Pembinaan Pemenang Idan II Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SMA/SMK/MA Provinsi NTB Tahun 2025

Mataram, 20 Juli 2025--Pemenang I dan II Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SMA/MA/SMK Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2025 telah ditentukan. Sesuai petunjuk teknis kegiatan, kedua pemenang akan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam Festival Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional. Keduanya akan mengirimkan video untuk diadu dengan kontingen dari 29 Balai dan Kantor lainnya. Dari video-video yang terkumpul, akan dipilih 10 finalis yang akan diberangkatkan ke Jakarta untuk penilaian final. Dalam rangka menyambut Festival Musikalisasi Puisi Nasional ini, Balai Bahasa Provinsi NTB memfasilitasi pembinaan bagi pemenang. 

Sesuai pesan Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB saat membuka kegiatan, kegiatan ini wajib dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dari Balai Bahasa untuk menguatkan apa yang masih belum maksimal. Pada 20--21 Juli 2025, pembinaan terlebih dahulu dilakukan untuk pemenang II, yakni Tim Musikalisasi Puisi SMAN 3 Sumbawa Besar. Tim terdiri atas tiga orang personil, yakni Sultan Setiawan, Fakhri Julian Saputra, dan Ghea Puspita. Ketiganya kembali menampilkan puisi wajib dan puisi pilihan di hadapan ketiga dewan penilai, yang kini bertindak sebagai pembina, sebelum pembinaan dimulai. 

Pembinaan diawali dengan pemberian materi terkait instrumen oleh Pantjoro Sumarsa. Pembina yang biasa disapa Ipank ini sekali lagi menekankan pemberian nyawa dalam permainan musik. Ia meminta setiap pemain serius menelaah tafsir puisi sehingga dapat memberi nyawa yang sama pada musik yang dihasilkan nanti. Ia juga menyampaikan bahwa setiap pemain harus mengenali instrumen masing-masing.

Selanjutnya, pembinaan diberikan oleh Sabarudin. Sabar menyoroti dinamika dalam puisi, terutama pada puisi pilihan. Bagi Sabar, puisi yang disajikan masih memiliki pola yang terlalu mirip. Selain itu, penyajian tim, baik dari segi daya, gestur, dan ekspresi, belum berdinamika.

Kiki Sulistyo selaku narasumber yang berfokus pada pembedahan puisi melakukan pembedahan bait per bait pada puisi "Sukma Pujangga" Oleh J.E. Tatengkeng. Ia menelaah struktur dari puisi dan menekankan agar tim menafsirkan struktur sesuai makna, bukan hanya tipografi. "Musikalisasi puisi yang baik adalah musikalisasi yang tidak mengubah struktur puisi. Saat kita mendengar musikalisasi, kita bisa menebak seprrti apa sesungguhnya struktur puisi asalnya," tutur Kiki. 

Tim Musikalisasi Puisi SMAN 3 Sumbawa Besar memiliki pekerjaan rumah menyesuaikan irama dengan struktur yang telah diidentifikasi bersama dengan pembina. Esok hari, tim akan kembali dibina oleh ketiga pembina di Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pembinaan dilakukan secara menyeluruh, termasuk memberi arahan untuk latihan rutin yang akan dilakukan peserta sampai di hari perekaman.