Sasar Pemangku Kepentingan di Kota Mataram, Balai Bahasa Provinsi NTB Gelar UKBI

Mataram, 12 Agustus 2025--Pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi Pemangku Kepentingan di Kota Mataram pada hari kedua menyasar kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru bahasa Indonesia. Sebanyak 100 peserta hadir mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di Aula Mandalika Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi NTB. Kegiatan ini menyasar peserta jenjang SD, SMP, dan MTs yang ada di Kota Mataram.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi mengungkapkan bahwa tanggung jawab peningkatan pengajaran bahasa Indonesia tidak hanya di pundak guru bahasa Indonesia, tetapi juga seluruh guru. Ada satu film animasi yang sedang marak mengangkat film bertema nasional, tetapi menggunakan bahasa asing. Hal ini mendapat tanggapan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa sebagai instansi pembinaan, pengembangan, dan pelindungan bahasa dan sastra. Menurutnya, dari kejadian ini banyak hal yang perlu dipelajari bahwa bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa merupakan cerminan yang tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga menjadi identitas bangsa. "Bahasa Indonesia bukan hanya kita gunakan sebagai bahasa komunikasi kita sehari-hari. Bahasa Indonesia memiliki peran yang luas dalam hal pemartabatan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah cerminan jati diri bangsa kita, bagaimana kita berbahasa Indonesia dengan menjaga muruah bangsa kita," tegasnya menjelaskan peran penting bahasa Indonesia.

Senada dengan penjelasan yang disampaikan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Yusuf Zaini, menjelaskan bahwa kegiatan ini untuk mendorong kemahiran berbahasa Indonesia para peserta didik di Kota Mataram. Ia menegaskan bahwa peran Dinas Pendidikan selalu mendorong dan mengawal rekan-rekan guru di sekolah agar melaksanakan proses pembelajaran menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tentu hal ini juga menjadi pembelajaran semua tenaga pendidik. 

Kegiatan ini juga dapat menjadi tolok ukur keberhasilan pembelajaran di sekolah. SMPN 15 Mataram dan SMPN 2 Mataram menjadi contoh. "Saya berharap bahwa sekolah-sekolah lainnya dapat mereplikasi program UKBI yang berdampak positif dan melakukan praktik baik ini. Sebagai guru, kita harus menjalankan program UKBI sebagai landasan utama dalam pelajaran bahasa Indonesia. Perlu kesadaran dari seluruh guru untuk terus meningkatkan kompetensinya. Pembelajaran bermakna penting dalam meningkatkan kompetensi para guru. Jadi, konsep ini merupakan program positif," jelasnya.

Dukungan juga hadir dari Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistika Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa yang hadir sebagai narasumber. Sebagai salah satu pemangku kepentingan yang mengawal jalannya program digital, ia menuturkan bahwa Dinas Kominfotik Kota Mataram siap mengawal program UKBI yang menyasar berbagai kalangan. Dinas Kominfotik dapat berkolaborasi dengan Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dan sekolah-sekolah dalam hal pelaksanaan Lomba UKBI Digital yang telah dilaksanakan oleh sekolah. Selain itu, dukungan digitalisasi UKBI juga dapat disinergikan bersama lingkup Organisasi Perangkat Daerah yang dikomandoi oleh Dinas Pendidikan Kota Mataram.

Berikutnya, Plt. Kepala SMPN 2 Mataram, Ni Nengah Sri Swathi berkesempatan memberikan materi "Praktik Baik Pelaksanaan UKBI di SMPN 2 Mataram". Hal yang paling penting dalam keberhasilan pelaksanaan program UKBI adalah pembiasaan yang dilakukan oleh semua unsur sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, dan tenaga pendidik lainnya. Selain itu, pentingnya komitmen kepala sekolah dalam menggerakkan siswa dan guru untuk mengikuti program UKBI ini. "Kami di sekolah terus mendorong pelaksanaan program UKBI. Saya mengumpulkan siswa dan guru untuk mengikuti program UKBI. Selain itu, kami memastikan dukungan anggaraan berupa penyediaan kuota internet untuk pelaksanaan kegiatan UKBI sehingga program UKBI berhasil dilaksanakan di sekolah kami. Hal ini juga kami lakukan agar siswa dapat memahami bagaimana bahasa Indonesia dan proses pelaksanaan ujian dalam bentuk tes UKBI. Tujuannya, bukan hanya untuk menjadikan siswa juara, tetapi lebih mengenalkan siswa kepada pemahaman bahasa Indonesia," ujarnya menjelaskan praktik baik keberhasilan UKBI di SMPN 2 Mataram.

Pada kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan materi tentang program UKBI. Pada sesi kedua, para peserta mengikuti tes UKBI serentak sebagai pengenalan sekaligus pemahaman tata cara pelaksanaan UKBI. Harapannya, para pemangku kepentingan yang hadir bisa mengambil kebijakan positif terkait diseminasi UKBI di lingkungan sekolah.