Penyusunan Peta Jalan Penguatan Literasi Dasar Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2025--2029: Balai Bahasa Provinsi NTB Apresiasi Peran Aktif Pemerintah Daerah
Lombok Tengah, 21 Agustus 2025--Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai instansi yang memiiki tugas dan fungsi penguatan literasi tidak hanya melaksanakan tugas pelaksana kegiatan, tetapi juga melakukan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Berpijak dari pandangan tersebut, Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi, secara aktif melakukan koordinasi dan diskusi. Melalui kegiatan Konsultasi Publik Peta Jalan Literasi Dasar Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2025--2029, Dwi Pratiwi ikut berpartisipasi aktif dalam memberikan sumbangsih gagasan, ide, dan pemikiran, serta berbagi praktik baik mengenai implementasi penguatan literasi yang telah dilakukan oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Pada berbagai kesempatan terpisah, ia menekankan pentingnya peran semua pihak dalam peningkatan kecakapan literasi sekolah. Salah satu inovasi yang saat ini sedang dilaksanakan dan dikembangkan oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah inovasi Benar-Benar Membaca (BBM) dan Membaca Benar-Benar (MBB). Program ini telah menyasar beberapa kabupaten, yaitu Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, dan Kota Mataram. Tujuan dari program ini adalah tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa melalui pendampingan dan peran aktif guru, tetapi juga sebagai pendorong untuk meningkatkan indikator pemahaman siswa terhadap bahan bacaan literasi di sekolah. "Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, wujud kolaborasi yang luar biasa. Balai Bahasa Provinsi NTB ingin mengisi peta jalan dan bahkan sudah mengisi praktik baik literasi. Kami telah melakukan praktik baik ke 10 sekolah dasar dengan inovasi Benar-Benar Membaca (BBM) dan Membaca Benar-Benar (MBB) dan ini kami tengarai sebagai satu bentuk inovasi yang strategis bagi siswa SD dan SMP. Kami telah melakukan praktik baik di Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Barat, dan Kota Mataram," papar Dwi Pratiwi.
Pemaparan yang disampaikan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat sejalan dengan tujuan dari kegiatan Konsultasi Publik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah bekerja sama dengan Inovasi NTB. Pada kegiatan ini, hadir berbagai narasumber yang tidak hanya menyampaikan materi literasi, tetapi juga menguatkan pemahaman mengenai pembangunan literasi dalam perencanaan pembangunan daerah di Kabupaten Lombok Tengah. Narasumber dari perwakilan kesbangpol, Kementerian Agama menceritakan peran dan dukungan Kementerian Agama dalam meningkatkan literasi siswa. Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama melalui pengembangan SDM mendukung kecakapan literasi dasar di satuan pendidikan. "Peta Jalan Literasi ini sangat luar biasa. Ada beberapa hal terkait kolaborasi ini yang harus kita lakukan bersama. Perlu strategi bagaimana peningkatan peran dari lembaga pendidikan yang bisa dilakukan oleh Kementerian Agama. Implementasi dan sinergi Kementerian Agama dalam berbagai pelatihan. Saya yakin jika peta jalan penguatan literasi dasar di Kabupaten Lombok Tengah dapat dijalankan dengan maksimal maka hasilnya pasti akan berdampak baik ke depannya," ujar Fadel selaku perwakilan narasumber dari kesbangpol Kementerian Agama saat menyampaikan materi di Aula Kantor Bupati Lombok Tengah.
