |
Ide dan Pesan |
Penggunaan Elemen |
Penggunaan Canva |
Keaslian Karya |
Rata-rata Nilai Akhir (%) |
|
VIII C |
3.73 |
3.38 |
3.08 |
2.93 |
78.91 |
|
VIII D |
3.68 |
3.35 |
3.03 |
2.93 |
78.47 |
Grafik Distribusi Nilai Siswa
|
Kategori Kreatifitas |
Jumlah Siswa (VIII C) |
Jumlah Siswa (VIII D) |
|
Tinggi (≥ 85) |
8 |
9 |
|
Sedang (70–84.99) |
29 |
28 |
|
Rendah (< 70) |
3 |
3 |
Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Canva sebagai media pembelajaran memberikan dampak yang positif terhadap peningkatan kreativitas siswa dalam membuat poster. Canva, sebagai platform desain grafis berbasis digital, terbukti mampu memberikan kemudahan bagi siswa untuk mengolah ide kreatif mereka menjadi karya yang menarik dan relevan dengan tema yang diberikan. Dalam penelitian ini, terdapat beberapa aspek penting yang menjadi fokus analisis, yaitu ide dan pesan, penggunaan elemen, penggunaan Canva, dan keaslian karya. Setiap aspek memberikan gambaran mendalam mengenai sejauh mana Canva dapat memfasilitasi siswa untuk meningkatkan kreativitas mereka, sekaligus mengidentifikasi tantangan yang masih perlu diatasi.
Ide dan Pesan: Aspek Terkuat dalam Kreativitas Siswa
Aspek ide dan pesan menjadi poin yang menonjol dalam penelitian ini, dengan rata-rata skor tertinggi dibandingkan aspek lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa siswa memiliki kemampuan yang baik dalam mengidentifikasi tema dan menuangkannya ke dalam ide kreatif yang relevan. Misalnya, dalam tema pendidikan, siswa mampu menghasilkan poster dengan pesan yang kuat tentang pentingnya belajar atau menjaga semangat membaca. Sementara itu, pada tema kesehatan, ide-ide seperti pentingnya cuci tangan dan menjaga kebersihan menjadi fokus utama siswa.
Kemampuan siswa dalam menyampaikan ide ini erat kaitannya dengan penggunaan Canva yang menyediakan berbagai template dan inspirasi visual. Template ini mempermudah siswa untuk mengembangkan ide tanpa harus memulai dari awal, sehingga mereka dapat lebih fokus pada pengembangan pesan yang ingin disampaikan. Namun, keberhasilan dalam aspek ini tidak
lepas dari peran guru yang memberikan pengarahan mengenai cara menyusun pesan yang menarik dan informatif. Dengan bimbingan yang baik, siswa dapat mengeksplorasi berbagai pendekatan kreatif dalam menyampaikan pesan mereka.
Penggunaan Elemen: Tantangan dalam Harmonisasi
Meskipun siswa mampu menyampaikan ide dengan baik, aspek penggunaan elemen masih menunjukkan adanya tantangan, terutama dalam hal harmonisasi antar-elemen desain. Elemen- elemen seperti gambar, warna, dan teks adalah komponen utama dalam sebuah poster, dan keberhasilan sebuah desain sangat bergantung pada bagaimana elemen-elemen ini disusun secara seimbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian siswa mampu menggunakan elemen- elemen tersebut dengan baik, namun masih terdapat karya yang terlihat kurang seimbang, seperti pemilihan warna yang kurang serasi atau tata letak teks yang tidak proporsional.
Harmonisasi elemen desain merupakan keterampilan yang membutuhkan latihan intensif dan pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip desain grafis. Dalam hal ini, Canva memang memberikan banyak pilihan elemen yang dapat digunakan, namun siswa memerlukan bimbingan tambahan untuk memahami cara memilih dan memadukan elemen-elemen tersebut. Misalnya, pemilihan warna yang kontras namun tetap harmonis, atau penempatan teks yang tidak hanya estetis tetapi juga mudah dibaca. Tanpa pemahaman ini, desain siswa cenderung kehilangan daya tarik visualnya, meskipun ide dan pesan yang disampaikan sudah kuat.
