Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB Menghadiri Pagelaran Sastra dan Peluncuran Buku Rinjani Perspektif Ekosufisme
Mataram, 29 Agustus 2025—Lalu Agus Fathurrahman baru saja menerbitkan bukunya yang berjudul Rinjani Perspektif Ekosufisme. Untuk menandai terbitnya buku tersebut, Taman Budaya Provinsi Nusa Tenggara Barat bekerja sama dengan Bencingah Institute menyelenggarakan pagelaran sastra Asuh Gumi Dede Gunung: Dedikasi untuk Rinjani.
Dwi Pratiwi selaku Kepala Balai Bahasa turut hadir sebagai tamu undangan dalam acara tersebut. Kehadirannya adalah wujud komitmen Balai Bahasa Provinsi NTB dalam memasyarakatkan dan melestarikan sastra, termasuk sastra daerah.
Pementasan ini mengombinasikan beberapa pertunjukan sastra, yaitu tembang dan pembacaan puisi. Selain itu, pementasan ini diiringi oleh musik khas Sasak dan sendratari. Pagelaran sastra Asuh Gumi Dede Gunung terdiri atas beberapa babak.
Ada tiga babak yang dirancang sutradara, yaitu Rinjani Mengguncang Dunia. Babak ini menampilkan perpaduan musik Durma, sebuah musik peperangan dalam pewayanagan, dan sendratari yang mengisahkan meletusnya gunung. Babak kedua yang berjudul Rinjani Memukau Dunia menampilkan pembacaan puisi dan tarian ritual. Babak ketiga yang berjudul Hikayat di Bawah Tapak Rinjani menampilkan pembacaan petikan dari buku Rinjani Perspektif Ekosufisme.
Setelah pementasan selesai, acara dilanjutkan dengan ulasan buku Rinjani Perspektif Ekosufisme oleh Nuriadi Sayip, Guru Besar Sastra FKIP Universitas Mataram. “Melalui buku ini, Mamiq Agus ingin menyampaikan tiga hal, yaitu Rinjani adalah pasak bumi yang menjaga keseimbangan, Rinjani sebagai pusat yang menjamin sakralitas, dan Rinjani menjamin kehidupan kosmos. Pada intinya, Rinjani adalah pusat kekuatan spiritual masyarakat Sasak. Ia tidak hanya berdiri begitu saja dan memamerkan keindahannya,” jelasnya.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Lale Anggita Kusumahinggih, putri Lalu Agus Fathurrahman. Puisi tersebut sekaligus menutup acara pagelaran sastra ini.