Semesta Buku untuk Nusa: Kolaborasi Mewujudkan Peningkatan Kecakapan Literasi

Mataram, 26 September 2025--Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat mendorong upaya peningkatan literasi yang bertajuk Semesta Buku untuk Nusa Membaca. Kegiatan ini merupakan rangkaian awal peringatan Bulan Bahasa yang menggandeng Gramedia sebagai kolaborator menyukseskan giat literasi di Indonesia. Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan Semesta Buku untuk Nusa Membaca Tahun 2025: Sastra dan Isu Sosial, Menyelami Realitas Lewat Kata. Rangkaian kegiatan dibuka dengan Pameran Semesta Buku untuk Nusa Membaca pada tanggal 19--26 September 2025 di Gramedia Lombok.

Melalui kolaborasi nyata bersama Gramedia Lombok, Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama dengan Bunda Literasi menyapa siswa PAUD dan SD di Kota Mataram. Dalam sambutannya, Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dwi Pratiwi melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut antara kerja sama Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Gramedia. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di 30 provinsi dengan 50 lokasi yang berbeda. "Kami bersama-sama serentak melaksanakan kegiatan bertajuk Semesta Buku untuk Nusa Membaca. Hal ini merupakan wujud nyata antara Gramedia dan Badan Bahasa untuk mendukung peningkatan kecakapan literasi," ungkapnya menyampaikan informasi kepada para peserta yang hadir di Aula Gramedia Lombok.

Bunda Literasi Provinsi NTB, Sinta Agathia M. Iqbal sebagai salah satu penggerak literasi di Provinsi NTB hadir dan menyapa para peserta. Sebanyak 100 peserta yang terdiri atas 15 guru pendamping dan 85 siswa PAUD dan SD hadir bersama-sama untuk berinteraksi bersama Bunda Literasi. Bunda Sinta, sapaan akrabnya, menyapa, berinteraksi, dan berbincang dengan siswa-siswa. Ia berbagi pengalaman bagaimana sebuah keluarga mengupayakan cinta buku dan cinta baca kepada anak-anak. Menurutnya, ia aktif mengajak anak-anaknya ke Gramedia sebagai stimulus perkenalan terhadap dunia buku. "Di dalam keluarga, saya mencoba membiasakan untuk mengajak anak-anak ke Gramedia mencari buku. Biasanya sebelum tidur, anak-anak saya bacakan cerita. Saya berharap hal tersebut dapat mengenalkan dan membiasakan anak-anak untuk tertarik dengan buku dan literasi sejak dini," tutur Bunda Sinta.

Keakraban terjalin antara Bunda Literasi dan siswa. Bunda Sinta membacakan buku berjudul _Sate Bulayak Buatan Nenek_, salah satu buku bahan bacaan literasi yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Siswa antusias mendengarkan dan semangat menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan Bunda Sinta saat interaksi berlangsung. Dengan tajuk Bunda Literasi Menyapa: Mendorong Semangat dan Menumbuhkan Literasi Sejak Dini, Bunda Sinta berhasil membangkitkan keingintahuan siswa dalam cerita yang dibacakan.

Semarak kegiatan ini menegaskan kembali bahwa untuk menumbuhkan dan mengembangkan literasi sejak dini siswa membutuhkan pendekatan dan pembinaan yang positif. Hal ini sejalan dengan harapan Kepala Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dalam kegiatan ini, ia berharap bahwa Bunda Literasi dapat memberikan penguatan secara langsung, menyapa siswa, dan bercerita bersama anak-anak.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi Mendongeng bersama Yuyun Setiawati dari Komunitas Girang Bace yang merupakan salah satu pendongeng dan pegiat literasi. Ia membawakan cerita "Miu Suka Membaca". Cerita ini tentang Miu yang dahulu malas membaca. Suatu hari ia pergi jalan-jalan dan di tengah jalan bertemu dengan seorang pedagang. Ia mendapatkan inspirasi dari pedagang tersebut bagaimana kebiasaan membaca buku mengubah hidupnya menjadi lebih baik. Dongeng dikemas dengan hadirnya tokoh boneka Miu yang seolah-olah dapat berbicara selayaknya manusia. Tidak hanya itu, penguatan cerita literasi dini diberikan oleh Hurmayani dari Komunitas Nusa Membaca. Ia mengajak siswa untuk membaca buku cerita sesuai dengan jenjang sekolah dan bersama-sama mengulas isi buku cerita.

Keberhasilan kegiatan ini hadir melalui dukungan Gramedia Lombok. Manajer Gramedia Lombok, Agus Hermawan menyampaikan bahwa peran Gramedia tidak hanya sebatas dalam menyediakan berbagai pilihan buku bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga berperan dalam mendukung giat literasi. Dengan adanya penandatanganan Kontrak Kerja Sama bersama Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat, secara resmi Gramedia Lombok mengambil peran berkontribusi dalam upaya meningkatkan kecakapan literasi di Provinsi NTB. "Kami senang turut aktif dalam kegiatan literasi sebagai upaya mencerdaskan anak bangsa. Literasi menjadi kunci membangun peradaban. Kami berharap kontribusi kami ini dapat memberikan sumbangsih pondasi untuk literasi yang lebih baik," terang Agus Hermawan saat memberikan sambutan kegiatan.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama sastrawan NTB, Kiki Sulistyo dari Komunitas Akarpohon Mataram. Sebanyak 50 pegiat literasi dan sastrawan dari 10 komunitas literasi hadir membersamai diskusi penuh makna ini. _Buku Latihan Tidur_ karya Joko Pinurbo menjadi bahan bedah buku dan diskusi para pegiat literasi dan sastrawan. Dengan adanya kegiatan ini, menjadi salah satu untuk memperkuat peran jejaring literasi di masyarakat. Hal ini sejalan dengan arahan dari Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin. Para pegiat literasi dan sastrawan yang tergabung dalam kegiatan ini bukan hanya menjadi motor penggerak literasi, tetapi juga aset berharga dalam membangun kebermanfaatan literasi. Hal tersebut ditegaskan oleh Dwi Pratiwi bahwa Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat dapat menjadi rumah kedua bagi para pegiat literasi dan sastrawan di Provinsi NTB.