Tahap Pembekalan Bimtek Mengulas Cerita bagi Siswa SD di Kabupaten Lombok Utara Sasar Ratusan Siswa di Kecamatan Bayan

Lombok Utara, 28 Juli 2025--Bimbingan Teknis Mengulas Buku bagi Siswa SD di Kabupaten Lombok Utara membuka rangkaian bimbingan teknis peningkatan literasi bagi siswa di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Setelah sosialisasi bagi guru dilakukan pada 25 Juli 2025, pembekalan bagi siswa dilaksanakan selama dua hari, yakni tanggal 28--29 Juli 2025. Di hari pertama, sebanyak 100 siswa, 10 guru, dan 4 pengawas hadir untuk memastikan kegiatan berjalan lancar. Kegiatan dilaksanakan di SDN 2 Sukadana, Kecamatan Bayan.

Sebagai pejabat pembuka, hadir Sekretaris Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara, Efendi. Efendi merasa program ini relevan dengan apa yang dibutuhkan oleh siswa. Seluruh peserta berasal dari sekolah terkategori K1 dan K2, yakni sekolah dengan nilai Asesmen Nasional bidang Literasi di bawah standar minimum. Untuk itu, perhatian lebih khusus dalam peningkatan literasi sejumlah 200 siswa yang dilibatkan menjadi sebuah keharusan. "Kami ucapkan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian Balai Bahasa Provinsi NTB yang telah menyikapi dengan serius isu terkait literasi ini, khususnya bagi siswa sekolah dasar," ucapnya.

Dwi Pratiwi selaku Kepala Balai Bahasa juga berkesempatan menyapa siswa yang hari ini dibina. Baginya, apa yang diikhtiarkan ini selaras dengan program tujuh kebiasaan anak hebat, yakni mengupayakan anak gemar belajar dengan implementasi pembelajaran menyenangkan. Menurut Dwi, kegiatan ini akan berlangsung berkelanjutan. Program ini juga seiring sejalan dengan program Benar-Benar Membaca, Membaca Benar-Benar yang diluncurkan oleh Balai Bahasa di akhir Mei 2025 lalu.

Selepas pembukaan, siswa dibagi dalam dua kelas besar. Siswa diminta mengerjakan tes awal sesuai dengan jenjang kelas. Adapun terdapat 50 siswa kelas 3 dan 50 siswa kelas 5 yang masing-masing mewakili jenjang kelas bawah dan atas. Tes awal wajib dilakukan untuk mengetahui dampak pembekalan bagi siswa. Segera setelah tes awal dijawab oleh setiap siswa, narasumber memberi materi mengulas buku. Hurmayani, pegiat literasi dari Rumah Baca Nusa selaku narasumber kelas 3 mengenalkan bagian-bagian buku kepada siswa. Ia juga meminta siswa menuliskan unsur fisik buku, seperti judul, nama penulis, dan nama ilustrator. Lebih jauh, Hurmayani meminta siswa meyebutkan nama-nama tokoh dalam cerita, latar tempat, isi cerita, dan pendapat siswa atas buku cerita yang telah dibaca.

"Cukup sulit karena kelasnya kelas besar. Membimbing siswa dalam waktu singkat dengan volume kelas yang banyak tentu menjadi tantangan besar bagi kami. Pengawalan guru pendamping di sekolah jadi hal yang mutlak dilakukan," aku Indriana Mitra Sari, narasumber siswa kelas 5. Bagi pegiat literasi anak yang tergabung dalam Komunitas Perpustakaan Lembah Hijau ini, di kesempatan berikutnya, siswa harus diberi waktu lebih banyak untuk bersemuka dengan narasumber.

Pembekalan masih akan berlanjut pada hari kedua, 29 Juli 2025. Di hari berikutnya, akan ada 100 orang dari 10 sekolah lainnya di Kecamatan Bayan yang akan menjadi peserta kegiatan. Siswa juga masih akan melaksanakan pembelajaran mandiri selama dua pekan ke depan.