Upaya Tingkatkan Tata Kelola Pengembangan SDM, Biro OSDM Kemendikdasmen Melalsanakan Asesmen Prediksi Kompetensi Pegawai 2025

Mataram, 15 September 2025--Untuk meningkatkan tata kelola pengembangan sumber daya manusia yang sesuai dnegan kebutuhan, Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OSDM) Kemendikdasmen melaksanakan asesmen prediksi kompetensi yang menyasar para pegawai. Asesmen 2025 ini diikuti oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan melibatkan 21 pegawai. Pelaksanaan kegiatan selama empat hari, yaitu Senin--Selasa, 15--18 September 2025 yang terbagi menjadi empat tim.

Kegiatan yang dilaksanakan di Laboratorium Komputer BPMP Provinsi NTB diikuti oleh perwakilan pegawai Balai Bahasa, BPMP, dan BGTK Provinsi NTB. Pada hari pertama kegiatan, sebanyak 19 pegawai mengikuti asesmen serentak. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BPMP Provinsi NTB, Katman. Ia mengungkapkan bahwa asesmen ini sebagai langkah tepat untuk memetakan kompetensi setiap pegawai. Menurutnya, asesmen jamgan dijadikan beban. Asemen bukan ujian masuk perguruan tinggi, tetapi asesmen sebagai alat pemetaan kompetensi pegawai. Hal ini dapat mempermudah kebutuhan kompetensi, kebutuhan rencana seleksi kenaikan jabatan atau promosi, dan mutasi. "Seharusnya untuk lembaga, pelaksanan asesmen ini rutin dilakukan sebagai upaya pemetaan agen talenta pegawai. Dengan adanya hal ini, lembaga mempunyai kualifikasi yang tepat untuk para pegawai dapat lebih mudah untuk menyeleksi pegawai sesyai kebutuhan. Semoga hari ini peserta dapat mengikuti kegiatan sampai usai dalam keadaan sehat," ungkapnya menjelaskan penguatan pelaksanaan kegiatan asesmen.

Perwakilan pegawai yang mengikuti sesi asesmen pertama, yaitu Baiq Ayu Candra, Antun Ariestyono, Ni Wayan Widiartini, Titik Susiawati, Meri Septiani, dan Diana Puji Utami. Pelaksanaan asesmen dibagi ke dalam 4 sesi tes dengan jenis tes asesmen yang beragam. Sebelum pelaksanaan tes dimulai, panitia memberikan penjelasan tata cara tes untuk memudahkan para peserta. Hasil asesmen prediksi kompetensi pegawai diharapkan dapat mengukur kebutuhan dan kompetensi para pegawai dan menjadi bahan dasar pemetaan kebutuhan dan kualifikasi para pegawai ke depannya.