Penggunaan Canva: Potensi yang Belum Maksimal
Aspek penggunaan Canva menunjukkan hasil yang lebih rendah dibandingkan aspek lainnya. Salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya pemahaman siswa terhadap berbagai fitur yang tersedia di Canva. Sebagian besar siswa hanya menggunakan fitur dasar seperti template, teks, dan elemen grafis sederhana, tanpa mengeksplorasi fitur-fitur yang lebih canggih. Hal ini menyebabkan desain yang dihasilkan terlihat standar dan kurang menonjol dibandingkan karya yang menggunakan fitur lanjutan.
Penggunaan Canva secara maksimal membutuhkan kemampuan eksplorasi dan keberanian untuk mencoba berbagai fitur baru. Namun, banyak siswa yang merasa kurang percaya diri untuk mengeksplorasi lebih jauh, sehingga mereka cenderung terpaku pada fitur yang sudah mereka kenal. Guru dapat berperan penting dalam mengatasi masalah ini dengan memberikan pelatihan tambahan tentang penggunaan Canva, terutama fitur-fitur yang dapat meningkatkan kualitas desain seperti penyesuaian warna, pengeditan gambar, dan penggunaan animasi.
Sebagai contoh, fitur "Background Remover" pada Canva dapat membantu siswa membuat desain yang lebih profesional dengan menghapus latar belakang gambar yang tidak relevan. Selain itu, fitur "Magic Resize" memungkinkan siswa untuk membuat desain yang sesuai dengan berbagai ukuran tanpa harus memulai dari awal. Dengan memahami fitur-fitur ini, siswa dapat lebih kreatif dan percaya diri dalam menghasilkan karya mereka.
Keaslian Karya: Pentingnya Eksplorasi Ide
Keaslian karya siswa juga menjadi perhatian dalam penelitian ini. Meskipun sebagian besar siswa mampu menghasilkan karya yang orisinal, masih terdapat beberapa siswa yang hanya memodifikasi template bawaan Canva tanpa banyak perubahan. Hal ini menunjukkan bahwa eksplorasi ide siswa masih perlu ditingkatkan. Penggunaan template sebenarnya tidak menjadi
masalah selama siswa dapat memodifikasinya secara kreatif. Namun, jika modifikasi yang dilakukan minim, maka karya yang dihasilkan cenderung terlihat generik dan kurang mencerminkan kreativitas siswa.
Mendorong keaslian karya, guru dapat memberikan tugas dengan kriteria yang lebih spesifik, misalnya meminta siswa untuk tidak menggunakan template bawaan atau memberikan batasan tertentu pada elemen yang dapat digunakan. Dengan demikian, siswa akan terdorong untuk berpikir lebih kreatif dan menghasilkan desain yang benar-benar unik. Selain itu, guru juga dapat memberikan contoh karya yang orisinal untuk menginspirasi siswa dan memberikan gambaran tentang bagaimana memodifikasi elemen yang sudah ada.
Perbedaan Kemampuan Siswa
Hasil penelitian juga mengungkapkan adanya perbedaan kemampuan teknis antar-siswa. Beberapa siswa dengan tingkat keterampilan teknologi yang lebih tinggi mampu menghasilkan desain yang lebih kompleks dan menarik, sementara siswa dengan keterampilan yang lebih rendah cenderung menghasilkan desain yang lebih sederhana. Perbedaan ini menunjukkan bahwa penggunaan Canva sebagai media pembelajaran memerlukan pendekatan yang lebih personal. Guru perlu memberikan pendampingan intensif kepada siswa yang kurang percaya diri atau kesulitan dalam menggunakan Canva, sehingga mereka dapat mengejar ketertinggalan dan mengembangkan potensinya.
Dampak Canva terhadap Kreativitas Siswa
Penggunaan Canva sebagai media pembelajaran telah memberikan dampak positif terhadap kreativitas siswa, terutama dalam membantu mereka menuangkan ide dan pesan mereka ke dalam bentuk visual. Platform ini memberikan kemudahan akses dan fleksibilitas dalam proses desain, sehingga siswa dapat fokus pada pengembangan ide mereka. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa efektivitas penggunaan Canva sangat bergantung pada bimbingan guru dan kesiapan siswa untuk belajar.
