Bimbingan Teknis Penguatan Fonologi Bahasa Daerah: Upaya Balai Bahasa Provinsi NTB dalam Rangka Pemetaan Bahasa dan Sastra
Mataram, 18 Juli 2025—Balai Bahasa Provinsi NTB terus berkomitmen untuk turut mengambil peran penting dalam pelaksanaan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, salah satunya program Pelindungan Bahasa dan Sastra Daerah. Hari ini, sebagai salah satu bentuk upaya tersebut, Tim Kerja Modernisasi dan Pelindungan Bahasa dan Sastra (Molinbastra) melaksanakan Bimbingan Teknis Penguatan Fonologi Bahasa Daerah dalam Rangka Peta Kebinekaan Bahasa, Sastra, dan Aksara bertempat di Aula Cilinaya, Balai Bahasa Provinsi NTB. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini terdiri atas staf teknis Balai Bahasa Provinsi NTB, anggota Ikadubas, dan mahasiswa magang UIN Malik Maulana Ibrahim Malang.
Kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Fonologi Bahasa Daerah dalam Rangka Peta Kebinekaan Bahasa, Sastra, dan Aksara ini merupakan tahap persiapan dari program Peta Kebinekaaan Bahasa, Sastra, dan Aksara. Peta Kebinekaan Bahasa, Sastra, dan Aksara ini merupakan program lanjutan dari pemetaan bahasa yang telah dimulai oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sejak tahun 1990-an. Seluruh balai/kantor bahasa se-Indonesia akan turun serempak ke lapangan untuk mengumpulkan data bahasa, sastra, dan aksara.
Pengambilan data pada tahun 2025 ini akan berfokus pada pengumpulan data kebahasaan. Sebelum pengumpulan data dilakukan, para staf teknis perlu mendapatkan pembekalan pengetahuan melalui bimbingan teknis ini sehingga dapat memudahkan pelaksanaan di lapangan dan pemerolehan hasil yang maksimal. Adapun kosakata yang perlu dikumpulkan pada pemetaan bahasa kali ini adalah kosakata swadesh, budaya dasar, makanan dan minuman, anggota tubuh, binatang, dan lain-lain.
Pada pelaksanaan bimbingan teknis ini, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Dwi Pratiwi hadir untuk memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan komitmen Balai Bahasa Provinsi NTB dalam mendukung gatra kedua Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. “Dalam pengumpulan data peta kebinekaan ini kita perlu menyamakan persepsi dan menimba ilmu sebagai bekal teknis untuk turun ke lapangan sehingga ada pemahaman-pemahaman yang lebih baik lagi terkait dengan pemetaan bahasa, sastra, dan aksara,” ujarnya menyiapkan kompetensi para staf teknis.
Narasumber yang hadir pada kegiatan ini adalah Mahsun, Guru Besar Universitas Mataram dalam bidang pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, narasumber menyampaikan materi “Fonologi Bahasa Sasak, Samawa, dan Mbojo”. Selain itu, narasumber juga menjelaskan aspek-aspek dalam pemetaan bahasa, sastra, dan aksara sekaligus kiat-kiat dalam pengumpulan data. Diharapkan melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru yang dapat mendukung kompetensi peserta terutama dalam hal pemetaan bahasa, sastra, dan aksara.