UKBI bagi Pemangku Kepentingan di Kota Mataram: Penguatan Diseminasi UKBI untuk Sekolah

Mataram, 11 Agustus 2025--Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) merupakan salah satu program unggulan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen yang terus digalakkan oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Menyasar para pemamgku kepentingan tang ada di Kota Mataram, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat melaksanakan kegiatan UKBI pada Senin--Selasa, 11--12 Agustus 2025 di Aula Mandalika, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi NTB.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi menegaskan bahwa UKBI merupakan program yang tidak hanya bertujuan untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia, tetapi juga meruapakan bagian dari menjaga kebermartabatan dan kedaulatan negara. Dalam sambutannya, ia menuturkan bahwa sebagian dari para peserta yang hadir pada kegiatan UKBI bagi Pemangku Kepentingan di Kota Mataram kemungkinan belum pernah mendengar apa yang disebut dengan UKBI atau Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia. Ia mengajak para peserta untuk menjadikan legiatan ini senagai momen untyk mengenal dan merasakan program UKBI secara langsung. "Mari, hari ini kita sama-sama belajar mengenal dan merasakan mamfaat program UKBI. Kita tidak perlu takut dengan jenis tes ini. Alalagi kepala sekolah sebagai pemangku kepentingan harus siap dan memahami UKBI ini. Kami memberikan kesempatan kepada para pemangku kepentingan untuk mengikuti kegiatan UKBI ini. Hal ini merupakan sebuah kehormatan," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa kepala sekolah dapat mengetahui hasil tes UKBI dengan berbagai kategori, mulai dari Terbatas, Semenjana, Madya, Unggul, Sangat Unggul, dan Istimewa dan tes UKBI bukan hal yang menakutkan untuk diikuti. "Materi yang diujikan adalah materi bahasa Indoesia dengan seksi I. UKBI ini sama dengan tes TOEFL versi bahasa Indonesia. UKBI adalah alat ukur kemahiran berbahasa Indonesia. Kami mengambil contoh Kota Mataram karena pertimbangannya adalah Kota Mataram sebagai tolok ukur pendidikan di Provinsi NTB, termasuk dalam pelaksanaan UKBI. Hal ini mendorong bagaimana penggunaan bahasa Indonesia di ranah publik, termasuk sekolah," imbuhnya.

Pelaksanaan UKBI bagi Pemangku Kepentingan ini dikuatkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, H. Abdul Aziz. Kehadirannya sebagai narasumber kegiatan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Menurutnya, ada konsekuensi dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, termasuk dalam pengembangan dan pembinaan bahasa dan sastra. "Terkait dengan literasi dan pembinaan bahasa dan sastra, pemerintah daerah melalui dinas telah berkolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Jadi, program Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia merupakan program yang membuktikan bahwa bahasa Indonesia itu penting bagi kita semua, terutama pada ranah pendidikan yang akan mendidik siswa-siswa kita dalam berbahasa Indonesia yang baik dan benar serta sesuai kaidah kebahasaan," ujarnya saat menyampaikan sambutan kegiatan.

Berdasarkan laporan ketua panitia kegiatan, Desi Rachmawati, kegiatan pada hari pertama mengundang 100 peserta kegiatan yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru bahasa Indonesia SMA/SMK/MA dan perwakilan sekolah swasta di Kota Mataram. Narasumber kegiatan, yaitu Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB (Dwi Pratiwi) menyampaikan materi "Kebijakan Program UKBI Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa", Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB (H. Abdul Aziz) menyampaikan materi "Dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB dalam Program UKBI dan Nilai Kemahiran Berbahasa Indonesia di Provinsi NTB", Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistika Provinsi NTB (H. Yusron Hadi) menyampaikan materi "Dukungan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistika Provinsi NTB dalam Program UKBI di Provinsi NTB", dan Kepala SMPN 15 Mataram (Hj. Sri Wahyu Indriani) menyampaikan materi "Praktik Baik Pelaksanaan UKBI di Sekolah". Pada sesi pertama kegiatan diisi dengan materi dari keempat narasumber secara panel, dilanjutkan dengan diskusi bersama peserta. Berikutnya, sesi kedua dilaksanakan tes UKBI untuk seluruh peserta kegiatan. Harapannya, seluruh peserta yang merupakan perwakilan pemangku kepentingan dapat mengenal dan memahami program UKBI dengan baik sehingga hal tersebut dapat menjadi bahan kebijakan untuk mendiseminasikan pelaksanaan UKBI di setiap sekolah di Kota Mataram.