Balai Bahasa Provinsi NTB Implementasikan Program BBM-MBB bagi Siswa SD dalam Bedah Buku Kebahasaan dan Kesastraan di Perpustakaan Kota Mataram
Mataram, 13 Agustus 2025--Bedah Buku Kebahasaan dan Kesastraan (Peningkatan Kompetensi Membaca) dilaksanakan di Aula Serbaguna Perpustakaan Kota Mataram. Kegiatan ini melibatkan 50 peserta, terdiri atas 40 siswa SD dan 10 guru SD. Siswa diajak untuk menceritakan buku yang sebelumnya telah dibaca. Kegiatan ini turut menghadirkan tiga narasumber pemateri, yakni dua orang pemateri dari komunitas dan satu orang pemateri internal.
Kegiatan dibuka oleh Jemmy Nelwan, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Mataram. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk meningkatkan kualitas baca siswa sejak dini. Sesuai motto yang Ia sampaikan di awal sambutannya, setiap orang wajib menjadikan buku sebagai teman. Ia berterima kasih karena bedah buku ini turut melibatkan Perpustakaan Daerah dan memeriahkan gedung baru di pinggir Kota Mataram. "Semoga dapat dilanjutkan juga dengan lomba mengulas buku nantinya," harapnya dalam sambutannya. Jemmy juga menyampaikan bahwa gedung perpustakaan ini terbuka untuk kegiatan-kegiatan kebahasaan dan kesastraan lainnya. Ia menargetkan perpustakaan menjadi ruang paling ramah literasi bagi masyarakat dari kalangan mana pun.
Selepas kegiatan dibuka, bedah buku dimulai. Siswa dibagi menjadi dua kelas, yakni siswa kelas 3 SD di ruang baca anak dan siswa kelas 5 SD tetap di ruang serbaguna. Hurmayani, pemateri dari Komunitas Rumah Baca Nusa mengajak anak-anak kelas 5 bermain sebelum membedah buku. Permainan yang dihadirkan adalah permain melatih fokus dengan cara memberi arahan siswa untuk membuat gerakan-gerakan tertentu. Selepas bermain, siswa diminta menceritakan satu per satu buku yang telah mereka baca. Di sesi berikutnya, siswa mengembangkan apa yang telah disampaikan dalam bentuk tulisan.
Di kelas 3 SD, Indriana Mitra Sari dari Perpustakaan Lembah Hijau menggunakan metode berbeda. Ia terlebih dahulu membacakan satu buah buku lalu memberi ulasan terkait buku tersebut. Siswa kemudian melakukan hal yang sama sebagai bentuk praktik baik. Dalam pelaksanaannya, siswa kelas 3 SD mendapat pendampingan langsung dari guru pendamping.
Beberapa siswa mengaku kegiatan ini memberi dampak pada keingin mereka untuk membaca lebih banyak. Khanza dan Vidya, siswa kelas 5 dan 3 SDN 2 Cakranegara menyampaikan bahwa mereka ingin kembali ke Perpustakaan Kota Mataram untuk membaca buku-buku yang ada di sini dan menceritakan kembali isi buku pada orang tua dan kakak adik mereka. Safia, siswa SDN 47 Mataram, mengaku senang dan makin bersemangat membaca. Ia akan memastikan buku loh harian BBM-MBB terisi penuh selepas kegiatan dilakukan.
Dwi Pratiwi tidak hanya hadir dalam memberi sambutan. Ia juga turut memberi masukan dan mengumpulkan seluruh guru untuk mengoordinasikan tindak lanjut kegiatan. Tidak berhenti dengan usainya kegiatan hari ini, Dwi berharap pengimbasan juga dilakukan oleh setiap guru yang hadir dalam bedah buku kali ini.
Sesuai apa yang disampaikan dalam sambutannya, kegiatan ini merupakan implementasi dari inovasi Benar-Benar Membaca, Membaca Benar-Benar (BBM-MBB). Inovasi ini telah digagas dan diluncurkan pada bulan Mei 2025 lalu. Setelah tiga bulan berlalu, guru-guru yang sebelumnya telah tersosialisasi kembali dipanggil untuk melakukan praktik secara langsung. Dwi berharap, selanjutnya, guru-guru mengimbaskan bentuk kegiatan yang sama kepada guru-guru lainnya di sekolah masing-masing. Tim Balai Bahasa juga akan melakukan evaluasi hasil membaca siswa melalui log harian yang dicatat guru dalam buku BBM-MBB selepas pelaksanaan kegiatan.
Di penghujung kegiatan, Dwi Pratiwi meminta perwakilan peserta kelas 3 dan 5 SD menyampaikan hasil ulasan buku. Sebanyak enam siswa menceritakan garis besar cerita yang telah dibaca. Dwi meminta buku-buku yang telah dibaca siswa dipinjamkan kepada teman lainnya untuk memastikan pengimbasan betul-betul terjadi, meski di lingkup kecil.