Taklimat Final Festival Musikalisasi Puisi Tahun 2025: Balai Bahasa Provinsi NTB Berikan Pembinaan Penguasaan Materi dan Juknis
Mataram, 11 Juli 2025-- Tindak lanjut dari Tahap Penyisihan Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Provinsi Tahun 2025 adalah tahap final. Sebelum itu, terlebih dahulu dilakukan taklimat sebagai forum diskusi antara peserta, panitia, dan tim penilai. Taklimat dilaksanakan oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 11 Juli 2025 secara daring melalui Aplikasi Zoom.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Dwi Pratiwi. Dalam sambutannya, ia meminta agar persiapan dilakukan secara maksimal dengan seluruh peserta mematuhi juknis. "Mau sebagus apa pun penampilan Adik-Adik peserta, apabila tidak sesuai juknis, tentu tidak dapat dimenangkan," tuturnya. Ia juga meminta seluruh peserta menyampaikan kebutuhan selama pelaksanaan lomba agar dapat dikonfirmasi ketersediaannya dalam tempat acara.
Dalam taklimat kali ini, hadir pula tiga orang narasumber, yakni Sabarudin, Pantjoro Sumarsa, dan Kiki Sulistyo hadir untuk memberi catatan dan arahan kepada peserta sebelum final dilakukan. Berbagai catatan diberikan. Sabarudin fokus menyoroti penghayatan yang masih belum ditunjukkan peserta dalam tahap penyisihan. Pantjoro Sumarsa juga meminta peserta untuk membawa kesadaran bahwa setiap puisi telah memiliki jiwa dan musik harus mengikuti jiwa dari puisi tersebut. Secara khusus, Pantjoro juga menekankan cara berlatih siswa agar menggunakan teknik yang lebih efisien, seperti berlatih menggunakan metronom dan memastikan proses stem dan tuning tidak dilewatkan sebelum tampil. "Metronom dapat membuat permainan terasa lebih stabil. Kalau ketukannya normal dan stabil, musik pasti bisa dinikmati," imbuhnya.
Kiki Sulistyo selaku juri yang secara khusus menyoroti penafsiran puisi menguatkan mental para peserta dengan satu pertanyaan, "Apa tujuan peserta mengikuti kompetisi ini? Apakah untuk mencari pengalaman atau berkompetisi?" ia menekankan. Baginya, apa pun tujuannya, yang penting dipahami adalah membangun mental dan ekosistem yang baik bagi peserta. Jangan sampai latihan dijalankan dengan menunggu kesempatan, melainkan saat kesempatan itu datang, peserta seharusnya sudah siap. Untuk menuju kesiapan itu, latihan dalam jangka waktu panjang sudah harus dilakukan.
Selepas penyampaian catatan oleh juri, panitia memaparkan hal-hal apa saja yang wajib dilakukan dan disiapkan oleh peserta, ketentuan peserta, ketentuan penampilan, dan jadwal pelaksanaan lomba. Sesi diskusi dibuka bagi peserta yang ingin memperjelas penjelasan terkait petunjuk teknis.