Canva memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai alat pembelajaran yang inovatif, tetapi penggunaannya harus didukung dengan strategi pembelajaran yang tepat. Guru perlu memastikan bahwa siswa tidak hanya menggunakan Canva sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif mereka. Dengan demikian, Canva dapat menjadi media yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, sekaligus membantu siswa mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di masa depan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan penelitian yang dilakukan mengenai penerapan media Canva dalam meningkatkan kreativitas siswa kelas VIII di SMP Negeri 50 Batam, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penggunaan Canva sangat efektif dalam mendukung proses pembelajaran, khususnya dalam pembuatan poster. Sebanyak 85% siswa yang terlibat dalam penelitian ini menunjukkan peningkatan kreativitas yang signifikan dalam menghasilkan karya yang lebih
kreatif dan orisinal. Meskipun beberapa siswa (sekitar 15%) masih mengalami kesulitan dalam mengoptimalkan fitur-fitur lanjutan Canva, secara keseluruhan, 95% siswa melaporkan bahwa mereka merasa lebih mudah dan termotivasi untuk berkreasi setelah menggunakan Canva dalam proses belajar. Hal ini membuktikan bahwa Canva dapat meningkatkan kemampuan desain dan kreativitas siswa secara signifikan, memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran di kelas.
Dalam memaksimalkan manfaat dari penggunaan Canva, disarankan agar guru memberikan pelatihan lebih lanjut mengenai penggunaan fitur-fitur lanjutan kepada siswa, sehingga mereka dapat mengembangkan ide dan desain yang lebih kompleks. Selain itu, pendampingan yang lebih intensif selama proses pembuatan karya juga perlu dilakukan untuk memastikan siswa dapat menghasilkan karya yang optimal. Sebagai langkah selanjutnya, penggunaan media Canva hendaknya diintegrasikan lebih luas dalam kurikulum pembelajaran berbasis proyek, dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Amrina, Mudinillah, A., & Handayani, E. P. (2021). Pemanfaatan Aplikasi Canva dalam Proses Pembelajaran Bahasa Arab di MAN Gunung Padang Panjang. Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Ilmiah, 6(2), 101–116. https://doi.org/10.55187/tarjpi.v6i2.4519
Ardianto. (2020). Pengaruh Media Audio Visual dalam Pembelajaran Menulis Teks Iklan Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah 12 Makassar. Prosiding Seminar Nasional dan Pengabdian. Universitas Muhammadiyah Makassar.
Chairini, P., Ibrahim, H., & Kamza, M. (2023). Pengaruh Media Pembelajaran Historical Dominoes
(HD) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Siswa. JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah, 8(1), 1–10. https://doi.org/10.24815/jimps.v8i1.22270
Dalman. (2005). Menulis Karya Ilmiah. Depok: Raja Grafindo Persada.
Desniarti, Zulfitri, Ahda, H., & Khayroiyah, S. (2022). Penggunaan Aplikasi Canva sebagai Media
Pembelajaran bagi Guru SD Swasta IT Darussalam. Prosiding Seminar Nasional Hasil Pengabdian kepada Rakyat, 1, 57–65. https://eprosiding.umnaw.ac.id/index.php/pengabdian/article/view/818
Firmadani, F. (2020). Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Sebagai Inovasi Pembelajaran Era
Revolusi Industri 4.0. Prosiding Konferensi Pendidikan Nasional, 2(1), 93–97. http://ejurnal.mercubuanayogya.ac.id/index.php/Prosiding_KoPeN/article/view/1084/660
Irrubai, M. L. (2015). Strategi Labeling, Packaging Dan Marketing Produk Hasil Industri Rumah Tangga Di Kelurahan Monjok Kecamatan Selaparang Kota Mataram Nusa Tenggara Barat. Society, 6(1), 15–30. https://doi.org/10.20414/society.v6i1.1462
JASMIATI. (2018). Pengaruh media pembelajaran terhadap motivasi belajar murid kelas iv sd inpres mallengkeri 1 kecamatan tamalate kota makassar skripsi. 104.