Penyusunan Peta Jalan Literasi Dasar Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2025--2029 mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Melalui perwakilan Direktorat Jenderal Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikdasmen, Sulastri, Kemendikdasmen mengapresiasi atas upaya aktif dan komitmen yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dalam upaya meningkatkan kecakapan literasi melalui rencana strategis. Sulastri yang hadir melalui ruang virtual Zoom menjelaskan mengenai "Peran Pemerintah Daerah dalam Penguatan Literasi Dasar: Dukungan Program Prioritas Pembelajaran dan Penilaian". Ia memaparkan bahwa pendidikan memberi bekal untuk menjawab tantangan masa depan. Sebagai penerjemah Asta Cita, Kemendikdasmen menginisiasi berbagai program prioritas yang terdiri atas 12 program, salah satunya penguatan literasi dasar. Program ini menekankan proses pembelajaran peserta didik. Kemendikdasmen mendorong aktivitas peran pemerintah daerah melalui program advokasi, berdiskusi, dan mencari solusi dalam program prioritas. Peran strategis dari dinas pendidikan menjadi pilar penting dalam ekosistem pendidikan. "Kami menyampaikan apresiasi kepada Kabupaten Lombok Tengah yang telah memunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan literasi sebagai gerakan bersama. Kami berharap hal ini menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun ekosistem dan pendidikan literasi lintas pemangku kepentingan. Dengan kolaborasi bersama Kemendikdasmen, mari kita bergandengan tangan memperluas jejaring dan manfaat untuk pendidikan yang lebih bermakna," jelas Sulastri.
Berikutnya, Lalu Muhammad Hilim, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah sekaligus Tim Penyusun Peta Jalan Literasi Dasar menyampaikan materi mengenai capaian literasi dasar Kabupaten Lombok Tengah. Secara umum, capaian literasi di Kabupaten Lombok Tengah meningkat dari tahun ke tahun, kecuali pada jenjang SMP yang mengalami penurunan di Rapor Pendidikan 2025. Capaian literasi SD di Kabupaten Lombok Tengah pada tahun 2025 meningkat pada beberapa titik lokasi kecamatan. Integrasi penguatan literasi dasar dalam Renstra Dinas Pendidikan tahun 2025--2029 mencakup isu strategis pendidikan Kabupaten Lombok Tengah yang berkaitan dengan angka putus sekolah masih tinggi, kemampuan literasi dan numerasi masih rendah, pendidikan karakter belum terintegrasi, isu perubahan iklim belum masuk kurikulum, kesenjangan antarwilayah masih terjadi, dan pendidikan inklusif belum optimal.
Dari segi penguatan pengetahuan perencanaan pembangunan daerah, Kepala Badan Riset Daerah Kab. Lombok Tengah, H. Lalu Wiranata mengungkapkan bahwa melalui peta jalan literasi dasar ini, Pemkab Lombok Tengah berharap masyarakat mendapatkan pendidikan yang bermutu. Pemkab Lombok Tengah baru saja menyusun RPJMD "Mas Mirah" yang memiliki makna sebuah harapan masyarakat Lombok Tengah menjaga dan mencintai daerahnya dan akronim dari masyarakat Lombok Tengah yang mandiri, berdaya saing, dan harmonis. "Di dalam visi RPJMD Kabupaten Lombok Tengah tidak lepas dari visi dan misi pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Dari perspektif perencanaan, bagaimana posisi peta jalan ini dalam RPJMD Kabupaten Lombok Tengah? Peta jalan penguatan literasi dasar ini akan mendukung visi meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang terdapat dalam Panca Asa Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah. Ke depannya, kita perlu menyusun peraturan bupati sehingga dapat mendorong seluruh pemangku kepentingan agar dapat melaksanakan penguatan literasi di semua sektor. Kita ingin membawa Kabupaten Lombok Tengah dengan paradigma baru untuk berkolaborasi dan bekerja sama," tegas Muhammad Hilim.
Penguatan penyusunan peta jalan literasi ini diperkuat dengan penjelasan dari Kepala Bidang Pendidikan SD, Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Tengah, H. Jumadi yang memyampaikan Hasil Survei Daring Konsultasi Publik. Survei dilakukan sejak minggu kedua bulan Agustus 2025 dan masih berjalan hingga kini. Survei dilakukan kepada perwakilan berbagai unsur pendidikan, termasuk orang tua siswa yang memiliki peran penting dalam pendampingan proses pembelajaran siswa. Perwakilan dari peserta, yaitu Sri Wahyuni dan Ikram menjelaskan hasil evaluasi daring yang telah diisi. Menurut Ikram, hal pokok yang menjadi perhatian adalah pemantauan dan evaluasi dalam implementasi peta jalan ini. Untuk pengisian survei masih terus dibuka dengan harapan partisipasi orang tua siswa lebih banyak untuk memastikan hasil survei yang lebih komprehensif dan akuntabel.