Bersama Perangi Narkoba: Balai Bahasa Provinsi NTB Hadiri Peringatan HANI 2025
Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi, memenuhi undangan BNN Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam acara Hari Antinarkotika Internasional Tahun 2025. Acara ini diperingati serentak di seluruh Indonesia yang berpusat di Taman Mini Indonesia Indah. Perwakilan BNN di seluruh provinsi menggelar acara peringatannya masing-masing dan mengikuti secara daring untuk penyelenggaraan terpusatnya.
Dwi Pratiwi hadir sebagai bentuk dukungan kemitraan yang sudah terjalin antara Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dan BNN Provinsi Nusa Tenggara Barat. Upaya pemberantasan narkotika menjadi tanggung jawab berbagai pihak, terutama lembaga pemerintah. Oleh karena itu, Balai Bahasa juga telibat aktif dalam upaya pemberantasan narkotika.
Kepala Bidang Pemberantasan Narkotika BNN, Gede Suyasa, mewakili Kepala BNN Provinsi Nusa Tenggara Barat memberikan sambutan. Kepala BNN Provinsi Nusa Tenggara Barat berhalangan hadir karena harus menghadiri acara peringatan di Jakarta.
"Penyalahgunaan narkotika makin meningkat. Hasil dari penelitian BNN RI tahun 2023 1,73% angka prevalensi penggunaan narkotika dari seluruh penduduk Indonesia. Angka yang sangat besar. Kemungkinan saat ini angka di lapangan jauh lebih besar dari survei tersebut. Hal ini dapat dilihat bahwa banyak sekali zona merah di Kota Mataram. Itu baru di Kota Mataram, belum di kabupaten-kabupaten lain," ungkapnya.
Setelah itu, tamu undangan yang hadir langsung di BNN Provinsi Nusa Tenggara Barat menyimak langsung acara peringatan di Taman Mini Indonesia Indah. Marthinus Hukom, Kepala BNN Republik Indonesia, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memberantas narkotika, terlebih pemberantasan narkotika menjadi Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
"Peringatan Hari Antinarkotika Internasional" diharapkan mampu menjadi titik kontemplasi dan perenungan bagi pemangku kepentingan, terutama tentang kebijakan yang selama ini diambil, apakah sudah tepat untuk mengurangi peredaran narkotika atau belum?" ungkap Marthinus Hukom.