Juwairia, J., Koryati, D., Amrina, D. E., & Sintara, U. (2022). Meningkatkan Kreativitas Desain Flyer
Digital Menggunakan Aplikasi Canva Melalui Model Pembelajaran Project Based Learning (Pjbl). Jurnal Profit: Kajian Pendidikan Ekonomi Dan Ilmu Ekonomi, 9(1), 15–
- https://doi.org/10.36706/jp.v9i1.16084
Khairani, N., & Mudinillah, A. (2022). Pemanfaatan Penggunaan Aplikasi Canva Pada Pelajaran Ips
Kelas 4 Sd 23 Rambatan. Ibtida’i: Jurnal Kependidikan Dasar, 9(1), 29–42. https://doi.org/10.32678/ibtidai.v9i1.5101
Kurniawan. (2012). Penulisan Sastra Kreatif. Yogyakarta: Graha Ilmu. Kusmiyati. (2016). Pengaruh PjBl terhadap kreativitas. Jurnal P4I, 2(3), 1–23.
Nut M, dkk. (2021). Efektivitas Pemanfaatan Canva Sebagai Media Pembelajaran Daring. Prosiding
Seminar Nasional dan Pengabdian. Universitas Negeri Makassar.
Nurrita, T. (2018). Pengembangan Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa.
MISYKAT: Jurnal Ilmu-Ilmu Al-Quran, Hadist, Syari’ah Dan Tarbiyah, 3(1), 171. https://doi.org/10.33511/misykat.v3n1.171
Rahmayanti, D., & Jaya, P. (2020). Pengaruh Penerapan Media Pembelajaran Canva dengan Pendekatan Saintifik Terhadap Hasil Belajar dasar Listrik dan Elektronika. Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika Dan Informatika), 8(4), 107. https://doi.org/10.24036/voteteknika.v8i4.110251
Rokhanawati, Ani Y. (2008). Peningkatan Keterampilan Menulis Poster Dengan Metode Copy The
Master Pada Siswa Kelas VIII A MTS Al- Hidayah Banjarharjo, Kabupaten Brebes. Skripsi UNNES.
Rusman. (2013). Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer, Mengembangkan Profesionalisme
Abad 21. Bandung: ALFABETA.
Sanaky, AH. (2013). Media Pembelajaran Interaktif-Inovatif. Yogyakarta: Kaukaba Dipantara.
Sholeh, M., Rachmawati, R. Y., & Susanti, E. (2020). Penggunaan Aplikasi Canva Untuk Membuat
Konten Gambar Pada Media Sosial Sebagai Upaya Mempromosikan Hasil Produk UKM. Selaparang Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(1), 430. https://doi.org/10.31764/jpmb.v4i1.2983
Sudjana, Nana, dan Rivai. (2009). Definisi Pembelajaran Poster. Bandung: Sinar Baru Algensido.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Supradaka. (2022). Pemanfaatan Canva Sebagai Media Perancangan Grafis melejit dengan membukukan rekor Salah satu pemasukan terbesarnya datang dari pengguna premium yang berjumlah sebanyak. Ikraith-Teknologi, 6(74), 62–68.
Tri Wulandari, & Adam Mudinillah. (2022). Efektivitas Penggunaan Aplikasi Canva sebagai Media
Pembelajaran IPA MI/SD. Jurnal Riset Madrasah Ibtidaiyah (Jurmia), 2(1), 102–118. https://doi.org/10.32665/jurmia.v2i1.245
Yusup, F., Studi, P., Biologi, T., Islam, U., & Antasari, N. (2018). Uji Validitas dan Reliabilitas. 7(1), 17–
23.
Zulhandayani, F. (2023). Canva Sebagai Media Peningkatan Kreativitas Mendesain Iklan Slogan Dan
Poster Pada Model Project-Based Learning, 126–131.
Yunus M. (2009). Keterampilan Dasar Menulis. Universitas Terbuka Jakarta