Pemerkayaan Bahasa Sasak untuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) di Kabupaten Lombok Barat
Lombok Barat, 23 Mei 2025—Tim Inventarisasi Kosakata Bahasa Sasak kembali melaksanakan inventarisasi untuk memperkaya kosakata Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kegiatan ini dilaksanakan di Narmada, Kuripan, Banyumulek, Gunungsari, dan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, mulai tanggal 22–25 Mei 2025.
Pada hari pertama, tim berdiskusi dengan narasumber Sanusi (Majelis Adat Sasak). Tim juga berkeliling di Desa Kuripan Selatan dan berdiskusi dengan Satriawan (Kepala Desa Kuripan Selatan), H. L. Munasib (Penghulu Desa Kuripan Selatan), dan H. Ali Mazhar (Ketua LAD Krise Agung Kuripan Selatan). Pemerkayaan kosakata bahasa Sasak yang diperoleh berupa kosakata bidang budaya dan tradisi.
Pada hari kedua, tim melanjutkan pengambilan data dengan berkeliling di daerah Narmada, Lingsar, dan Gunungsari untuk menambah kosakata dalam bidang budaya dan tradisi, khususnya pewayangan dan kuliner yang ada di wilayah tersebut. Pemerkayaan kosakata bahasa Sasak diharapkan mampu menambah jumlah kosakata pada kamus bahasa Sasak yang telah ada. Makin banyak kosakata yang berhasil dikumpulkan, makin baik dan sempurna kamus bahasa Sasak yang dihasilkan.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk menambah kosakata pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, sehingga bahasa Indonesia menjadi lebih kaya dengan penambahan kosakata dari berbagai bahasa daerah, khususnya bahasa Sasak. "Kami berharap bahwa pengambilan data ke lima wilayah di Kabupaten Lombok Barat dapat menambah khazanah kosakata dan pengetahuan tentang bahasa, seni, dan budaya Sasak yang begitu luas dan kaya," ujar Rizki Gayatri selaku Ketua Tim Kerja Kamus dan Istilah Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tim akan melanjutkan pengambilan data pada hari Sabtu dan Minggu ke lima wilayah yang menjadi sasaran inventarisasi kosakata di Kabupaten Lombok Barat.