Sosialisasi dan Pembinaan Lembaga dalam Pengutamaan Bahasa Negara Dilaksanakan di Kabupaten Lombok Tengah
Lombok Tengah, 20 Agustus 2025-- Pembinaan lembaga dalam pengutamaan bahasa negara di Provinsi Nusa Tenggara Barat memasuki titik kedua, yakni Kabupaten Lombok Tengah. Dalam tahap sosialisasi, kegiatan ini mengundang 25 peserta dari 25 instansi di Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Rapat Bupati Lombok Tengah selama satu hari dengan dihadiri oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Lombok Tengah.
Sebanyak 25 peserta yang terundang terdiri atas 2 lembaga swasta, 9 lembaga pemerintah, dan 14 lembaga pendidikan. Dalam laporannya, Toni menyampaikan bahwa lembaga yang diundang tersebar di penjuru Lombok Tengah. Tidak seperti tahun lalu, pembinaan kali ini sebisa mungkin turut menyasar lembaga yang ada di Kabupaten Lombo Tengah bagian utara hingga selatan. Seluruh peserta menyimak materi yang disampaikan oleh Toni Samsul Hidayat selaku pemateri secara saksama. Materi yang disampaikan meliputi Permendikdasmen Nomor 2 tentang Pedoman Pengawasan Penggunaan Bahasa Indonesia, secara khusus penggunaan bahasa negara di ruang publik dan tata naskah dinas. Toni menunjukkan kesalahan-kesalahan penggunaan dan pemilihan bahasa yang dilakukan oleh peserta di instansi masing-masing. Dalam ruang publik, pembahasan mencakup penggunaan bahasa dalam penamaan ruang, jalan, dan papan informasi, dan informasi dalam media massa. Dalam tata naskah dinas, Toni menjelaskan aturan penulisan sesuai ejaan bahasa Indonesia dan aturan tata naskah dinas sesuai Permendagri Nomor 6 Tahun 2023.
Muazzin, salah seorang peserta, mengaku merasa bersyukur telah diundang dalam kegiatan ini. Ia mengaku kesalahan paling banyak dilakukan dalam penulisan surat dinas. Ia berharap ke depannya, akan ada tindak lanjut yang dilakukan oleh Balai Bahasa terkait pengutamaan bahasa negara ini. "Kami harapan tidak hanya dilaksanakan sekali, tetapi berkelanjutan agar ilmunya mantap dan dapat diimplementasikan dengan baik," tuturnya saat menyampaikan pesan dan kesan di penutup kegiatan. Ia juga berharap, selanjutnya tim di bawahnya, terutama di bagian sarana dan prasarana serta persuratan dapat dibina secara khusus.
Dwi Pratiwi, Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, menanggapi harapan itu dengan tegas. Ia menyampaikan bahwa pendampingan kepada lembaga yang telah diundang akan terus dilakukan, baik secara langsung maupun melalui media-media lain yang lebih fleksibel. Balai Bahasa Provinsi NTB juga siap menerima permintaan pendampingan intensif secara gratis. Sekalipun pengutamaan bahasa Indonesia menjadi tugas pemerintah daerah, Balai Bahasa Provinsi NTB berkomitmen untuk membantu pengondisian penggunaan bahasa negara di ruang publik. Di tahun 2025, pemilihan Kabupaten Lombok Tengah dan Kota Mataram sebagai titik awal pembinaan sebab kedua daerah ini dianggap mampu menjadi etalase Nusa Tenggara Barat. Harapannya, Lombok Tengah sebagai daerah yang banyak dikunjungi wisatawan dapat menjadi wajah awal terbaik sehingga dicontoh oleh daerah-daerah lainnya.
Triwidiastuti, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pemerintahan mengaku memiliki komitmen kuat untuk mengimplementasikan pengutamaan bhasa negara yang baik dan benar. Namun, ia merasa permasalahan yang saat ini dihadapi adalah ketidaktahuan pengguna bahasa terkait seperti apa bahasa Indonesia yang tepat ini. Ia berharap inovasi-inovasi yang dapat diakses dengan mudah terkait penggunaan bahasa Indonesia dapat disajikan oleh Balai Bahasa sehingga implementasi lebih terarah. Imbauan resmi yang dikeluarkan Balai Bahasa bagi Tri juga dianggap efektif untuk menertibkan penggunaan bahasa di Provinsi NTB.
Sebelum kegiatan ditutup, seluruh peserta menandatangani koimtmen bersama dalam mengimplementasikan pengutamaan bahasa negara di instansi masing-masing. Tindak lanjut berupa pendampingan dan evaluasi akan dilakukan dalam jangka waktu tiga bulan ke depan.