Pagelaran Sastra dan Diskusi Buku: Imaji Air Api Mengalirkan Refleksi Kehidupan
Mataram, 25 Juni 2025—Suasana sastra menggema di Taman Budaya Mataram dalam acara Pagelaran Sastra dan Diskusi Buku yang diselenggarakan hari ini. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi sastra yang menghadirkan pembacaan, diskusi, dan penampilan seni yang mempertemukan berbagai elemen budaya. Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat turut hadir sebagai undangan dalam acara tersebut.
Fokus utama kegiatan adalah buku puisi Imaji Air Api karya Agus K. Saputra. Acara dibuka dengan penampilan alih wahana puisi “Air Api” oleh kelompok Sak Sak Dance Performance yang memadukan gerak dan makna secara estetik. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Abdul Wahid, guru besar UIN Mataram. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa puisi memiliki kekuatan untuk menggugah kesadaran. “Puisi menggugah tentang kehidupan dengan diksi-diksi yang tidak dimiliki oleh karya-karya sastra lainnya,” ujarnya.
Sesi diskusi buku menjadi bagian inti acara, dengan moderator Eko Wahono dan pembedah buku Iin Farliani. Dalam paparannya, Iin menyebutkan bahwa puisi pertama dalam buku ini berjudul “Imaji”, yang menurutnya “menyoal tentang puisi itu sendiri.”
Agus K. Saputra selaku penulis turut menjelaskan proses kreatifnya dalam menulis puisi-puisi yang terangkum dalam buku. “Puisi-puisi ini adalah bentuk dialog saya dengan lingkungan sekitar. Tentang kehilangan, kematian, dan bagaimana kita memaknainya sebagai bagian dari tujuan makhluk hidup,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Pantjara Sumarsa memukau hadirin dengan musikalisasi tiga puisi dari buku tersebut, yaitu Mayapada, Pusara Ibu, dan Mau Jadi Apa Kamu Kelak. Acara ini menjadi bukti bahwa sastra terutama puisi tetap relevan, serta mampu menjadi medium refleksi yang dalam bagi kehidupan manusia.