Layanan UKBI Balai Bahasa Provinsi NTB Menyasar Kabupaten Lombok Timur

Lombok Timur, 21 Juli 2025--Pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) terus digalakkan oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan sasaran wilayah yang luas, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat kini menyasar Kabupaten Lombok Timur. Pelaksanaan UKBI di Kabupaten Lombok Timur menyasar Universitas Hamzanwadi, SMAN 1 Sakra, MAN IC, dan SMAN 2 Selong selama dua hari, yaitu Senin--Selasa, 21--22 Juli 2025. 

Pada hari pertama kegiatan, Tim UKBI Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara melakukan pendaftaran UKBI Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang diikuti oleh 50 mahasiswa Universitas Hamzanwadi. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Rencana Kerja antara kedua instansi yang telah berlangsung sejak tahun 2022. Desi Rachmawati selaku Tim UKBI menjelaskan informasi tata cara pendaftaran dan manfaat UKBI. Menurutnya, mahasiswa sangat perlu mengikuti UKBI ini karena manfaat yang banyak dan mendukung jenjang karier ke depan. "Dengan memgikuti tes UKBI ini, tentunya Adik-Adik akan mendapat sertifikat UKBI sebagai bukti pengakuan kemahiran berbahasa Indonesia. Dengan adanya sertifikat UKBI, Adik-Adik bisa melamar pekerjaan sesuai dengan bidangnya, seperti jurnalistik, kepenulisan, dan bidang lainnya. Saat ini UKBI menjadi salah satu syarat wajib pengajuan Beasiswa Unggulan. Jadi, Adik-Adik harus belajar dan silakan memanfaatkan fasilitas pelaksanaan UKBI hari ini," tutur Desi saat memberikan informasi tentang pentingnya mengikuti tes UKBI di Laboratorium Pendidikan Universitas Hamzanwadi.

Lebih lanjut, Desi menjelaskan bahwa UKBI dikatakan adaptif karena dari segi materi soal berbeda-beda, baik dari segi waktu yang dibutuhkan dalam penyelesaian maupun jenis soal. Jenjang uji UKBI terdiri atas enam jenjang, yaitu Terbatas, Semenjana, Madya, Unggul, Sangat Unggul, dan Istimewa. Ideal nilai untuk siswa sekolah dasar adalah Semenjana, siswa sekolah menegah pertama adalah Madya, siswa sekolah menengah ataa adalah unggul, dan mahasiswa adalah Sangat Unggul. Setiap peserta UKBI yang telah menyelesaikan tes akan mendapat sertifikat UKBI yang berlaku selama dua tahun. Jadi, perlu digunakan dengan cermat dan bijak.

Berikutnya, Tim UKBI juga memberikan pembinaan berupa pembahasan contoh soal dan simulasi UKBI. Dipandu I Nyoman Cahyasabudhi, sebanyak 50 mahasiswa menjawab berbagai contoh soal yang beragam agar mahasiswa dapat memahami jenis soal UKBI dan mengasah kemampuannya. Desi Rachmawati melanjutkan dengan penjelasan jawaban yang benar dari contoh soal yang telah diujicobakan atau disimulasikan. Selanjutnya, tim melakukan pendampingan pendaftaran UKBI dengan mengikuti tata cara pendaftaran terbaru melalui laman ukbi.kemendikdasmen.go.id.

Penjelasan terkait materi UKBI dilanjutkan oleh Hartanto, Ketua Tim Kerja UKBI Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Ia menekankan materi kebahasaan berupa materi "Kalimat". Menurutnya, mahasiswa harus memahami struktur dasar sebuah kalimat, yaitu SPOK. Ketika mahasiswa memahami bentuk kalimat maka hal ini akan memudahkan mahasiswa dalam menjawab soal-soal UKBI. Ia mencontohkan soal-soal kalimat dengan struktur atau pola kalimat yang berbeda sehingga contoh yang dipaparkan semakin banyak dan mengasah kemampuan mahasiswa. 

Selain di Universitas Hamzanwadi, tim juga melakukan pendampingan pendaftaran UKBI di SMAN 1 Sakra. Didampingi oleh Ketua Tim UKBI Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hartanto, seluruh siswa yang hadir mendapatkan materi sosialisasi pendaftaran dan simulasi UKBI. Ia menekankan kepada siswa bahwa kegiatan UKBI bukan hanya untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia, tetapi juga sebagai bentuk pengukuran kualitas kebahasaan siswa. "Giat UKBI yang diikuti oleh seluruh siswa hari ini bukan hanya sekadar tes yang harus siswa ikuti, tetapi juga menjadi pedoman bagi para siswa untuk mengetahui kualitas dan kemampuannya dalam berbahasa Indonesia. Adik-Adik akan mendapatkan sertifikat UKBI yang bisa dijadikan dasar giat UKBI," imbuhnya menjelaskan materi UKBI di ruang kelas siswa SMAN 1 Sakra.

Kegiatan UKBI di Kabupaten Lombok Timur akan dilanjutkan besok Selasa, 22 Juli 2025 dengan sasaran MAN IC dan SMAN 2 Selong. Pengujian UKBI akan disesuaikan dengan jadwal yang tersedia dan kebutuhan kuota peserta. Dengan target 8.000 peserta UKBI pada tahun 2025 ini, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berkomitmen untuk menyukseskan giat UKBI di Kabupaten Lombok Timur.