Siap Melangkah ke Tingkat Nasional, Duta Bahasa Provinsi NTB Audiensi dengan Bunda Literasi Provinsi NTB

Mataram, 27 Agustus 2025—Dukungan untuk perwakilan Pemenang I Duta Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2025 terus mengalir. Pertemuan dengan Bunda Literasi Provinsi NTB, Shinta M. Iqbal hari ini menjadi salah satu dukungan dan motivasi terbesar untuk Ilham Rozi dan Alifia Putri Eldina yang akan mewakili Provinsi NTB ke Pemilihan Duta Bahasa Nasional di Jakarta pada tanggal 8—13 September 2025.

Pertemuan dengan Bunda Literasi dihadiri juga oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Dwi Pratiwi. Ia mengungkapkan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Bunda Literasi. Pada pertemuan yang berlangsung di Pendopo Gubernur NTB, Dwi mengenalkan program kerja Duta Bahasa Provinsi NTB 2025, yaitu Mutiara Mandalika. Berdasarkan penuturannya, inovasi ini lahir untuk menjawab tantangan literasi yang dibalut dalam bentuk kreatifitas. "Kami berterima kasih atas dukungan yang Bunda Literasi berikan kepada Duta Bahasa Provinsi NTB. Melalui inovasi Mutiara Mandalika, kami berharap cerita-cerita rakyat di Provinsi NTB semakin diketahui oleh masyarakat. Dengan kemudahan akses teknologi digital, kami tentu berharap inovasi ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hal yang tidak kalah penting adalah keberlanjutan dari program inovasi ini," ungkap Dwi Pratiwi menekankan perlunya inovasi yang berkelanjutan.

Bunda Literasi, Sinta M. Iqbal mengaku bangga atas inisiatif, kreatifitas, inovasi, dan kolaborasi yang telah dibangun dan dibuat oleh Pemenang I Duta Bahasa Provinsi NTB. Pada kesempatan ini, Ilham dan Alifia menunjukkan serta mempraktikkan langsung mekanisme inovasi Mutiara Mandalika yang ditempel dalam gantungan kunci dan bisa diakses melalui tap NFC. Menurut Sinta, inovasi kreatif dikolaborasikan dengan teknologi digital yang mumpuni. Ia juga mengingatkan agar inovasi melalui gantungan kunci ini tidak sekadar untuk memudahkan akses, tetapi juga perlu diberikan makna sehingga lebih memudahkan pengguna dalam mengakses inovasi tersebut mengingat literasi masyarakat yang masih terbilang kurang. "Untuk inovasi ini sudah bagus dan kreatif. Tinggal dibuat dan dikemas lebih ikonik untuk penggunaan NFC. Kami akan membantu mempromosikan produk ini. Harapannya, masyarakat yang dapat mengakses produk ini akan mendapat pengetahuan yang lebih luas karena secara teknologi sudah bagus," imbuh Sinta saat memberikan saran dan masukan terkait produk inovasi Mutiara Mandalika.

Ia menambahkan bahwa para pemenang perlu mempersiapkan diri, baik dari segi fisik maupun mental. Ia mengingatkan untuk melihat ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi bagaimana perwakilan pemenang mendapatkan pengalaman berbagi banyak hal dengan perwakilan pemenang dari provinsi lain. "Kemenangan itu hadiah, tetapi pengalaman itu adalah yang utama," tegasnya.

Pertemuan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan menyinergikan program kolaborasi. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB berkesempatan memperkenalkan program inovasi Benar-Benar Membaca dan Membaca Benar-Benar (BBM-MBB). Program inovasi ini telah dilakukan di beberapa kabupaten di Pulau Lombok dan telah melakukan 10 sekolah percontohan di Kota Mataram. Bunda Literasi menyambut positif program ini dan berharap kolaborasi literasi pada jenjang PAUD juga dapat dilakukan bersama. Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB dan Bunda Literasi NTB sepakat untuk mengimplementasikan kolaborasi dalam bentuk kegiatan literasi bersama yang akan melibatkan berbagai unsur demi mendorong kemajuan literasi di NTB, salah satunya melalui peran Duta Bahasa Provinsi NTB.