Dialog Kebijakan II Basantb Wiki: Balai Bahasa Provinsi NTB Mendukung Upaya Pencegahan Kekerasan Ssksual melalui Peningkatan Literasi
Mataram, 22 Mei 2025—Balai Bahasa Provinsi NTB menghadiri kegiatan Dialog Kebijakan II dengan tema “Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual di NTB”. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh BASAntb Wiki, sebuah platform digital yang fokus pada peningkatan partisipasi dan peran pemuda terhadap isu-isu sosial dan publik di wilayah Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Lakey, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Para peserta yang hadir berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi NTB, instansi-instansi pemerintah lainnya, pegiat komunitas, awak media, perwakilan beberapa sekolah dan perguruan tinggi, serta para pemenang Wikithon Partisipasi Publik Pangrasa NTB. Adapun Wikithon Partisipasi Publik Pangrasa NTB merupakan inisiatif BASAntb Wiki untuk mendorong partisipasi publik, khususnya generasi muda dalam menyuarakan solusi atas persoalan sosial melalui ruang digital. Program ini berlangsung dari 11 Februari sampai dengan 11 Maret 2025 dengan tema “Upaya Pencegahan Kekerasan Seksual di NTB”. Melalui program tersebut, terjaring ratusan opini dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Kegiatan Dialog Kebijakan II ini dibuka oleh Kepala Bappeda Provinsi NTB yang diwakili oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Huailid. Dalam kesempatannya membuka kegiatan, Huailid juga memberikan sambutan. “Kegiatan seperti ini sangat mendukung dalam rangka peningkatan indeks pembangunan manusia. Semoga kegiatan ini dapat berlanjut menjangkau ke tingkat lebih bawah agar masyarakat lebih mengetahui manfaat dari kegiatan seperti ini. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemikiran yang konstruktif,” ujarnya menyampaikan harapan.
Pada kegiatan tersebut, Koordinator BASAntb Wiki, Walisa Tanaya Pramanasari juga menyampaikan sambutan. Ia menyampaikan bahwa BASAntb Wiki merupakan jembatan yang menghubungkan inisiatif pemuda, komunitas, dan pemerintah dengan sungguh-sunguh mendorong sinergi dan membuka kerja sama dan ruang kolaboratif yang baru. “Melalui kegiatan ini, kita satukan langkah dalam upaya pencegahan kekerasan seksual di NTB. Kami berharap pengimplementasian ide pemuda, bagaimana memastikan suara anak muda tidak hanya didengar, tetapi juga diikutsertakan dalam pengambilan keputusan,” ungkapnya.
Kegiatan berjalan lancar dengan diawali pemaparan draf policy brief. Selanjutnya, para peserta dibagi ke dalam tiga kelompok. Masing-masing kelompok melakukan diskusi terkait dengan matriks rekomendasi aksi pencegahan kekerasan seksual yang mencakup edukasi, intervensi bystander, dan mekanisme pelaporan dan penanganan. Seluruh ide dan gagasan yang muncul dalam diskusi tersebut dirangkum sebagai bahan tindak lanjut dari kegiatan ini. Seluruh pihak yang terlibat berharap melalui kegiatan ini akan didapat lebih banyak ide dan gagasan yang membangun guna mencegah kekerasan seksual di NTB.