Balai Bahasa Provinsi NTB Hadiri Tasyakuran dan Pelepasan Siswa Kelas 6 SDN Karang Sidemen
Lombok Tengah, 12 Juni 2025—Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menghadiri acara Tasyakuran dan Pelepasan Siswa Kelas 6 SD Negeri Karang Sidemen Tahun Pelajaran 2024/2025 yang digelar di lingkungan sekolah setempat. SDN Karang Sidemen yang saat ini memiliki 263 orang siswa, 16 guru, dan 11 ruang kelas, tengah menghadapi keterbatasan sarana belajar. Dalam laporannya, Kepala SDN Karang Sidemen, Abdurrohim, menyampaikan bahwa sekolah masih kekurangan empat ruang kelas. Bahkan, ruang guru dan ruang kepala sekolah kini digunakan sebagai ruang belajar alternatif.
"Kami berharap tahun depan seluruh ruang kelas dapat menampung siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 sehingga tidak ada lagi kelas yang digabung karena keterbatasan ruang belajar," ujar Abdurrohim di hadapan para tamu undangan.
Acara tasyakuran diawali dengan penampilan tarian tradisional dari siswa kelas 4 dan 5, kemudian dilanjutkan dengan sesi pengajian bertema "Pendidikan Anak dan Doa Orang Tua".
Dalam sambutannya, Kepala Desa Karang Sidemen, Yuda Praya Cindra Budi, menekankan pentingnya pendidikan adab dan etika sejak usia dini. "Adab dan etika juga harus kita ajarkan sedini mungkin kepada anak-anak kita. Jangan hanya fokus pada mata pelajaran, tetapi juga tanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.
Sementara itu,Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB yang diwakili oleh Asry Kurniawaty menyampaikan pentingnya melanjutkan pendidikan setelah lulus sekolah dasar. "Saya berharap anak-anak yang lulus hari ini dapat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Masa depan mereka masih panjang dan penuh harapan," ujar Asry dalam sambutannya.
Acara ditutup dengan penampilan istimewa dari siswa kelas 6 sebagai bentuk persembahan terakhir mereka untuk sekolah dan guru-guru tercinta. Kegiatan ini menjadi momen penuh haru dan kebanggaan bagi seluruh keluarga besar SDN Karang Sidemen, sekaligus pengingat akan pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam membangun masa depan generasi penerus bangsa.