Kunjungan Kerja Wamendikdasmen: Penguatan Kinerja Balai Bahasa, BPMP, dan BGTK Provinsi NTB

Lombok Tengah, 20 Agustus 2025--Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa melalui Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat giat melaksanakan tugas dan fungsi pengembangan, pembinaan, dan pelestarian bahasa dan sastra. Secara aktif, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berkolaborasi dengan kedua unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikdasmen di Provinsi NTB, yaitu BPMP dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi NTB. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian khusus Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani yang melakukan kunjungan kerja ke Provinsi NTB. 

Didampingi Kepala Balai Bahasa, BGTK, dan BPMP Provinsi Nusa Tenggara Barat, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah melakukan kunjungan ke SMPN 2 Jonggat dan SDN 1 Pringgarata. Kunjungan kerja bertujuan untuk meninjau kondisi sekolah sekaligus memantau penerima bantuan revitalisasi sekolah. Kunjungan pertama dilakukan ke SMPN 2 Jonggat. Bersama Direktur SMP, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Wamendikdasmen dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI meninjau proses kegiatan belajar mengajar di kelas IX. Pada kesempatan ini, salah seorang guru memberikan praktik pengajaran kepada siswa tentang berlatih menulis teks deskripsi. Perwakilan siswa tampil membacakan sebuh cerita pengalamannya ketika pergi liburan bersama keluarga.

Momen ini menjadi bahan pemantuan dan evaluasi oleh Wamendikdasmen. Atip Latipulhayat mengungkapkan bahwa proses pembelajaran dengan kondisi yang layak dan nyaman untuk guru dan siswa merupakan hal penting. Hal tersebut dapat memengaruhi hasil belajar siswa. Ia memberikan catatan evaluasi bahwa kondisi ruangan laboratorium yang dijadikan ruang belajar siswa SMPN 2 Jonggat harus menjadi perhatian khusus. Ia berpesan bahwa ruang kelas belajar perlu difungsikan kembali. Perlu pengawasan sehingga proses belajar mengajar berjalan lancar. "Setelah selesai revitalisasi sekolah, yang paling penting adalah pemeliharaan, perawatan alat belajar guru dan siswa, dan komitmen seluruh insan pendidikan untuk menjaga dan merawat sekolahnya. Fasilitas harus sesuai dengan keinginan Presiden bahwa fasilitas belajar harus layak. Program revitalisasi sekolah ini harus betul-betul sesuai standar pengajaran dan pendidikan sekolah. Satu lagi yang perlu diperhatikan adalah penyediaan fasilitas toilet yang layak dan bersih. Hal ini harus menjadi perhatian bersama," tegasnya saat meninjau salah satu ruang laboratorium yang digunakan sebagai ruang kelas belajar siswa.

Ia menambahkan bahwa terkait dengan pembelajaran mendalam, guru perlu meningkatkan kompetensinya. Guru harus menguasai apa yang akan diajarkan kepada siswa, bagaimana cara mengajarkan materi kepada siswa, caranya seperti apa, dan apakah menyenangkan pengajaran tersebut? Ia menyapa dan berdiskusi dengan perwakilan siswa apakah menyukai pelajaran matematika dan materi pelajaran lainnya? Ia menguraikan materi matematika yang menyenangkan sekaligus memberikan tips pengajaran dan belajar yang menyenangkan untuk guru dan siswa. Menurutnya, dengan pembelajaran mendalam dan digitalisasi akan lebih memudahkan dan menyenangkan bagi guru dan siswa. 

Selanjutnya, Wamendikdasmen meninjau berbagai fasilitas sekolah yang kondisi bangunannya di beberapa titik kelas sudah tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Pada sesi diskusi bersama kepala sekolah dan guru, Wamendikdasmen mendengarkan saran dan masukan dari perwakilan guru. Salah seorang guru SMPN 2 Jonggat mengeluhkan minat baca siswa yang kurang. "Kami memerlukan bahan bacaan literasi yang lebih banyak dan beragam untuk meningkatkan minat siswa dalam membaca dan melakukan kegiatan literasi," tutur Sri, guru bahasa Indonesia yang hadir pada sesi diskusi bersama Wamendikdasmen dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI. 

Menanggapi berbagai saran dan tantangan yang dihadapi oleh guru dalam dunia pendidikan, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani menguatkan motivasi para guru. Sebagai perwakilan dapil wilayah Provinsi NTB, ia berharap dapat memberikan kontribusi peningkatan pendidikan yang merata dan bermutu untuk semua lapisan masyarakat. Menurutnya, Wamendikdasmen datang dan hadir di tengah-tengah guru saat ini tidak hanya untuk berkunjung, tetapi juga untuk memastikan revitalisasi sekolah di SMPN 2 Jonggat. Oleh karena itu, ia berharap bahwa perhatian pemerintah melalui Kemendikdasmen dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan pemberian anggaran dapat digunakan untuk pembangunan sekolah dengan sebaik-baiknya. "Kehadiran Bapak Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah juga dapat memberikan semangat kepada para guru untuk mendidik calon-calon pemimpin masa depan bangsa," imbuhnya menguatkan semangat para guru untuk terus memberikan sumbangsih pendidikan Indonesia.

Momentum ini juga menjadi penguatan bagi ketiga UPT Kemendikdasmen. Pada sesi diskusi, Wamendikdasmen menyinggung peran Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan slogan Trigatra Bangun Bahasa. Selain itu, ia mendorong kiprah guru dalam pengajaran bahasa daerah sebagai materi muatan lokal.

Kunjungan berikutnya dilaksanakan di SDN 1 Pringgarata. Wamendikdasmen bersama Wakil Ketua Komisi X DPR RI menyapa dan berinteraksi dengan siswa kelas III. Wamendikdasmen berpesan bahwa pembanguan melalui program revitalisasi sekolah harus betul-betul dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Revitalisasi sekolah harus sesuai standar kelayakan dan melalui prosedur yang benar. Jadi, kedua sekolah yang dikunjungi merupakan calon penerima program revitalisasi sekolah sebagai upaya pemerintah dalam membangun fasilitas rumah pendidikan.

Kunjungan kerja diakhiri dengan pertemuan bersama pegawai Balai Bahasa, BPMP, dan BGTK Provinsi NTB di Aula Wijaya Kusuma, BPMP Provinsi NTB. Wamendikdasmen menyapa para pegawai dan memberikan wejangan untuk terus mengabdi berkontribusi untuk pendidikan yang lebih baik, merata, dan unggul di Provinsi NTB. Pada pertemuan ini juga diberikan sosialisasi program prioritas Kemendikdasmen untuk menguatkan pengetahuan dan pemahaman para pegawai sehingga mampu bekerja sesuai dengan nilai-nilai dan budaya kerja RAMAH dan budaya individu Santun.