Kuatkan Implementasi Dampak Keberlanjutan Inovasi, Balai Bahasa Provinsi NTB Lakukan Evaluasi dan Pengembangan
Mataram, 2 September 2025--Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat berkomitmen untuk mendorong pelaksanaan inovasi yang memberikan dampak nyata dan positif untuk masyarakat. Hal tersebut mendapat perhatian penuh dari Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, keberlanjutan program inovasi bukan hanya pada pelaksanaannya, tetapi ukuran ketercapaian dampak yang dirasakan oleh masyarakat. "Kita harus memastikan bahwa pelaksanaan inovasi Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat harus berjalan optimal dan kita perlu mengukur dampak positif untuk keberhasilan inovasi kita ini," ujar Dwi Pratiwi saat menyampaikan arahan pada Rapat Evaluasi dan Pengembangan Inovasi di Ruang Anjani.
Berpedoman pada hal tersebut, seluruh penanggung jawab layanan inovasi, mulai dari inovasi Sidaya, Mandalika-Bumi, Mandalika-Dewisali, dan Kamus Terpadu Sasambo menyampaikan beberapa hal terkait progres pelaksanaan inovasi di tahun 2025 ini. Zamzam Hariro, penangggung jawab inovasi Mandalika-Bumi mengungkapkan bahwa perlu tindak lanjut inovasi berupa produk, seperti buku saku, produk informasi, dan produk publikasi di beberapa titik lokasi yang telah dijangkau Balai Bahasa Provinsi NTB. Hal tersebut mendapat catatan dari Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB bahwa penguatan bisa dilakukan melalui mekanisme identifikasi, survei, dan rencana tindak lanjut keberlanjutan seluruh inovasi.
Hal senada juga dilaporkan oleh Gilang Aryo Damar selaku penanggung jawab Mandalika-Dewisali. Pada tahun 2025 ini perlu sasaran lokasi binaan untuk memgevaluasi hasil dan dampak inovasi tersebut. Dwi Pratiwi menanggapi positif dan memberikan arahan untuk memperkuat sasaran dan mekanisme pelaksanaan Mandalika-Dewisali. Begitu juga dengan aplikasi Kadaring SIBI yang telah bermigrasi menjadi Kamus Terpadu Sasambo. Menurut penuturan M. Syamsur Rijal, perlu adanya inovasi pembuatan dan publikasi kamus dalam bentuk e-flip. Hal ini untuk memudahkan dan menarik pengguna dalam mengakses inovasi. Baiq Ayu Candra berkesempatan menjelaskan inovasi Sidaya pada sesi terakhir. Berdasarkan laporannya, pelaksanaan Sidaya telah berjalan dan mendapat pengembangan pada beberapa fitur di laman. Harapannya, pengelolaan Sidaya dapat terus dikelola menjadi salah satu basis data layanan, informasi, kepegawaian, dan tata laksana. Untuk itu, perlu adanya pemantauan dna evaluasi berkala.
Adapun bebrapa catatan penting yang menjadi arah pedoman kebijakan pengelolaan inovasi, yaitu penyusunan pedoman peta jalan inovasi, survei ketercapaian dampak inovasi, penyusunna hasil inovasi dalam bentuk produk, dan penguatan diseminasi hasil produk inovasi. Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat perlu terus menguatkan kebermanfaatan semua inovasi yang dapat ditasakan oleh para pengguna layanan.